Wonderful Indonesia
Antisipasi Banjir, Biopori Disosialisasikan
Rabu, 15 November 2017 - 10:55 WIB > Dibaca 319 kali Print | Komentar
Antisipasi Banjir, Biopori Disosialisasikan
KOTA (RIAUPOS.CO) - Musim penghujan berakibat banjir terjadi dimana-mana termasuk Panam. Kelurahan Tuah Karya, Selasa (14/11), melakukan sosialisasi untuk pembuatan biopori di kediaman Ketua RW 5 yang diikuti oleh ibu-ibu PKK.

 Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Tujuannya untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

    Di sosialisasi tersebut, ibu-ibu peserta diajarkan bagaimana cara membuat lubang biopori, kedalaman, diameter, jarak antara lubang satu dan lainnya, serta sampah apa yang bisa dimanfaatkan dalam biopori ini.

Ketua RW5  Akuan Mukerin (49) yang juga sekaligus pemateri dalam sosialisasi ini, menjelaskan biopori sangat bermanfaat untuk penyerapan air hujan, pemanfaatan sampah serta bernilai ekonomis. Ilmu itu ia dapatkan dari bacaan di buku  serta tukar ilmu dengan yang sudah berpengalaman.

"Biopori ini bisa sebagai antisipasi banjir yang disebabkan oleh musim hujan. Sampah yang dimasukkan dalam biopori ini adalah sampah organik, nanti sekitar 3 sampai 6 bulan sudah bisa jadi kompos. Kalau hasilnya banyak, bisa dijual," ujarnya pada Riau Pos.

    Untuk membuat biopori tidaklah memerlukan modal. "Hanya buat lubang sedalam 1,20 meter dengan diameter 20 sentimeter itu bisa menggunakan parang atau alat tajam lainnya. Untuk jarak setiap biopori satu dengan yang lain, sekitar setengah sampai satu meter. Setelah itu masukkan sampah organiknya. Agar tanah tidak masuk kedalam, dipermukaan lubang bisa diberi kaleng. Tunggu 3 sampai 6 bulan sudah bisa jadi pupuk yang bisa dijual temtunya, atau bisa dimanfaatkan untuk keperluan pribadi," ucapnya.

Menurut Ibu RW 13, Yenni Musnita (41), proses pembusukan sampah organik untuk menjadi kompos bisa dipercepat dengan menambahkan bahan kimia EM4. Ia pernah membuat kompos lewat biopori dan bisa ia jual dengan warga sekitar rumahnya.

EM4 (Effective Microorganisms-4) adalah suatu cairan yang berwarna kecokelatan dan beraroma manis asam (segar) yang mana di dalamnya terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang bermanfaat serta menguntungkan guna proses penyerapan atau persediaan unsur hara di dalam tanah.

"Untuk proses kompos yang lebih cepat bisa pakai EM4. Harganya murah cuma Rp25 ribu satu liter. Caranya daun atau sampah organik yang dimasukkan harus dipotong kecil-kecil, lalu diberikan cairan tadi. Dua sampai empat minggu pupuk sudah jadi," katanya.

 Dalam kegiatan tersebut, juga terlihat Lurah Tuah Karya, Defna Leony mengikuti sosialisasi tersebut. Ia pun terlihat bersemangat untuk mengetahui cara pembuatan biopori ini. ‘‘Ini kegiatan yang sangat bagus sekali. Ini sangat cocok untuk daerah perumahan yang tidak memiliki lahan cukup.(lin)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
FOTONYA BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Wuiihh... Pengantin Perempuan Dapat 119 Cincin dari Sang Suami
Kamis, 23 November 2017 - 18:09 wib
SEPAKBOLA
Lewat Ryan Giggs, Vietnam Mau Merumput di Piala Dunia 2030
Kamis, 23 November 2017 - 17:52 wib
MAU JADI CALEG DPR RI
Ketika Asmara Dipadu Politik, Status Istri Ketiga Pun Dilegalkan
Kamis, 23 November 2017 - 16:48 wib
USAI DITAHAN KPK
Ada Tiga Jagoan Golkar Disebut Kuat Gantikan Setnov
Kamis, 23 November 2017 - 16:37 wib
TAK TERIMA DISEBUT TERIMA UANG KORUPSI E-KTP
Anas: Itu Fitnah yang Sangat Jorok dari Orang yang Dilatih
Kamis, 23 November 2017 - 15:59 wib
PERTAMA SETELAH BOLEH DIKUNJUNGI
Istri Cantik Ini Jenguk Suaminya ke Tahanan KPK
Kamis, 23 November 2017 - 15:51 wib
TEMBILAHAN
Keagamaan Program Unggulan Bupati
Kamis, 23 November 2017 - 12:19 wib
TEMBILAHAN
Peningkatan Pendapatan Daerah Jadi Perhatian Pemkab
Kamis, 23 November 2017 - 12:07 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Bau Menyengat di Seberang Pasar Induk DLHK Sebut Sudah Jemput Tiap Hari
Keterangkutan Sampah Capai 75 Persen

Rabu, 22 November 2017 - 10:21 WIB

SDN 109 Pekanbaru Terapkan Gerakan Bersih

Rabu, 22 November 2017 - 10:18 WIB

Jalan Mayang Rusak Parah

Rabu, 22 November 2017 - 08:48 WIB

Banyak TPS Resmi Sudah Tak Layak

Selasa, 21 November 2017 - 10:42 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us