KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Selasa, 17 April 2018 - 00:47 WIB > Dibaca 7920 kali Print | Komentar
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


KOMENTAR
Berita Update
Si Doel The Movie
Kisah Perjalanan Doel, Sarah dan Zaenab
Senin, 15 Juli 2018 - 14:10 wib
JELITA - Alviona Vinda Safira
Hobi Hunting Berbuah Manis
Senin, 15 Juli 2018 - 13:32 wib

Akhirnya, Jembatan Tanah Datar Putus
Senin, 15 Juli 2018 - 12:14 wib
BBKSDA Cuma Sampai  Kantor Desa
Buaya di Sungai Siak Pacah
BBKSDA Cuma Sampai Kantor Desa
Senin, 15 Juli 2018 - 12:00 wib

Pengunjuk Rasa Bertahan di Balai Bupati
Senin, 15 Juli 2018 - 11:51 wib
Komunitas Perpustakaan Jalanan
Baca Buku Gratis Bagi Masyarakat
Senin, 15 Juli 2018 - 11:28 wib

Bermain Sambil Edukasi Anak-Anak
Senin, 15 Juli 2018 - 11:27 wib
Alamaaak!
Terpeleset di Tangga Mal
Senin, 15 Juli 2018 - 11:25 wib
Gelar Perkara Belum Tuntas
Keterangan Saksi Kurang
Gelar Perkara Belum Tuntas
Senin, 15 Juli 2018 - 11:19 wib

Terjebak dalam Bentuk
Senin, 15 Juli 2018 - 11:14 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Simak! Inilah Kontrak Politik yang Disodorkan Demokrat untuk Pilpres 2019
Hanura Persilakan Jokowi Cawapres dari Kalangan Mana Saja
Disebut Partai Artis Nasional hingga Partai Anak Nakal, Begini Reaksi PAN
Artis Minat Jadi Caleg PDIP, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Resmi Didukung PKB, Jokowi: Di Saku Saya Ada Nama Pak Muhaimin
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini