Wonderful Indonesia
Antisipasi Banjir, Biopori Disosialisasikan
Rabu, 15 November 2017 - 10:55 WIB > Dibaca 547 kali Print | Komentar
Antisipasi Banjir, Biopori Disosialisasikan
KOTA (RIAUPOS.CO) - Musim penghujan berakibat banjir terjadi dimana-mana termasuk Panam. Kelurahan Tuah Karya, Selasa (14/11), melakukan sosialisasi untuk pembuatan biopori di kediaman Ketua RW 5 yang diikuti oleh ibu-ibu PKK.

 Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Tujuannya untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

    Di sosialisasi tersebut, ibu-ibu peserta diajarkan bagaimana cara membuat lubang biopori, kedalaman, diameter, jarak antara lubang satu dan lainnya, serta sampah apa yang bisa dimanfaatkan dalam biopori ini.

Ketua RW5  Akuan Mukerin (49) yang juga sekaligus pemateri dalam sosialisasi ini, menjelaskan biopori sangat bermanfaat untuk penyerapan air hujan, pemanfaatan sampah serta bernilai ekonomis. Ilmu itu ia dapatkan dari bacaan di buku  serta tukar ilmu dengan yang sudah berpengalaman.

"Biopori ini bisa sebagai antisipasi banjir yang disebabkan oleh musim hujan. Sampah yang dimasukkan dalam biopori ini adalah sampah organik, nanti sekitar 3 sampai 6 bulan sudah bisa jadi kompos. Kalau hasilnya banyak, bisa dijual," ujarnya pada Riau Pos.

    Untuk membuat biopori tidaklah memerlukan modal. "Hanya buat lubang sedalam 1,20 meter dengan diameter 20 sentimeter itu bisa menggunakan parang atau alat tajam lainnya. Untuk jarak setiap biopori satu dengan yang lain, sekitar setengah sampai satu meter. Setelah itu masukkan sampah organiknya. Agar tanah tidak masuk kedalam, dipermukaan lubang bisa diberi kaleng. Tunggu 3 sampai 6 bulan sudah bisa jadi pupuk yang bisa dijual temtunya, atau bisa dimanfaatkan untuk keperluan pribadi," ucapnya.

Menurut Ibu RW 13, Yenni Musnita (41), proses pembusukan sampah organik untuk menjadi kompos bisa dipercepat dengan menambahkan bahan kimia EM4. Ia pernah membuat kompos lewat biopori dan bisa ia jual dengan warga sekitar rumahnya.

EM4 (Effective Microorganisms-4) adalah suatu cairan yang berwarna kecokelatan dan beraroma manis asam (segar) yang mana di dalamnya terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang bermanfaat serta menguntungkan guna proses penyerapan atau persediaan unsur hara di dalam tanah.

"Untuk proses kompos yang lebih cepat bisa pakai EM4. Harganya murah cuma Rp25 ribu satu liter. Caranya daun atau sampah organik yang dimasukkan harus dipotong kecil-kecil, lalu diberikan cairan tadi. Dua sampai empat minggu pupuk sudah jadi," katanya.

 Dalam kegiatan tersebut, juga terlihat Lurah Tuah Karya, Defna Leony mengikuti sosialisasi tersebut. Ia pun terlihat bersemangat untuk mengetahui cara pembuatan biopori ini. ‘‘Ini kegiatan yang sangat bagus sekali. Ini sangat cocok untuk daerah perumahan yang tidak memiliki lahan cukup.(lin)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Mobil ’’Presiden’’ Dipecah, Uang dan Laptop Raib

Mobil ’’Presiden’’ Dipecah, Uang dan Laptop Raib
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:49 wib
ALAMAK
Bertemu Mantan, Antar ke Butik Kebaya
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:44 wib
MASUK WILAYAH TARGET BRG
70 Ha Lahan Gambut di Dumai Terbakar
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:43 wib

Taman Bunga Pinggiran Sungai
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:39 wib
KOMUNITAS PILOT DRONE RIAU
Wadah Edukasi dan Berbagi Informasi
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:35 wib
ALINEA
Rumah Sunting yang Kian “Cling”
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:29 wib
Eks Wakapolda Sumut Diduga Dibunuh

Eks Wakapolda Sumut Diduga Dibunuh
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:22 wib

SMA Cendana Raih Juara Lexie English Writing
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:22 wib

Nuansa Sosial Warnai Milad SMKN 7
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:18 wib

Susu Kental Manis Tak Layak Dikonsumsi Anak
Minggu, 25 Februari 2018 - 12:10 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Bekerjasama dengan Berbagai Pihak, PWI Riau Akan Hijaukan Stadion Utama
Hot Spot Muncul, Opsi Status Siaga Mencuat

Minggu, 04 Februari 2018 - 10:30 WIB

Laju Deforestasi Ancam Vegetasi

Minggu, 21 Januari 2018 - 12:25 WIB

Monitoring Gas Rumah Kaca Secara Online

Minggu, 21 Januari 2018 - 12:22 WIB

Lagi, 40 Ton Sampah TPS Ilegal Dibersihkan

Selasa, 09 Januari 2018 - 11:25 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us