DIKUTIP DARI NOVEL "GHOST FLEET"
Seperti Prabowo, Gatot Sebut 2030 Indonesia Bisa Bubar, Ini Alasannya
Rabu, 25 April 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 2994 kali Print | Komentar
Seperti Prabowo, Gatot Sebut 2030 Indonesia Bisa Bubar, Ini Alasannya
Gatot Nurmantyo memberikan pidato kuncinya di acara Nusantara Foundation bertajuk Urun Rembuk Kebangsaan, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (25/4). (HENDRA EKA/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Prediksi Indonesia bisa bubar pada 2030 turut diamini mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Sebelumnya, hal itu sempat ditegaskan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Adapun prediksi Indonesia bubar diketahui, dikutip dari sebuah novel berjudul Ghost Fleet karangan August Cole dan P.W Finger. Isi buku itu sempat menuai polemik. Akan tetapi, diakui Gatot, dirinya tidak memungkiri bahwa tahun 2030 Indonesia bisa bubar.

Hal itu berdasarkan fakta bahwa negeri ini menjadi salah satu negara penghasil energi dan sumber daya alam terbesar di dunia.

“Kekayaan alam bangsa kami ini tentu saja bisa memicu negara lain iri. Negeri ini diibaratkan seperti gadis elok yang menjadi rebutan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika Indonesia dikemudian hari menjadi target kekuasaan negara-negara luar,” katanya saat menjadi keynote speaker di acara Nusantara Foundation, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Oleh sebab itu, dirinya meminta semuan elemen bangsa agar waspada karena memang semua orang ingin memilikinya. Ibarat gadis cantik, Indonesia selalu menjadi rebutan.

"Saya tadi ditanya oleh wartawan ’Apakah bisa?’ Ya bisa saja, kami kaya, satpamnya tidur, semuanya tidur dirampok untuk menghilangkan jejaknya, dibakar rumahnya ya ilang. Wong kami kaya," jelasnya.

Gatot menyatakan itu kala memaparkan kondisi persaingan dunia saat ini. Terjadinya pemanasan global lantas memicu krisis air bersih di Afrika yang mendorong rakyatnya berkemungkinan migrasi besar-besaran pada 23 tahun ke depan.

Di samping itu, krisis juga terjadi dengan melesatnya pertumbuhan manusia. Akibatnya, cadangan pangan kian menepis. Lebih jauh, dia pun mengutip data British Petroleum tentang cadangan minyak bumi makin menipis.

Hal itu pula yang dikhawatirkan menjadi pemicu perebutan kekuasan karena 70 persen perang didasari oleh penguasaan sumber energi, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

"Kalau kami konversi, habisnya bukan 2056 tapi 2030, dari semua inilah maka kami harus benar-benar mulai melek, mulai lihat, krisis pangan, krisis air, krisis energi inilah sebenarnya yang menjadi persaingan yang dicari oleh negara-negara yang tidak mempunyai," jelasnya.
KOMENTAR
Berita Update
Terlibat Perampokan, Seorang Petani Ditangkap

Terlibat Perampokan, Seorang Petani Ditangkap
Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:00 wib

Bupati Apresiasi Torehan Prestasi Gudep Kampung Dalam
Rabu, 15 Agustus 2018 - 17:30 wib
59 Pejabat Administrator Dilantik

59 Pejabat Administrator Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 17:00 wib

Bupati Apresiasi Peserta Perkemahan
Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:30 wib
September, 2.500 Ha Jagung Ditanam

September, 2.500 Ha Jagung Ditanam
Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:00 wib
Alamaaak!
Salah Hadiah
Rabu, 15 Agustus 2018 - 15:57 wib

Booth Toyota Raih Penghargaan Terfavorit
Rabu, 15 Agustus 2018 - 15:50 wib

Bupati Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan
Rabu, 15 Agustus 2018 - 15:30 wib
Sosialisasikan E-LHKPN Bersama KPK
BRK Ciptakan Sistem Kerja Transparan
Rabu, 15 Agustus 2018 - 15:06 wib
Cari Berita
Politik Terbaru

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 WIB

Hari Ini, 54 Komisioner  Bawaslu Dilantik

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 WIB

Farhat Abbas  Disiapkan  untuk Lawan  Fadli Zon

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:30 WIB

Aher Gantikan Sandi Uno Terbentur UU Pilkada

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:06 WIB

Belum Ada Laporan Bacaleg Bermasalah

Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us