Wonderful Indonesia
PELAKSANAAN ORI
Pedas! Ini Kata Menkes soal Halal Haram Vaksin
Sabtu, 13 Januari 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 312 kali Print | Komentar
Pedas! Ini Kata Menkes soal Halal Haram Vaksin
Menkes Nila F Moeloek. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit difteri membuat pentingnya vaksin kembali diperdebatkan. Adapun suara-suara sumbang gerakan antivaksin disebabkan keraguan kehalalan vaksin.

Misalnya, dalam pelaksanaan program ORI (outbreak response immunization). Menanggapi itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya bersuara keras menentang anggapan tersebut.

"Soal kehalalan kami concern terhadap hal tersebut. Vaksin ini kan juga obat, ya. Kalau dianggap tak halal, obat atau vaksin kami mau apa ini, kalau sakit mau apa. Enggak bisa diobati habis enggak boleh?" tanya dia di Gedung Kementeriam Komunikasi dan Informatika, Jumat (12/1/2018).

Terkait persoalan halal dan haram pun, imbuhnya, Kemenkes melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Apabila harus dinilai lagi atau diteliti lagi, pelaksanaan vaksin harus dimulai dari ujung tahap riset.

"Diriset lagi dibuka lagi, dilihat lagi, lama lagi. Sementara kita enggak punya obat matilah kita!" katanya menegaskan.

Kemudian, Presiden akan memberikan surat rekomendasi kepada Kementerian Agama sebagai jaminan vaksin. Selanutnya, rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjadi pertimbangan.

"Adanya MUI lalu adanya badan produksi jaminan halal, misalnya atau menggunakan enzim dengan bahan-bahan yang tak halal, namun memang kami harus effort dari sapi atau domba itu biayanya mahal sekali," jelasnya.

Nila menerangkan, pembuatan vaksin yang disebut haram itu tidak dengan menggunakan atau mengambil dagingnya. Namun, enzim yang diambil sudah melalui proses kimiawi dan dicuci dengan katalisator sebanyak 20 kali.

"Dicuci sampai 20 kali, itu adalah enzimnya, terlalu lama jika kami harus mengulang lagi, sedangkan pasien tak bisa menunggu," tuntasnya. (ika/ce1)0

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
HUKUM & KRIMINAL
Asyik Nyabu, Dua Warga Duri Ditangkap Polisi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:28 wib
DPP Sita 47 Tabung
Rumah Makan Jual Gas Subsidi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
DUMAI
Pasca Relokasi, Arus Lalu Lintas Jalan Thamrin Jadi Lancar
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
TAMU REDAKSI
BEM FISIP Universitas Riau Belajar Jurnalistik ke Riau Pos
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:19 wib

Kabut Tak Pengaruhi Penerbangan
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:16 wib
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Waspada Katarak, Hindari Paparan  Sinar Matahari

Jumat, 12 Januari 2018 - 10:09 WIB

Cegah Ketulian dengan Menghindari Kebiasaan Ini

Minggu, 07 Januari 2018 - 14:57 WIB

Parafilia, Penyimpangan Seksual dalam Video Porno dengan Dua Bocah
Deteksi Dini Penyakit Stroke

Jumat, 05 Januari 2018 - 09:17 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us