Peremajaan Sawit Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Jumat, 11 Mei 2018 - 14:48 WIB > Dibaca 448 kali Print | Komentar
Peremajaan Sawit Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Saut Sihombing
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau sangat mendukung langkah Presiden Republik Indonesia yang ingin meningkatkan produktivitas kelapa sawit Indonesia.

Salah satu upaya yang juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing komoditas strategis ini dilakukan melalui program peremajaan kelapa sawit rakyat.

“Kami mengapresiasi program replanting yang dilakukan Presiden,” kata Saut Sihombing, Ketua Gapki Cabang Riau usai mengikuti program peremajaan kelapa sawit rakyat di Rokan Hilir (Rohil), Riau, Rabu (9/5).

Sebagai kelanjutan peresmian program yang sudah dimulai di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 2017 lalu, kemarin Presiden Jokowi meresmikan program peremajaan kelapa sawit rakyat di Rohil.

Menurutnya, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.  Pada acara yang juga dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Presiden menyampaikan bahwa luas kebun rakyat yang akan diremajakan di seluruh tanah air mencapai 185 ribu hektare.

Dari total luasan itu, peremajaan kebun sawit di Provinsi Riau sendiri mencapai 25 ribu hektare. Untuk ma­sing-masing hektare, disediakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) se­besar Rp25 juta per hektare.

Di samping peremajaan sawit rakyat, Presiden juga memberikan sertifikat kepada petani sawit. Sertifikat ini penting untuk menghindari sengketa yang biasa terjadi di banyak tempat. “Ini yang ingin kita selesaikan cepat-cepat,” kata Presiden Jokowi di depan petani sawit Rohil.

Ia berpesan agar perangkat desa mulai dari lurah, camat membantu Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyelesaikan pemberian sertifikat tersebut.

Presiden menyebutkan, bahwa tahun lalu pemerintah menargetkan penyelesaian sebanyak 5 juta sertifikat. Tahun 2018 ini, target tersebut sebanyak 7 juta sertifikat.

Meskipun langkah-langkah awal ini dinilai baik, menurut Gapki Riau, konsistensi pemerintah dalam upaya memajukan industri sawit harus terus dilakukan. “Terutama, terkait dengan regulasi-regulasi yang dapat memberikan dampak positif bagi industri sawit nasional,” lanjut Saut Sihombing.(rls/kom)


KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Peringatan Tahun Baru   Hijriah di SD Pahlawan

Kamis, 20 September 2018 - 15:32 WIB

Angsuran Toyota  hingga 8 Tahun

Kamis, 20 September 2018 - 14:50 WIB

145 Perusahaan Ikuti  Pameran Listrik Cerdas

Kamis, 20 September 2018 - 14:34 WIB

Transmart Carrefour  Gelar Fashion Carnaval

Kamis, 20 September 2018 - 14:24 WIB

20 Model dan Ikon Tampil di Pekanbaru Runway 2018 CS Mal

Kamis, 20 September 2018 - 14:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini