Depan >> Berita >> Hukum >>
DALAM SEBUAH OTT
Harta Kekayaan Oknum Kader Demokrat yang Diciduk KPK Menigkat Rp6,6 M
Sabtu, 05 Mei 2018 - 17:05 WIB > Dibaca 566 kali Print | Komentar
Harta Kekayaan Oknum Kader Demokrat yang Diciduk KPK Menigkat Rp6,6 M
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (4/5/2018), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sembilan orang.

Di antara mereka terdapat penyelenggara negara, anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019, berinisial AS. Dari data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, terungkap adanya kenaikan harta yang dimiliki AS.

Total kekayaannya meningkat hingga Rp6,6 miliar dalam kurun waktu 4 tahun. Pasalnya, kekayaannya per 1 Desember 2014, senilai Rp15,4 Miliar, sedangkan per 22 Juli 2010 harta kekayaannya hanya sebesar Rp8,8 Miliar.

Dari LHKPN itu juga terungkap kalau AS memiliki bangunan dan luas tanah dengan jumlah 13 buah yang berada di Kabupaten Kuningan, Bekasi, Jakarta Timur, dengan total Rp11,3 Miliar.

Adapun wakil rakyat fraksi Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat (Jabar) X ini juga memiliki harta bergerak, sejenis alat transportasi, antara lain, enam buah mobil bermerk toyota kijang, Ford Ranger, Honda city, Toyota Fortuner, Mitsubishi, dan honda CR-V.

Selanjutnya, ada satu motor merek Honda dan dua buah alat mesin bakery bermerek Chung Hou dan Sinmas dengan total nilai Rp1,5 miliar. Selain itu, pria kelahiran Kabupaten Kuningan tersebut juga memiliki usaha lain, seperti akupuntur, counter pulsa, cuci steam, swalayan, bakery, pijat refleksi, kantin, laundry, counter CD dan DVD, franchise kebab alibaba rafi, kedai juice, 10 ekor sapi perternakan dan 30 unit keramba perikanan dengan total Rp2,3 Miliar.

Bukan itu saja dia pun tercatat mempunyai harta bergerak lainnya, seperti logam mulia dan batu mulia senilai Rp1,8 miliar. Ada juga giro sejumlah Rp276 juta dan terkahir, dalam catatan LHKPN mempunyai hutan senilai Rp1,9 Miliar dalam bentuk pinjaman, barang dan bentuk kartu kredit.

Adapun terhadap AS dan delapan orang lainnya, saat ini, masih menjalani pemeriksaan intensif selama 1x24 jam, guna ditentukan status hukumnya.

"Sembilan orang itu sudah di kantor KPK sudah diamankan dan kami melakukan oemeriksaan secara intensif baru nanti setelah 24 jam kami akan sampaikan pada publik," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (5/5/2018). (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri
Kamis, 15 November 2018 - 17:00 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018
Kamis, 15 November 2018 - 16:15 wib
Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda

Sabhara Gagalkan Rencana Tawuran Sekelompok Pemuda
Kamis, 15 November 2018 - 16:00 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat
Kamis, 15 November 2018 - 15:45 wib
1,037 Gram Sabu dan 4,845 Pil Ekstasi
BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi
Kamis, 15 November 2018 - 15:30 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Kamis, 15 November 2018 - 15:01 wib
Banjir di Inhu Kembali Makan Korban

Banjir di Inhu Kembali Makan Korban
Kamis, 15 November 2018 - 15:00 wib
Nikmati Keramahtamahan Pemkab dan Masyarakat
Taruna Akademi AL ke Negeri Istana
Kamis, 15 November 2018 - 14:47 wib
Desember, Awal   Pemeriksaan JCH

Desember, Awal Pemeriksaan JCH
Kamis, 15 November 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Tak Langgar Hukum

Rabu, 14 November 2018 - 13:51 WIB

Murid SD Tewas Ditabrak Bus Sekolah

Rabu, 14 November 2018 - 12:06 WIB

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 20:47 WIB

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Selasa, 13 November 2018 - 16:56 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us