Wonderful Indonesia
SOROTI DUA SURAT TULISAN TANGAN
Pengamat: Meski Cuma Sebentar, Setnov Tak Bisa Hidup Tanpa Kekuasaan
Rabu, 22 November 2017 - 19:00 WIB > Dibaca 954 kali Print | Komentar
Pengamat: Meski Cuma Sebentar, Setnov Tak Bisa Hidup Tanpa Kekuasaan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dua surat yang dikirimkan Setya Novanto yang berisi pemintaan agar tidak dicopot dari ketum Partai Golkar dan ketua DPR ditanggapi beragam oleh sejumlah pihak.

Namun, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengaku tidak heran dengan adanya dua surat dari Novanto tersebut.

"Pertama, permintaan Novanto rasa-rasanya tidak mengherankan. Kekuasaan itu nikmat dan karenanya orang dengan berbagai macam cara berusaha untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan," ujarnya, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, keinginan Novanto agar tidak buru-buru diganti lebih banyak karena dorongan akan kenikmatan kekuasaan. Sekaligus keinginan Novanto untuk terus mereguk nikmat dari kekuasaan tersebut.

"Setnov nampaknya sulit menerima kegetiran hidup tanpa kekuasaan dalam tempo yang sangat singkat," terangnya.

Meski begitu, sambungnya, orang yang terlampau menikmati kekuasaan tanpa kesiagaan diganti kapan saja, biasanya menunjukkan bukan seorang pemimpin yang menganggap kekuasaan sebagai sebuah amanat dari orang-orang yang dipimpinnya.

Akan tetapi, sambungnya, keinginan berkuasa hanya karena kekuasaan itu memberinya kenikmatan bagi dirinya sendiri.

"Saya kira Setnov masuk dalam kategori penguasa atau pemimpin seperti ini," ucapnya.

Keinginan untuk tidak diganti walaupun sudah ditahan, sambungnya, menunjukkan kalau Setnov memang menikmati indahnya kekuasaan bagi dirinya sendiri.

"Dia tak mempertimbangkan kepentingan orang-orang lain yang dipimpinnya," tegasnya.

Padahal, orang-orang yang dipimpin umumnya menginginkan pemimpin yang selalu hadir di tengah kehidupan mereka. Dia menilai, penguasa yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan orang banyak biasanya tak peduli dengan unsur kenikmatan kekuasaan.

Adapun penguasa yang sekaligus menjadi pemimpin yang amanat akan menggunakan kekuasaannya itu untuk kebutuhan orang-orang yang dipimpin. Bahkan, dia tak perlu didesak untuk mundur jika tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan orang yang dipimpinnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PULANG KE TANAH AIR
Novel Baswedan Bakal Diperiksa sebagai Terlapor Pencemaran Nama Baik
Senin, 26 Februari 2018 - 02:58 wib

Ada 5 Artis Teman Roro Fitria Nikmati Sabu, Siapa?
Senin, 26 Februari 2018 - 01:58 wib
MENGENANG KISAH ASMARA
Sihar Sitorus dan Istri: Ibarat si Ucok Nembak Cinta si Butet
Senin, 26 Februari 2018 - 01:36 wib
SEBUT TAK PENUHI SYARAT
KPU Sumut Bersikukuh Pasangan JR Saragih-Ance Tak Layak Maju
Senin, 26 Februari 2018 - 01:14 wib
PENGUNGKAPAN KASUS NOVEL BASWEDAN
Lebih 900 Telepon, 500 SMS Tapi Hasil Masih Minim
Senin, 26 Februari 2018 - 00:08 wib
DITEMANI ANAK DAN MENANTU
Jokowi Tonton Film "Dilan 1990" Rindu Berat pada Istri
Senin, 26 Februari 2018 - 00:02 wib
HARI INI DI PN JAKARTA UTARA
Ahok Peninjauan Kembali, Ribuan Orang Kawal Sidang
Senin, 25 Februari 2018 - 22:20 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Juni, Cak Imin Putuskan Maju Cawapres

Minggu, 25 Februari 2018 - 13:48 WIB

Panwas Diminta Panggil Satpol PP secara Resmi

Minggu, 25 Februari 2018 - 12:02 WIB

Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Kembali Diusung PDI Perjuangan Jadi Capres, Jokowi Bilang Begini
Pendukung Dua Tokoh di Pelalawan Ini Siap Menangkan Syamsuar
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us