Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Setnov Disebut Dapat Jatah USD 7,3 Juta, Begini Penjelasan JPU KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 20:00 WIB > Dibaca 6281 kali Print | Komentar
Setnov Disebut Dapat Jatah USD 7,3 Juta, Begini Penjelasan JPU KPK
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK mendakwa Ketua DPR Setya Novanto ikut terlibat.

Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

JPU KPK terlebih dahulu menyampaikan kronologis dugaan keterlibatan Novanto sebelum membacakan dakwaan. Di antara kronologi itu, yakni memperkenalkan Andi Narogong kepada Ketua Komisi II DPR yang baru ketika itu dijabat Chairuman Harahap di ruang Fraksi Partai Golkar, Gedung DPR pada April 2010 lalu.

Kemudian, Novanto juga mengintervensi proses penganggaran di DPR. JPU KPK Irene Putri menilai, setelah Novanto memperkenalkan Andi Narogong dengan Chairuman, Andi datang kembali menemui Chairuman di ruang Fraksi Partai Golkar DPR.

Andi secara terus terang dalam pertemuan itu menyampaikan keinginannya ikut dalam proyek pengadaan e-KTP.

"Andi Agustinus alias Andi Narogong bersedia memberikan sejumlah uang kepada anggota Komisi II DPR untuk memperlancar pembahasan anggaran," ucapnya saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dengan terdakwa Setya Novanto, Rabu (13/12/2017) petang.

Irene menerangkan, pertemuan itu tidak hanya terjadi sekali itu saja. Beberapa kali dilangsungkan di lantai 12 Gedung DPR. Hadir di pertemuan itu, antara lain, Johannes Marliem, Iftikar Ahmad dan Greg Alexander.

Adapun tujuan dari pertemuan itu untuk meyakinkan pihak Johannes Marliem bahwa proyek e-KTP jadi dilaksanakan.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
DIGELAR PEKAN INI
Oso soal Munaslub Kubu Sudding: Harus Seizin Saya
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:50 wib
LAHIRKAN TIGA SIMPULAN AWAL
Terungkap! Ini Penyebab Ambruknya Lantai BEI Versi PUPR
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:40 wib
SEDIANYA DIGELAR HARI INI
Batal Bongkar "Good Friend"-nya Vero, Ini Kata Kakak Angkat Ahok
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:30 wib
TAK LOLOS VERIFIKASI
Wow! Kata Rhoma Irama, Ada Parpol Lama Lakukan Manipulasi Data
Rabu, 16 Januari 2018 - 19:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:00 WIB

Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:20 WIB

Diperiksa KPK, Kader PKB Bantah Terima Duit e-KTP

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:00 WIB

Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
Tak Sanggup Beri Makan, Bayi Dibuang

Selasa, 16 Januari 2018 - 10:22 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini