Wonderful Indonesia
BISA TERELIMINASI PADA 2019
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Selasa, 16 Januari 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 547 kali Print | Komentar
Pengamat: Hanura Terancam karena Oso Selalu Gagal Urus Partai
Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (Oso). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Partai Hanura dalam setahun terakhir tidak pernah menembus angka dua persen terkait elektabilitas. Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry.

Dia menyampaikan itu berdasarkan survei LSN dan berbagai lembaga riset mainstream lain. Bahkan, elektabilitas Hanura sudah disalip partai baru seperti Perindo.

"Jika tren negatif ini tidak disikapi secara serius oleh seluruh jajaran Partai Hanura, bukan tidak mungkin partai ini akan tereliminasi dalam Pemilu 2019 nanti karena gagal mencapai parliamentary threshold sebesar empat persen," katanya di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Umar menilai, untuk mengamankan posisi Partai Hanura pada Pemilu 2019, seluruh stake holder partai perlu kembali ke khitah, ke jati dirinya sebagai bagai partai bersih, transparan, dan kekeluargaan.

"Mengacu pada hasil-hasil survei yang ada, Partai Hanura di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) tampaknya tidak menjanjikan prospek yang baik. Sejarah telah membuktikan, track record OSO dalam perpolitikan selalu diwarnai kegagalan," tuturnya.

Selanjutnya, dia membeberkan sejumlah fakta, di antaranya ketika memimpin Partai Persatuan Daerah (PPD) pada Pemilu 2004 dan 2009, OSO gagal mengantarkan partai itu ke parlemen.

Lantas, pada saat memimpin Partai Persatuan Nasional (PPN) menjelang Pemilu 2014, OSO gagal mengantarkan partai gabungan 12 parpol menjadi peserta Pemilu 2014.

"Benar kata Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, kemelut yang terjadi di Hanura harus diselesaikan dengan mengacu pada AD/ART partai yang telah disepakati. Namun, setiap upaya penyelesaian krisis partai yang terjadi akan lebih elok dan produktif, apabila berorientasi pada khitah Partai Hanura sebagai partai bersih, transparan, dan kekeluargaan," tutupnya. (gir)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
SEBAGAI SAKSI
Kasus BLBI, Eks Anak Buah Megawati Ini Bungkam usai Diperiksa KPK
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL POLLING DI AKUN MEDSOS
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:55 wib
BAHAS ISU PERSEKUSI
Polri Minta Tokoh Agama Tak Termakan Hoax Berita Medsos
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Habib Rizieq: Sejak Saya Hijrah, Negeri Kacau Balau
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:45 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Panitia Penyambutan Minta Maaf karena Habib Rizieq Batal Pulang
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:15 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Ketika Ancaman 20 Tahun Penjara Mulai Bayangi Bupati Cantik
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:00 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Habib Rizieq Batal Pulang, Ketua ICMI: Biarkan Dia Belajar di Saudi
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:30 wib
PASCA-REVISI DI DPR
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:15 wib
SIDANG LANJUTAN DI PENGADILAN TIPIKOR
Dituntut 5 Tahun Penjara, Nofel Terbukti Terlibat Kasus Korupsi Bakamla
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
UU MD3 Tidak Ditandatangani Jokowi, DPR Bilang Begini

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:40 WIB

Prabowo Jadi Cawapres Jokowi, Ruhut: Apa Salahnya Berdampingan?
AHY Disarankan Jadi Anggota DPR Dulu, Baru Cawapres

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us