Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
KPK Bantah "Habisi" Profesi Advokat Terkait Penahanan Fredrich Yunadi
Sabtu, 13 Januari 2018 - 18:30 WIB > Dibaca 406 kali Print | Komentar
KPK Bantah "Habisi" Profesi Advokat Terkait Penahanan Fredrich Yunadi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pernyataan tersangka kasus dugaan menghalang-halangi atau merintangi penyidikan e-KTP Fredrich Yunadi akhirnya ditanggapi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Adapun hal itu terkait tudingan Fredrich bahwa lembaga antirasuah ingin menghabisi profesi advokat.

"Sehubungan dengan pernyataan FY tadi yang mengesankan seolah proses hukum ini menyerang advokat, maka kami mengajak semua pihak untuk tidak mengeneralisasi profesi advokat," ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu (13/1/2018).

Kata Febri lagi, tidak semua advokat melakukan tindakan menyimpang. Pasalnya, masih banyak sekali advokat menjalani profesinya dengan etika yang baik dan sesuai, serta tidak berupaya menghalang-halangi penegak hukum dalam bekerja. Demikian halnya dengan dokter.

"Kami perlu ingat, profesi advokat ataupun dokter adalah profesi mulia," tuturnya.

Anak buah Agus Rahardjo itu menambahkan, seharusnya, mereka paham atas posisinya dan menjaga nama baik profesi tersebut.

"Karena sebagai pihak yang paham hukum, perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi jelas sekali ada ancaman pidananya di Pasal 21 UU Tipikor," tutupnya.

Penyidik KPK sebelumnya menjemput paksa Fredrich Yunadi, Jumat malam kemarin (13/1/2018). Saat diamankan di bilangan Jakarta Selatan, tim penyidik langsung membawa surat penangkapan.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
HUKUM & KRIMINAL
Asyik Nyabu, Dua Warga Duri Ditangkap Polisi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:28 wib
DPP Sita 47 Tabung
Rumah Makan Jual Gas Subsidi
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
DUMAI
Pasca Relokasi, Arus Lalu Lintas Jalan Thamrin Jadi Lancar
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:22 wib
TAMU REDAKSI
BEM FISIP Universitas Riau Belajar Jurnalistik ke Riau Pos
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:19 wib

Kabut Tak Pengaruhi Penerbangan
Rabu, 17 Januari 2018 - 10:16 wib
DIMINTA SECARA KHUSUS
Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK
Rabu, 16 Januari 2018 - 21:00 wib
TERKAIT PILKADA JATIM
Tanyakan soal Mahar Gerindra, Bawaslu Kembali Panggil La Nyalla
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:50 wib
77 ORANG JADI KORBAN
Ngeri! Korban Dengar Bisikan Aneh Sebelum Selasar BEI Roboh
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:40 wib
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:30 wib
BERTEMU KOMISI III DPR
Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik
Rabu, 16 Januari 2018 - 20:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Asyik Nyabu, Dua Warga Duri Ditangkap Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 - 10:28 WIB

Setya Novanto Jadi JC Kasus e-KTP? Ini Bantahan KPK

Selasa, 16 Januari 2018 - 21:00 WIB

Untuk Kedua Kalinya, Ketua MK Kembali Langgar Kode Etik

Selasa, 16 Januari 2018 - 20:20 WIB

Diperiksa KPK, Kader PKB Bantah Terima Duit e-KTP

Selasa, 16 Januari 2018 - 19:00 WIB

Dituntut Dua Tahun  Enam Bulan, Syahrani dan Ridwan Bungkam
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us