Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
LEBIH RENDAH DARI TUNTUTAN JAKSA
Dihukum 1,5 Tahun, Tapi Hakim Tak Perintahkan Buni Yani Ditahan
Rabu, 15 November 2017 - 02:06 WIB > Dibaca 380 kali Print | Komentar
Dihukum 1,5 Tahun, Tapi Hakim Tak Perintahkan Buni Yani Ditahan
Buni Yani.
BANDUNG (RIAUPOS.CO) - Setelah sekian lama menjalani masa sidang, akhirnya hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat mengetukkan palu vonis terhadap Buni Yani dengan putusan dinyatakan bersalah dan dihukum 1,5 tahun kurungan penjara. Meskipun dinyatakan bersalah dan ada masa hukuman, namun hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Buni Yani.

Sebelumnya Buni Yani dijerat jaksa atas dugaan perkara ujaran kebencian serta mengedit isi pidato mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Ada kata yang hilang saat Buni Yani mengunggahnya di akun Facebook miliknya.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara. "Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya Selasa (14/11/2017).

"Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan," imbuh M Saptono. Majelis hakim menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

Buni didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli. Ia juga didakwa menghilangkan kata ’pakai’ saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.(*)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
FOTONYA BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Wuiihh... Pengantin Perempuan Dapat 119 Cincin dari Sang Suami
Kamis, 23 November 2017 - 18:09 wib
SEPAKBOLA
Lewat Ryan Giggs, Vietnam Mau Merumput di Piala Dunia 2030
Kamis, 23 November 2017 - 17:52 wib
MAU JADI CALEG DPR RI
Ketika Asmara Dipadu Politik, Status Istri Ketiga Pun Dilegalkan
Kamis, 23 November 2017 - 16:48 wib
USAI DITAHAN KPK
Ada Tiga Jagoan Golkar Disebut Kuat Gantikan Setnov
Kamis, 23 November 2017 - 16:37 wib
TAK TERIMA DISEBUT TERIMA UANG KORUPSI E-KTP
Anas: Itu Fitnah yang Sangat Jorok dari Orang yang Dilatih
Kamis, 23 November 2017 - 15:59 wib
PERTAMA SETELAH BOLEH DIKUNJUNGI
Istri Cantik Ini Jenguk Suaminya ke Tahanan KPK
Kamis, 23 November 2017 - 15:51 wib
TEMBILAHAN
Keagamaan Program Unggulan Bupati
Kamis, 23 November 2017 - 12:19 wib
TEMBILAHAN
Peningkatan Pendapatan Daerah Jadi Perhatian Pemkab
Kamis, 23 November 2017 - 12:07 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setnov Sudah Coreng Citra DPR

Kamis, 23 November 2017 - 12:04 WIB

Suparman dan DjoharDihukum 6 Tahun Penjara

Kamis, 23 November 2017 - 10:58 WIB

Todongkan Senjata, Dua Napi Kabur

Kamis, 23 November 2017 - 10:52 WIB

103 Pengendara Terjaring Razia KTP

Kamis, 23 November 2017 - 09:24 WIB

Dinilai Janggal, Kesaksian Nazaruddin Harus Diuji

Rabu, 22 November 2017 - 20:45 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us