Wonderful Indonesia
Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis
Selasa, 21 November 2017 - 10:32 WIB > Dibaca 434 kali Print | Komentar
Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis
Hasan Supriyanto (Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Pekanbaru)
Berita Terkait



RIAUPOS.CO - Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Rabu, 8 November 2017, dilakukan gerakan ketuk pintu dalam rangka penanggulangan penyebaran Tuberculosis (TB) atau dulu dikenal dengan TBC. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi berkenan turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ketuk pintu dilaksanakan melalui kunjungan ke rumah yang dilakukan oleh kader dan petugas kesehatan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi tentang TB kepada warga dan melakukan pemeriksaan untuk menemukan terduga TB serta merujuk terduga TB untuk meriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Saat kegiatan itu berlangsung, penulis hadir dan turut menyaksikan rangkaian acaranya. Langsung terpikir dalam benak waktu itu, kalau kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Insya Allah beberapa situasi yang mengindikasikan penyebaran TB dapat diminimalkan. Ada fenomena menarik dalam mengamati perilaku masyarakat. Berdasarkan Survei Prevalensi TB tahun 2013-2014, 78 persen tahu gejala TB, 73 persen tahu TB dapat disembuhkan. Namun ironisnya, ketika banyak yang mengetahui gejala TB dan mengetahui TB dapat disembuhkan,  81 persen justru tidak tahu obat TB gratis. Artinya pengetahuan masyarakat bahwa obat TB gratis belum meluas.

Salah satu faktor penting pengobatan TB adalah konsistensi minum obat pada pasien TB. Pengobatan dilakukan 6 – 9 bulan tanpa berhenti. Namun dalam prakteknya banyak pasien TB yang secara tidak konsisten melakukannya. Akibatnya dalam memunculkan resistensi atau dikenal dengan TB MDR (Multidrug-Resistant). TB MDR bisa terjadi, bila pengobatan TB tidak dilakukan secara tuntas. Apabila kasus MDR tidak ditangani dengan tuntas dapat berkembang menjadi XDR (extensively drug-resistant).

Syukur kalau masyarakat memahami dan menyadari hal ini. Tetapi di lapangan, ada anggapan kalau batuk yang diderita dan tidak kunjung sembuh itu karena dibuat oleh orang lain atau maaf  diguna-guna. Anggapan ini sebagai akibat dari keputusasaan akibat batuk yang tidak kunjung sembuh. Karena waktu 6 – 9 bulan merupakan waktu yang tidak sebentar.

Anggapan karena ’’dibuat’’ oleh orang lain muncul ketika pasien mencari pengobatan alternatif termasuk ke dukun. Anggapan ini patut diwaspadai, karena bisa memunculkan rasa tidak percaya dengan layanan kesehatan. Dan kalau ini menyebar ke masyarakat lain tentu akan merugikan upaya mewujudkan masyarakat sehat.

Anggapan ini tidak baik untuk dibiarkan, karena dapat memunculkan buruk sangka dan curiga pada orang lain. Oleh sebab itu, edukasi dan pemberian informasi kepada masyarakat patut terus untuk dilakukan secara masif. Gerakan ketuk pintu diharapkan tidak hanya sebatas seremonial yang sesaat. Gerakan ini sangat strategis untuk dilakukan dengan melibatkan banyak pihak termasuk kader masyarakat.***

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PULANG KE TANAH AIR
Novel Baswedan Bakal Diperiksa sebagai Terlapor Pencemaran Nama Baik
Senin, 26 Februari 2018 - 02:58 wib

Ada 5 Artis Teman Roro Fitria Nikmati Sabu, Siapa?
Senin, 26 Februari 2018 - 01:58 wib
MENGENANG KISAH ASMARA
Sihar Sitorus dan Istri: Ibarat si Ucok Nembak Cinta si Butet
Senin, 26 Februari 2018 - 01:36 wib
SEBUT TAK PENUHI SYARAT
KPU Sumut Bersikukuh Pasangan JR Saragih-Ance Tak Layak Maju
Senin, 26 Februari 2018 - 01:14 wib
PENGUNGKAPAN KASUS NOVEL BASWEDAN
Lebih 900 Telepon, 500 SMS Tapi Hasil Masih Minim
Senin, 26 Februari 2018 - 00:08 wib
DITEMANI ANAK DAN MENANTU
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri
Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 wib
HARI INI DI PN JAKARTA UTARA
Ahok Peninjauan Kembali, Ribuan Orang Kawal Sidang
Senin, 25 Februari 2018 - 22:20 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Susu Kental Manis Tak Layak Dikonsumsi Anak

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:10 WIB

Dewasa tapi Tetap Galau? No More!

Minggu, 25 Februari 2018 - 11:07 WIB

RS Awal Bros Pekanbaru Gelar Simposium Cohesive

Minggu, 25 Februari 2018 - 10:25 WIB

Jaga Usia Produktif, Rutinlah MCU

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:57 WIB

Saraf Kejepit Apakah Harus Di-MRI?

Jumat, 23 Februari 2018 - 11:05 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us