Wonderful Indonesia
Libatkan Perempuan dan Anak-anak pada Aksi Terorisme Perbuatan Keji
Minggu, 20 Mei 2018 - 20:03 WIB > Dibaca 452 kali Print | Komentar
Libatkan Perempuan dan Anak-anak pada Aksi Terorisme Perbuatan Keji
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Terorisme yang melibatkan perempuan dan anak-anak menjadikan aksi ini makin memprihatinkan. Terakhir kasus teror bom yang terjadi di Surabaya melibatkan keluarga, suami, istri dan anak-anak. Tindakan ini dinilai sebagai perbuatan yang keji,

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Adriana Venny melihat, modus tersebut bagian dari perkembangan pergerakan teroris. Perempuan dianggap sebagai figur yang tidak terduga, sehingga lebih mudah menyusup untuk melakukan pengeboman.

"Dalam perkembangannya perempuan dilihat sebagai strategi yang ideal bagi teroris. Apalagi, ketika dia bawa anak tidak dicurigai," ujar Venny di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018).

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai keterlibatan perempuan dan anak dalam aksi teror merupakan tanggung jawab utama keluarga. Jika keluarganya sendiri tidak bisa mencegah hal itu, maka keterlibatan perempuan dan anak dalam aksi radikal tidak terelakkan.

"Ya, itu tanggung jawab keluarga sebenarnya kalau membawa anak atau perempuan yang sudah menikah dan punya suami kemudian mereka kompak bunuh diri," imbuh Mariana.

Lebih jauh Mariana menilai, tindakan tersebut sangat keji. Sehingga butuh kesadaran semua pihak untuk mencegah hal ini kembali terulang. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa ini merupakan modus pergerakan baru.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah yaitu penyuluhan deradikalisasi. Selain itu, pendidikan di sekolah-sekolah juga harus memperbanyak materi kemanusiaan.(sat) 

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update
PIALA DUNIA 2018
Jelang Laga Lawan Nigeria, Maradona Ingin Bertemu Messi Cs
Senin, 25 Juni 2018 - 18:15 wib
IMBAUAN MENRISTEKDIKTI
Saat Akun Medsos Wajib Disetorkan Mahasiswa Baru Tahun Ini
Senin, 25 Juni 2018 - 18:00 wib
USAI GELAR PERTEMUAN
Sapa "Capres Kita", Ini yang Dibahas Zulkifli Hasan dengan Prabowo
Senin, 25 Juni 2018 - 17:50 wib
PILPRES 2019
Kata Fahri Hamzah soal Pertemuan Prabowo dan Zulkifli Hasan
Senin, 25 Juni 2018 - 17:40 wib
TERTINGGI DI PEMILIHAN INTERNAL
Bukan Rahasia Umum Lagi, PKS Dorong Aher Jadi Cawapres Prabowo
Senin, 25 Juni 2018 - 17:30 wib
INVESTIGASI BERSAMA POLRI
Karamnya KM Sinar Bangun Nodai Rapor Baik Menhub pada 2018
Senin, 25 Juni 2018 - 17:10 wib
PANDANGAN FAHRI HAMZAH
Bisnis Dihambat, Prabowo Tak Punya Dana untuk Pilpres 2019?
Senin, 25 Juni 2018 - 17:00 wib
BERADA DI LUAR KEKUASAAN
Soal Kritik kepada Pemerintahan Jokowi-JK, Prabowo Akui Dilematis
Senin, 25 Juni 2018 - 16:50 wib
TAK ADA BARANG BUKTI TAMBAHAN
Dugaan Pengeroyokan oleh Kader PDIP, Polisi Periksa Tiga Saksi
Senin, 25 Juni 2018 - 16:40 wib
MENINGGAL KEMARIN
Dikebumikan Tanpa Nisan dan Bunga Jadi Pesan Terakhir Harry Moekti
Senin, 25 Juni 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Ustaz Harry Moekti Wafat

Senin, 25 Juni 2018 - 12:32 WIB

Konsumsi Bright Gas 5,5 Kg Meningkat 83 Persen

Senin, 25 Juni 2018 - 11:48 WIB

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:32 WIB

Mendadak, Usulan 27 Juni Libur Nasional

Sabtu, 23 Juni 2018 - 10:55 WIB

Bawa Sembilan Argumen Baru Permohonan  Uji Materi Presidential Threshold
Sagang Online
loading...
Follow Us