Polri: Facebook, Medsos yang Kerap Bikin Gaduh
Selasa, 17 April 2018 - 12:23 WIB > Dibaca 543 kali Print | Komentar
Polri: Facebook, Medsos yang Kerap Bikin Gaduh
Divhumas Polri, Brigjen M Iqbal.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kebocoran data pengguna Facebook (FB) yang dikarenakan kecerobohan perusahaan milik Mark Zukenberg itu berdampak besar. Polri bahkan mulai menyimpulkan bahwa FB merupakan media sosial yang kerap memicu kegaduhan. Sanksi tegas untuk FB sedang dimatangkan bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen M Iqbal menjelaskan, kebocoran data FB di Indonesia memicu terjadinya kegaduhan. Banyak yang kemudian bertanya, untuk apa satu juta data warga negara Indonesia ini dicuri. ”Ini bukan kali pertama untuk terjadi kegaduhan karena FB,” ujarnya.

Banyak kasus yang awalnya dipicu oleh FB yang menyebarkan informasi yang menyesatkan alias hoax. Seperti, kasus Rohingya di Myanmar, yang bahkan dibenarkan FB bahwa pertikaian antara dua umat beragama di Srilanka itu makin parah dengan adanya hoax di FB. ”Ini contoh bagaimana FB bisa menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.

Polri, lanjutnya, khawatir bila FB ini menjadi alat utama kepentingan individu untuk melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan cenderung menjadi pidana. Seperti, penyebaran fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, hate speech, hoax dan fakenews. ”Yang kita mengetahui semua itu saat ini potensial menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Terkait rencana pemeriksaan terhadap perwakilan FB di Indonesia, hingga saat ini belum ada kepastian. Iqbal menegaskan bahwa Polri masih berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). ”Sebelum panggil FB, kami masih matangkan semuanya dengan Kemenkominfo,” terangnya.

Di sisi lain, kendati dipastikan FB bahwa ada 1 juta WNI yang dicuri datanya, dia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada korban yang melaporkan karena pencurian data. ”Belum ada korban yang bisa diperiksa, karena itu kami berharap masyarakat segera melaporkan ke Bareskrim,” terangnya.

Bila para korban bisa diperiksa, maka akan bisa dianalisa berbagai pengalamannya dalam menggunakan FB. Hal itu penting untuk mengetahui apakah memang data yang dicuri dari FB ini untuk melakukan pendekatan kepada orang yang datanya dicuri. ”Inilah yang bisa diketahui saat korban diperiksa,” ungkapnya.

Setelah semua proses ditempuh, barulah akan diketahui apakah ada pidana yang terjadi dalam pencurian data pengguna FB Indonesia tersebut. ”Tergantung fakta dan bukti yang didapatkan,” jelasnya.

Polri saat ini terus berupaya mengajak masyarakat untuk mengawasi setiap informasi di FB. Kemenkominfo juga melakukan kebijakan yang mendorong pencegahan penyebaran hoax.(idr/jpg)


KOMENTAR
Berita Update
Si Doel The Movie
Kisah Perjalanan Doel, Sarah dan Zaenab
Senin, 15 Juli 2018 - 14:10 wib
JELITA - Alviona Vinda Safira
Hobi Hunting Berbuah Manis
Senin, 15 Juli 2018 - 13:32 wib

Akhirnya, Jembatan Tanah Datar Putus
Senin, 15 Juli 2018 - 12:14 wib
BBKSDA Cuma Sampai  Kantor Desa
Buaya di Sungai Siak Pacah
BBKSDA Cuma Sampai Kantor Desa
Senin, 15 Juli 2018 - 12:00 wib

Pengunjuk Rasa Bertahan di Balai Bupati
Senin, 15 Juli 2018 - 11:51 wib
Komunitas Perpustakaan Jalanan
Baca Buku Gratis Bagi Masyarakat
Senin, 15 Juli 2018 - 11:28 wib

Bermain Sambil Edukasi Anak-Anak
Senin, 15 Juli 2018 - 11:27 wib
Alamaaak!
Terpeleset di Tangga Mal
Senin, 15 Juli 2018 - 11:25 wib
Gelar Perkara Belum Tuntas
Keterangan Saksi Kurang
Gelar Perkara Belum Tuntas
Senin, 15 Juli 2018 - 11:19 wib

Terjebak dalam Bentuk
Senin, 15 Juli 2018 - 11:14 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Nusantara Mengaji, Jaga Kesatuan dan Perdamaian RI

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:05 WIB

Keluarga Zohri Tolak Niat Pemerintah Renovasi Rumah Lama, Ini Alasannya
Ternyata, Segini Harga Rumah untuk Zohri dari Kemendagri
Wow! Tanpa Tes, Lalu Muhammad Zohri Bisa Langsung Jadi Anggota TNI
Target Lifting Migas Blok Mahakam Tak Tercapai

Sabtu, 14 Juli 2018 - 12:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini