KICK HOAX
Kabar Bohong ISIS Selipkan Racun pada Makanan Lewat Go-Food
Sabtu, 19 Mei 2018 - 09:53 WIB > Dibaca 273 kali Print | Komentar
Kabar Bohong ISIS Selipkan Racun pada Makanan Lewat Go-Food
(FOTO: JPG)
RIAUPOS.CO - Tragedi bom di Surabaya memunculkan kabar hoax beraneka rupa. Bahkan, ada yang sengaja mengusik ketenangan mereka dengan mengaitkan aksi terorisme dengan layanan pesan antar makanan lewat driver ojek online. Katanya, anggota ISIS menyelipkan racun pada makanan dengan menyamar sebagai driver ojek online.

Pesan itu ramai tersebar di media sosial dalam bentuk screenshot percakapan aplikasi chatting. Dalam screenshot tersebut, ada seseorang yang memperingatkan agar tidak memesan makanan lewat GoFood. GoFood merupakan salah satu layanan yang disediakan perusahaan transportasi online Go-Jek.

‘’Moms...untuk sementara jgn pesen mknan lewat gofood dl krn anggota isis itu skrg jd gojek..jd mknan diracunin...tmn sys dh kena dan skrg dibawa ke rs...”

Menurut pesan tersebut, restoran yang menjual makanan itu sebenarnya bersih semua. Makanan menjadi berbahaya lantaran petugas kurir memasukkan racun di dalamnya.

‘’Ternyta ISIS bukan bom bunuh diri lg..tp jd gojek racunin mknan. Temen sy punya sepupu...dibawa ke rs...dan meninggal. Sebaiknya jgn pesen mknan lewat gofood lg. Y baru kejadiannya. Resto nya gk blh diksh tahu..Prsh gojek yg ganti rugi. Serem lah skrg..Better jgn gofood lah,’’ tulis sang pembuat pesan.

Informasi itu sebenarnya bisa langsung dicurigai sebagai hoax. Pertama, pesan tersebut tidak berisi penjelasan detail. Misalnya, siapa korban, dirawat di rumah sakit mana, atau meninggal di mana. Pembuat pesan sengaja menyebarkan informasi seperti itu agar masyarakat susah melacak kebenarannya.

Jawa Pos kemarin mencoba meminta konfirmasi kepada pihak Go-Jek perihal pesan tersebut. Koran ini mendapat jawaban dari Nila Marita, Chief Corporate Affairs Go-Jek. Dia memastikan kabar itu hoax. Nila berharap agar masyarakat menghentikan penyebaran pesan tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan. ‘’Juga agar tidak menimbulkan kerugian bagi mitra dan pengguna layanan Go-Jek yang telah bekerja dengan jujur,’’ ujarnya.

Divisi Humas Mabes Polri juga telah menyatakan bahwa pesan tentang anggota ISIS yang memberikan racun pada makanan dengan menyamar sebagai pengemudi ojek online merupakan hoax. Meski begitu, di lini masa media sosial kemarin masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang kebenaran pesan tersebut. Mungkin si penyebar hoax itu perlu diserahkan ke ISIS biar kapok.(gun/c4/fat/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Jumat, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Jumat, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Jumat, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Real Wahid dan UIR Juara Kejurda Futsal 2018
Jumat, 21 September 2018 - 16:30 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Jumat, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib
Semangat “Culut” dari Pekanbaru Terobos hingga Luar Riau
Novi UKM Mitra Alfamart
Jumat, 21 September 2018 - 15:27 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Tiap Anggota Dewan Terima Rp200 Juta

Selasa, 18 September 2018 - 10:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us