Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SEGERA DIUMUMKAN KPK
Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Satelit Monitoring, Anggota DPR Lagi
Rabu, 14 Februari 2018 - 01:11 WIB > Dibaca 460 kali Print | Komentar
Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Satelit Monitoring, Anggota DPR Lagi
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dugaan korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi. Kabar terakhir bakal ada tersangka baru yang akan ditetapkan KPK. Tersangka itu disebut berasal dari kalangan anggota DPR RI yang berinisial FA.

"Terkait posisi seseorang sebagai tersangka atau proses penyidikan di KPK akan diumumkan secara resmi melalui konfrensi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurut Febri, sebelumnya pria berinisial FA pernah diperiksa sebagai saksi dari kasus korupsi Bakamla. Oleh karena itu, peningkatan status terhadap yang bersangkutan sudah dinaikkan menjadi status penyidikan.

"Memang benar, ada proses pengembangan perkara yang kita lakukan dalam kasus Bakamla. Beberapa saksi termasuk yang bersangkutan (FA) sendiri pernah kita panggil dan kita undang datang ke KPK untuk dilakukan proses pemeriksaan," papar Febri.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya membenarkan status tersangka yang disandang seorang berinisial FA dalam kasus Bakamla. Bahkan, ada sejumlah anggota DPR disebut menerima suap terkait proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Mereka adalah politisi PDI Perjuangan Eva Sundari dan politisi Partai Golkar Fayakhun Andriadi. Selain itu, anggota Komisi XI Bertus Merlas.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1/2018). Saat itu, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Esa Fahmi Darmawansyah bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan, selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

Dalam persidangan, Fahmi mengaku pernah memberikan uang Rp24 miliar kepada staf khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.

Uang tersebut merupakan fee sebesar 6 persen, atas anggaran pengadaan satelit monitoring sebesar Rp400 miliar.  Menurut Fahmi, uang diserahkan di Hotel Ritz Carlton. Kemudian, uang itu diserahkan kepada sejumlah anggota DPR.(rdw)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DITERIMA MA
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:15 wib
SEBAGAI SAKSI
Kasus BLBI, Eks Anak Buah Megawati Ini Bungkam usai Diperiksa KPK
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:00 wib
HASIL POLLING DI AKUN MEDSOS
Uji Materi UU MD3 Diajukan PSI Jumat Besok, Ini Alasannya
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:55 wib
BAHAS ISU PERSEKUSI
Polri Minta Tokoh Agama Tak Termakan Hoax Berita Medsos
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 wib
Habib Rizieq: Sejak Saya Hijrah, Negeri Kacau Balau
BATAL PULANG KE INDONESIA
Habib Rizieq: Sejak Saya Hijrah, Negeri Kacau Balau
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:45 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Panitia Penyambutan Minta Maaf karena Habib Rizieq Batal Pulang
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:15 wib
DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI
Ketika Ancaman 20 Tahun Penjara Mulai Bayangi Bupati Cantik
Rabu, 21 Februari 2018 - 19:00 wib
DIJADWALKAN TIBA HARI INI
Habib Rizieq Batal Pulang, Ketua ICMI: Biarkan Dia Belajar di Saudi
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:30 wib
PASCA-REVISI DI DPR
Tajam! Begini Kritik Fahri karena Jokowi Enggan Tanda Tangani UU MD3
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:15 wib
SIDANG LANJUTAN DI PENGADILAN TIPIKOR
Dituntut 5 Tahun Penjara, Nofel Terbukti Terlibat Kasus Korupsi Bakamla
Rabu, 21 Februari 2018 - 18:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ahok Ajukan PK Kasus Dugaan Penistaan Agama, Habib Rizieq Sedih
Kasus BLBI, Eks Anak Buah Megawati Ini Bungkam usai Diperiksa KPK
Polri Minta Tokoh Agama Tak Termakan Hoax Berita Medsos
Sidang Cerai Dua Minggu Lagi, Ahok Diminta Langsung Gugat Vero
Ketika Ancaman 20 Tahun Penjara Mulai Bayangi Bupati Cantik
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us