Wonderful Indonesia
Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis
Selasa, 21 November 2017 - 10:32 WIB > Dibaca 351 kali Print | Komentar
Mitos yang Berkembang dalam Tuberculosis
Hasan Supriyanto (Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Pekanbaru)
Berita Terkait



RIAUPOS.CO - Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Rabu, 8 November 2017, dilakukan gerakan ketuk pintu dalam rangka penanggulangan penyebaran Tuberculosis (TB) atau dulu dikenal dengan TBC. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi berkenan turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ketuk pintu dilaksanakan melalui kunjungan ke rumah yang dilakukan oleh kader dan petugas kesehatan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi tentang TB kepada warga dan melakukan pemeriksaan untuk menemukan terduga TB serta merujuk terduga TB untuk meriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Saat kegiatan itu berlangsung, penulis hadir dan turut menyaksikan rangkaian acaranya. Langsung terpikir dalam benak waktu itu, kalau kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Insya Allah beberapa situasi yang mengindikasikan penyebaran TB dapat diminimalkan. Ada fenomena menarik dalam mengamati perilaku masyarakat. Berdasarkan Survei Prevalensi TB tahun 2013-2014, 78 persen tahu gejala TB, 73 persen tahu TB dapat disembuhkan. Namun ironisnya, ketika banyak yang mengetahui gejala TB dan mengetahui TB dapat disembuhkan,  81 persen justru tidak tahu obat TB gratis. Artinya pengetahuan masyarakat bahwa obat TB gratis belum meluas.

Salah satu faktor penting pengobatan TB adalah konsistensi minum obat pada pasien TB. Pengobatan dilakukan 6 – 9 bulan tanpa berhenti. Namun dalam prakteknya banyak pasien TB yang secara tidak konsisten melakukannya. Akibatnya dalam memunculkan resistensi atau dikenal dengan TB MDR (Multidrug-Resistant). TB MDR bisa terjadi, bila pengobatan TB tidak dilakukan secara tuntas. Apabila kasus MDR tidak ditangani dengan tuntas dapat berkembang menjadi XDR (extensively drug-resistant).

Syukur kalau masyarakat memahami dan menyadari hal ini. Tetapi di lapangan, ada anggapan kalau batuk yang diderita dan tidak kunjung sembuh itu karena dibuat oleh orang lain atau maaf  diguna-guna. Anggapan ini sebagai akibat dari keputusasaan akibat batuk yang tidak kunjung sembuh. Karena waktu 6 – 9 bulan merupakan waktu yang tidak sebentar.

Anggapan karena ’’dibuat’’ oleh orang lain muncul ketika pasien mencari pengobatan alternatif termasuk ke dukun. Anggapan ini patut diwaspadai, karena bisa memunculkan rasa tidak percaya dengan layanan kesehatan. Dan kalau ini menyebar ke masyarakat lain tentu akan merugikan upaya mewujudkan masyarakat sehat.

Anggapan ini tidak baik untuk dibiarkan, karena dapat memunculkan buruk sangka dan curiga pada orang lain. Oleh sebab itu, edukasi dan pemberian informasi kepada masyarakat patut terus untuk dilakukan secara masif. Gerakan ketuk pintu diharapkan tidak hanya sebatas seremonial yang sesaat. Gerakan ini sangat strategis untuk dilakukan dengan melibatkan banyak pihak termasuk kader masyarakat.***

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
HASIL RAPAT PIMPINAN DEWAN
Fadli Zon Gantikan Setya Novanto Jadi Plt Ketua DPR RI
Selasa, 12 Desember 2017 - 03:18 wib
ATAS SK 5322
Gugatan PT RAPP pada Kementerian LHK Mulai Disidangkan
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:58 wib
KENAKAN CINCIN BERLIAN BESAR
Rihanna sudah Dilamar Orang Super Kaya Arab Saudi?
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:48 wib

Meski Tetap Eksis, Pendapatan Iklan Radio Turun
Selasa, 12 Desember 2017 - 02:17 wib
BABAK 32 BESAR
Laga Sulit di Liga Champions
Selasa, 12 Desember 2017 - 01:29 wib
DICOPOT DARI JABATAN WAKIL KETUA DPR
Fahri Hamzah: Hargai Pengadilan Dong...
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:59 wib
PKSI KIRIM SURAT PERGANTIAN
Fahri Hamzah Dipecat dari Jabatan Wakil Ketua DPR
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:49 wib
SETELAH DILOBI MENKO KEMARITIMAN
Qatar Minat Investasi di Indonesia, Akan Kirim Tim Teknis
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:32 wib
BISA JADI CONTOH
Inilah Tiga Pejabat Tinggi yang Paling Rajin Lapor Gratifikasi ke KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:15 wib
TAK MAU BANYAK KOMENTAR SAAT DITANYA WARTAWAN
Pengemudi Mobil saat Setya Novanto Kecelakaan Diperiksa KPK
Selasa, 12 Desember 2017 - 00:02 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Penderita Difteri Wajib Divaksinasi Ulang

Senin, 11 Desember 2017 - 09:38 WIB

Hernia, Berbahayakah?

Jumat, 08 Desember 2017 - 14:31 WIB

RS Awal Bros Siapkan Karyawan Khusus

Rabu, 06 Desember 2017 - 13:03 WIB

Penting Diketahui, Kanker Payudara Bisa Kambuh Lagi

Rabu, 06 Desember 2017 - 00:36 WIB

Kampung Berseri Astra Indah Madani Gelar Sosialisai PHBS
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us