Mencicili OPD

Minggu, 01 Jan 2017 - 11:05 WIB > Dibaca 2921 kali | Komentar

Gelombang pelantikan pejabat daerah terjadi lagi. Hari Jumat lalu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, resmi melantik 43 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, sejalan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru untuk tahun 2017. Sehingga terdapat sembilan OPD, kini belum memiliki pucuk pimpinan tertinggi.

“Masih mencicil ya?” tulis kawan saya Abdul Wawah melalui pesan pendek telepon genggam. Seiringan dengan pertanyaan itu, ia juga bertanya, mengapa hal tersebut masih terjadi? Keterangan Gubernur Andi terhadap kenyataan tersebut sebagaimana dilansir olwh media, agak sulit ia pahami.

Sebaliknya, Wahab mengaku, tidak sekali dua dia memperoleh informasi pencicilan penetapan pejabat, tidak saja tingkat provinsi, tetapi juga kabupaten dan kota. Oleh karena itulah, ia kemudian mengambil kesimpulan yang standar bahwa untuk mengisi suatu jabatan, bukanlah suatu hal yang mudah. Banyak pertimbangan, banyak sanding dan bandingnya.

Tentulah iya. Pasalnya, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu aktivitas, masih amat kuat tergantung pada siapa di belakang pengelola aktivitas itu sendiri. Mana pula ada istllah, mencari pemimpin itu mudah—pastilah tidak mudah. Meski didahulukan selangkah, ditinggikan seranting, bobot seorang pemimpin berganda-ganda.

Tidak mengherankan, kalau dalam bukunya yang bertajuk Tunjuk Ajar Melayu, Tenas Effendi menempatkan ihwal pemimpin berada pada urutan ketiga yakni setelah katakwaan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada orangtua. Dengan posisi inilah, sejauh tidak melanggar ketentuan Allah, pemimpin dalam Melayu pantang dilawan, durhaka jatuhnya.

Barangkali, tulis Wahab, sembilan pimpinan OPD termasuk yang susah dicari sekarang ini. “Itu bukan berarti, pimpinan OPD yang dilantik, digolongkan sebagai yang mudah diperoleh, apalagi untuk mengatakan bahwa “persediaannya” berjelepak,” tulis Wahab.

Ia menambahkan, nyatanya pula sejumlah pimpinan OPD yang dilantik itu adalah pimpinan SKPD yang selalu memiliki raport merah, bahkan di antaranya ada yang dapat menempati kursi serupa. Kalau demikian halnya, penonjoban sebanyak 11 kepala SKPD hasil pengujian kemampuan (asesment), belum tentu disebabkan ketidakmampuan mereka, tetapi lebih disebabkan oleh hal-hal lain. Lalu, muncul pula satu pertanyaan lagi, hal-hal lain apakah itu?

Kalau kesulitan mencari pejabat pada sembilan OPD merupakan suatu kenyataan, maka perlu pula dipertanyakan sejauh mana hubungan suatu struktur dengan pembinaan pengembangan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Apalagi OTD yang masih kosong itu, juga sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat. Tersebutlah misalnya, Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Biro Kesra, Biro Umum, dan Biro Hukum.

Malahan, yang selalu dilaungkan amat penting dalam mencapai visi Riau 2020 yakni menjadi pusat kebudayaan Melayu, sehingga dibentuknya Dinas Kebudayaan, belum memperoleh pucuk pimpinan. “Katanya penting, tetapi kenapa pimpinannya belum juga dilantik,” tulis Wahab.

Gubernur Riau menjelaskan, untuk sembilan OPD baru yang belum diisi oleh pejabat tinggi pratama, akan ditunjuk seorang Pelaksana Tugas (Plt). Adapun Plt tersebut tidak perlu dilantik dan cukup diberikan SK.

“Tapi begitu susah jugakah mencari Plt, sehingga penunjukannya tidak dapat dilakukan serentak dengan pelantikan atau pengukukuhan kepala OPD sekarang?” tanya Wahab sambil mengabaikan pertanyaan tentang apa  penyebab petinggi OPD-OPD tersebut  di-plt-kan, tidak langsung didefinitif.

Dari sembiln OPD itu, bukankah hanya Dinas Kebudayaan yang benar-benar baru, sedangkan OPD lainnya merupakan struktur lama minimal memiliki kaitan langsung dengan struktur lama. “Tapi kan ada juga OPD baru yang langsung memiliki pimpinan definitif antara lain Diklat?” tanya Wahab.

Pada gilirannya, Wahab kemudian menyudahi SMS-nya mengenai hal ini, karena begitu banyak pertanyaan yang mucul dari satu pertanyaan ke pertanyaan lainnya.  “Akhirnya bertanya dan bertanya terus, mempertanyakan dan mempertanyakan, sehingga menyemai kecurigaan di mana-mana. Sudahlah ya....”***


KOMENTAR
BERITA TERBARU
Dua Perwira Polres Sertijab

Dua Perwira Polres Sertijab

18 Januari 2018 - 12:46 WIB
Lestarikan Identitas Melayu Siak

Lestarikan Identitas Melayu Siak

18 Januari 2018 - 12:44 WIB
Pertukaran Pelajar  MAN 1 Pekanbaru- Attarkiah Narathiwat Thailand 

Pertukaran Pelajar MAN 1 Pekanbaru- Attarkiah Narathiwat Thailand 

18 Januari 2018 - 12:24 WIB
Fokus Tuntaskan Pembelian Sukhoi

Fokus Tuntaskan Pembelian Sukhoi

18 Januari 2018 - 11:55 WIB
Cagar Budaya Mempura Dibangun

Cagar Budaya Mempura Dibangun

18 Januari 2018 - 11:23 WIB
Tes Kesehatan Lulus, LHKPN Di-Deadline

Tes Kesehatan Lulus, LHKPN Di-Deadline

18 Januari 2018 - 11:11 WIB
Bergandengan Tangan untuk Kejayaan

Bergandengan Tangan untuk Kejayaan

18 Januari 2018 - 11:08 WIB
Jokowi Izinkan Airlangga Rangkap Jabatan

Jokowi Izinkan Airlangga Rangkap Jabatan

18 Januari 2018 - 11:04 WIB
BERITA POPULER
Hiii... Ada Ular Piton Jatuh dari Plafon saat Tertidur Pulas

Hiii... Ada Ular Piton Jatuh dari Plafon saat Tertidur Pulas

18 Jan 2018 - 00:02 WIB | 5102 Klik
Ihsan Berhasil Membuat Lin Dan Takluk

Ihsan Berhasil Membuat Lin Dan Takluk

18 Jan 2018 - 00:59 WIB | 527 Klik
Iran Tuding Arab Saudi Pengkhianat Umat Islam

Iran Tuding Arab Saudi Pengkhianat Umat Islam

18 Jan 2018 - 00:34 WIB | 502 Klik
Ditanya soal Aduan Farhat Abbas, Nikita: Tidak Penting

Ditanya soal Aduan Farhat Abbas, Nikita: Tidak Penting

18 Jan 2018 - 00:18 WIB | 319 Klik
2017 Tumbuh 20,1 Persen, BNI Catat Laba Bersih Rp13,62 Triliun

2017 Tumbuh 20,1 Persen, BNI Catat Laba Bersih Rp13,62 Triliun

18 Jan 2018 - 00:09 WIB | 271 Klik

Follow Us