Wonderful Indonesia
SOROTAN ATAS LAPORAN KINERJA 2017
Pemerintahan Jokowi Terus Tambah Utang, Fadli Zon: Harus Diwaspadai
Jumat, 05 Januari 2018 - 00:18 WIB > Dibaca 759 kali Print | Komentar
Pemerintahan Jokowi Terus Tambah Utang, Fadli Zon: Harus Diwaspadai
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sejumlah catatan atas laporan kinerja pemerintah tahun 2017 yang baru saja tutup buku datang dari Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon.

Dia sendiri mengingatkan pemerintah akan risiko meningkatnya jumlah utang Indonesia. Dari laporan keuangan pemerintah, realisasi defisit 2017 tercatat Rp345,8 triliun.

Secara nominal, realisasi defisit 2017 memang lebih rendah dibanding 2016 yang mencapai Rp367,7 triliun. Walau secara nominal turun, persentasenya terhadap PDB justru meningkat.

Adapun pada 2016, rasio defisit APBN Perubahan terhadap PDB mencapai 2,46 persen. Sementara pada 2017, angkanya naik menjadi 2,57 persen terhadap PDB. Fadli menilai, rasio defisit selama pemerintahan Presiden Joko Widodo memang cenderung terus membesar.

Pada 2014, defisit masih berada di angka Rp227,4 triliun atau 2,26 persen terhadap PDB. Lantas, pada 2015, defisit melonjak menjadi Rp318,5 triliun, atau mencapai 2,8 persen terhadap PDB.

Antara 2015 ke 2016 persentasenya memang sempat turun, namun realisasi defisit 2017 kembali meningkat. Jika dicermati, sekitar 75-80 persen pembiayaan defisit APBN ditutup oleh utang dari dalam maupun luar negeri.

"Inilah yang harus kami waspadai karena saya melihat pemerintah terlalu menggampangkan persoalan jika membahas masalah utang ini," ujarnya, Kamis (4/12/2018).

Pemerintah selama ini selalu berdalih jika rasio utang masih dalam batas aman. Dalih pemerintah, sambungnya, lantaran rasio utang di bawah 60 persen terhadap PDB sebagaimana yang dipatok UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Di sisi lain, dia juga menyoroti perbandingan yang disodorkan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang rasio utang Indonesia dengan negara lain. Misalnya, rasio utang Malaysia mencapai 56,22 persen PDB.

Sementara, rasio utang Amerika Serikat sudah mencapai 107 persen PDB. Bahkan, di Jepang rasio utangnya mencapai 239,27 persen PDB.

"Menurut saya, pembandingan semacam itu keliru karena tidak memperhatikan kemampuan bayar yang berbeda-beda dari negara-negara tadi," tuturnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DPP Sita 47 Tabung
Rumah Makan Jual Gas Subsidi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
TAMU REDAKSI
BEM FISIP Universitas Riau Belajar Jurnalistik ke Riau Pos
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:19 wib

Kabut Tak Pengaruhi Penerbangan
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:16 wib

Jaga Kekompakan Anggota MBC
Rabu, 17 Januari 2018 - 08:52 wib
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
BERKICAU DI TWITTER
Sebut Mahar Pilkada Sudah Rahasia Umum, Ini Saran Ruhut untuk KPU
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:10 wib
DILAPORKAN FARHAT ABBAS
Ancaman 6 Tahun Bui Mulai Bayangi Nikita Mirzani, Kasusnya...
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Batal Bongkar "Good Friend"-nya Vero, Ini Kata Kakak Angkat Ahok
Ahok-Vero Bercerai, Begini Kondisi Anak-anaknya

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:10 WIB

Segera Bercerai, Ahok Tampak Lebih Kurus

Selasa, 16 Januari 2018 - 18:30 WIB

Bupati Cantik Ini Diberhentikan Selama Tiga Bulan

Selasa, 16 Januari 2018 - 13:36 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us