KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Selasa, 17 April 2018 - 00:47 WIB > Dibaca 9450 kali Print | Komentar
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
SBY Jalan Kaki Sisiri Balihonya Dirusak OTK

Sabtu, 15 Desember 2018 - 09:01 WIB

Saiman: Jangan Jadi Demokrasi “Pesanan”

Kamis, 13 Desember 2018 - 11:42 WIB

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 WIB

Prabowo-Sandiaga Bidik Suara Jateng

Senin, 10 Desember 2018 - 13:50 WIB

PSI Bawa Misi Bersih-Bersih DPR

Sabtu, 08 Desember 2018 - 14:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us