Oleh: Hj Rosnaniar
Puasa dan Karakter Bangsa
Minggu, 27 Mei 2018 - 10:27 WIB > Dibaca 1083 kali Print | Komentar
Puasa dan Karakter Bangsa
RIAUPOS.CO - Pendidikan sejak lama telah dipercayai oleh manusia sebagai cara untuk mengembangkan diri, baik hal-hal yang berkaitan dengan akademis maupun non akademis.

Bermula dari scholae-nya para filsuf di Yunani kuno terus berkembang hingga menjadi sekolah-sekolah modern yang menawarkan beragam program serta keunggulan-keunggulan yang menjanjikan masa depan yang baik.

Akan tetapi tindak kejahatan sangat banyak pula dilakukan oleh mereka berpendidikan tinggi. Kejahatan yang mereka lakukan tidak tanggung-tanggung, seperti memiskinkan jutaan orang dengan tindakan korupsi, menebang berjuta-juta hektare hutan sehingga keseimbangan alam menjadi goncang dan pada akhirnya melahirkan bencana-bencana baru yang tidak saja menelan korban harta tetapi juga nyawa manusia dan hewan.

Tak kalah menyedihkan aspek kebudayaan, negeri kita yang kaya budaya, tradisi, kesenian harus menyuruk-nyuruk di bawah lajunya invansi budaya barat yang sebagian besar tidak sesuai dengan nilai ketimuran kita.

Karena ia tak dicintai, tak disayangi, dianggap tertinggal dan kolot. Itulah sebagian karakter kita, inferior dengan hal-hal yang berbau asing. Tentu keadaan ini tidak akan pernah merubah kondisi bangsa kita agar diperhitungkan di kancah internasional.

Di sektor ekonomi, utang yang ditanggung negara kita tidaklah sedikit. Bahkan bayi yang baru lahir saja sudah punya beban hutang. Itulah sebagian kondisi negara kita, dan kepada kita semua tanggungjawab perubahan itu dibebankan.

Oleh pemerintah, hal itu dimulai dari dunia pendidikan dengan memasukkan pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam kurikulum nasional, agar nilai-nilai moral yang luhur kembali bersemi di bumi pertiwi. Budaya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kita kenalkan dengan penuh kebanggaan kepada dunia.

Setakat meng-insert karakter dan budaya bangsa saja dalam kurikulum tentu tidaklah memadai karena cakupannya demikian luas, karena itu diperlukan adanya program-program yang mendukung agar hal tersebut dapat terwujud dengan baik. Sehingga peran semua pihak sangat diharapkan, seperti orang tua, masyarakat dan sekolah.

Salah satu program untuk membangun karakter dalam Islam adalah dihadirkannya oleh Allah SWT bulan Ramadan sekali dalam setahun. Bulan Ramadan disebut juga dengan Syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan, mendidik jiwa, emosi dan fisik untuk taat kepada Allah SWT.

Bulan Ramadan mengajarkan kepada kita banyak sekali karakter positif antara lain. Pertama, nilai kejujuran karena puasa bukanlah amal yang kelihatan. Kedua, mengajarkan nilai kepedulian melalui zakat fitrah yang wajib dibayarkan oleh setiap individu muslim yang akan didistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ketiga, kemampuan menahan diri dari berperilaku dan berucap yang dapat merusak nilai puasa serta menahan diri untuk berbelanja di luar keperluan. Keempat, disiplin untuk berhenti makan (imsyak) dan berbuka sesuai dengan jadwal waktunya.

Kelima, religious. Pada bulan ini Allah SWT memberikan kesempatan untuk akselerasi amal melalui lailatul qadar yang nilai kebaikan satu malam tersebut lebih dari seribu bulan serta sunnah i’tikaf seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Seharusnya, karakter yang telah dibangun selama Ramadan melekat kuat dalam diri setiap pelaku puasa untuk bisa membawa perubahan dalam masyarakat dan bangsa Indonesia. Sehingga bangsa yang mayoritas penduduknya muslim ini mampu bangkit dari berbagai keterpurukan dan dapat menjadi bangsa yang diperhitungkan pada percaturan dunia.***

Oleh: Hj Rosnaniar, Mantan Anggota DPR RI dan Ketua KPAID Riau
KOMENTAR
Berita Update
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Panwas Copot APK di Billboard

Panwas Copot APK di Billboard
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:39 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Membasmi Mentalitas Korupsi

Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us