Wonderful Indonesia
TERKAIT BERAS
Kritik Pemerintah, Demokrat: Harga Naik Dikit, Impor
Selasa, 23 Januari 2018 - 17:10 WIB > Dibaca 263 kali Print | Komentar
Kritik Pemerintah, Demokrat: Harga Naik Dikit, Impor
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Berbagai elemen masyarakat terus mengkritik keputusan pemerintah melakukan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk menstabilkan harga beras di pasaran.

Mereka menilai kebijakan itu merupakan solusi instan. Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan, keputusan menteri perdagangan yang melakukan impor beras kala tengah kekurangan stok maupun harga yang melonjak merupakan kesalahan besar.

Pasalnya, pemerintah tidak mempertimbangkan siklus musim panen di Indonesia sehingga kebijakan yang diambil pun justru akan semakin menyengsarakan para petani.

"Jangan terlalu mudah impor beras. Kurang beras dikit, harga beras naik dikit, impor," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Di sisi lain, dia mendorong pemerintah untuk lebih bijak lagi dalam memutuskan kebijakan impor beras. Di samping itu, pemerintah harus memberikan keberpihakan penuh kepada kesejahteraan para petani.

"Jadi, jangan terlalu mudah mengambil keputusan impor. Mengambil keputusan impor boleh manakala memang untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi kalau untuk jalan pintas itu tidak tepat," tutup politikus Partai Demokrat itu.

Komisi VI DPR saat ini diketahui sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk membentuk tim khusus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan impor beras yang tengah dilaksanakan.

Adapun tim pemantau impor beras itu akan dimulai pada pekan depan yang akan turun langsung di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tim itu bertugas untuk memastikan terjadinya kelangkaan beras di sejumlah daerah. (aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
SEBAGAI SAKSI
Kasus BLBI, Eks Anak Buah Megawati Ini Bungkam usai Diperiksa KPK
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL POLLING DI AKUN MEDSOS
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:55 wib
BAHAS ISU PERSEKUSI
Polri Minta Tokoh Agama Tak Termakan Hoax Berita Medsos
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 wib
Habib Rizieq: Sejak Saya Hijrah, Negeri Kacau Balau
BATAL PULANG KE INDONESIA
Habib Rizieq: Sejak Saya Hijrah, Negeri Kacau Balau
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:45 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Panitia Penyambutan Minta Maaf karena Habib Rizieq Batal Pulang
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:15 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Ketika Ancaman 20 Tahun Penjara Mulai Bayangi Bupati Cantik
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:00 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Habib Rizieq Batal Pulang, Ketua ICMI: Biarkan Dia Belajar di Saudi
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:30 wib
PASCA-REVISI DI DPR
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:15 wib
SIDANG LANJUTAN DI PENGADILAN TIPIKOR
Dituntut 5 Tahun Penjara, Nofel Terbukti Terlibat Kasus Korupsi Bakamla
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
UU MD3 Tidak Ditandatangani Jokowi, DPR Bilang Begini

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:40 WIB

Prabowo Jadi Cawapres Jokowi, Ruhut: Apa Salahnya Berdampingan?
AHY Disarankan Jadi Anggota DPR Dulu, Baru Cawapres

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us