Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Inovasi dan Pelatihan Keterampilan Baru
Selasa, 17 April 2018 - 00:02 WIB > Dibaca 7467 kali Print | Komentar
Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan  Inovasi dan Pelatihan Keterampilan Baru
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengatakan tidak perlu terlalu khawatir akan hilangnya pekerjaan sebagai akibat revolusi industri 4.0. Tergerusnya berbagai pekerja sejak revolusi industri 1 hingga 3, dipastikan juga akan memunculkan jenis pekerjaan baru. 

Dari berbagai penelitian seperti Oxford , McKensie, Global Institut maupun  ILO  memang memprediksi 50 persen pekerjaan akan hilang. Tetapi perlu diketahui juga, akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang saat ini belum ada. Jumlahnya kurang lebih 65 persen.

"Tidak perlu worry, tak perlu khawatir dengan masalah hilangnya pekerjaan. Yang perlu dilakukan adalah menyiapkan keterampilan baru  agar kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan atau jenis pekerjaan yang akan datang," ujar Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono dalam dialog interaktif Forum Merdeka Barat di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi Jakarta, Senin (16/4/2018). Hadir dalam acara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Deputi bidang Ekonomi Kepala Bappenas Leo Tampubolon. 

Dirjen Bambang mencontohkan Tokopedia beberapa bulan lalu jumlah merchandise-nya sebanyak 2juta. Tapi belakangan meningkat tajam menjadi 2.700.000 merchandise. “Ketika merchandise Tokopedia 2juta, ternyata sebanyak 80 persen, tadinya orang yang tidak bekerja dan tidak berusaha. Artinya adanya teknologi online dengan Tokopedia ini, ada 1,6juta yang tidak bekerja, menjadi bekerja, “ katanya.

Bambang menegaskan  adanya perkembangan teknologi, yang paling pertama dibutuhkan adalah transformasi industrinya. Karena itu lanjut Dirjen Bambang, setiap sektor industri harus membuat strategi transformasi industrinya. Baik industri pertanian, kimia, makanan minuman, listrik, otomotif dan sebagainya. "Transformasi teknologinya seperti apa? Revolusi industri pasti akan memunculkan posisi atau jabatan-jabatan baru yang sekarang belum ada. Adanya industri baru, jabatan yang sekarang ada, menjadi jabatan kadaluarsa. Kita membutuhkan pemetaan jabatan baru itu, " ujarnya.

Dirjen Bambang melanjutkan pihaknya hingga kini terus melakukan pemetaan jabatan baru sebagai bentuk antisipasi “terbunuhnya” sejumlah pekerjaan akibat perkembangan teknologi informasi. Pemetaan utamanya menyangkut sektor pekerjaan yang bakal tumbuh dan menyusut 15 tahun kedepan. 

Setelah pemetaan, kata Dirjen Bambang, Kemnaker baru akan menyiapkan skill-skill baru yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut. Harus ada identifikasi perubahan kompetensi yang dibutuhkan industri dan memfasilitasi pelatihan SDM untuk pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Jadi menghadapi RI 4.0, pertama kita harus punya strategi transformasi industri, kedua membuat pemetaan jabatan baru dan ketiga pemenuhan skill skill kompetensi baru untuk pemenuhan jabatan-jabatan baru tersebut, “ katanya.

Bambang mengungkapkan pihaknya telah membuat grand design atau rencana induk pelatihan vokasi. Tahun 2018 Kemnaker telah memberikan pelatihan kepada 150 ribu orang. “Kalau diberi kewenangan besar, kita akan mengoptimalkan sarana dan prasarana sumberdaya yang ada untuk meningkatkan tenaga kerja baru, “ katanya.

Namun Dirjen Bambang berpendapat permasalahan tenaga kerja sejatinya berawal dari sektor hulu yakni pendidikan. Selama ini pendidikan belum mampu mengantarkan sepenuhnya tenaga kerja masuk dunia kerja. Permasalahan tenaga kerja sejatinya berada permasalahan awal berada di hulu. Bahwa pendidikan di kita belum mampu mengantarkan sepenuhnya tenaga kerja masuk ke dunia kerja. 

KOMENTAR
Berita Update
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Senin, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Senin, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Senin, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Senin, 24 September 2018 - 18:52 wib
Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang
Senin, 24 September 2018 - 17:43 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri
Senin, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komitmen Kampanye Damai
Senin, 24 September 2018 - 17:04 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling
Senin, 24 September 2018 - 17:00 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati
Senin, 24 September 2018 - 16:43 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us