Bedah Mikro RSUD AA Makin Mumpuni

Ekonomi-Bisnis | Senin, 28 Mei 2018 - 10:11 WIB

Bedah Mikro RSUD AA Makin Mumpuni
BEDAH MIKRO: Tim dokter RSUD Arifin Achmad melakukan penanganan bedah mikro terhadap pasien di ruang operasi, baru-baru ini. (RSUD ARIFIN ACHMAD FOR RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sejak tiga tahun lalu, RSUD Arifin Achmad (AA) Provinsi Riau telah melakukan microvascular surgery dengan peralatan canggih dalam suatu pembedahan yang menggunakan mikroskop untuk pembesaran. Sehingga pasien yang ingin ditangani sampai pulih, tentu sudah tidak ragu lagi mendapatkan perawatan di RS kebanggaan Provinsi Riau ini.

Bedah mikro, dalam ranah bedah plastik adalah pembedahan pada microvascular, microneural, microlymphatic dan microtubular. Dalam kesehariannya biasa disebut dengan reconstructive microsurgery. Demikian diungkapkan tim dokter RSUD Arifin Achmad dr Kuswan A Pamungkas SpBP-RE bersama dr Mulyadi SpBP-RE dan dr Fakhrul Hendra SpBP-RE.

“Dalam strata menutup luka operasi, bedah mikro itu menduduki peringkat tertinggi. Dalam pelaksanaannya seperti operasi replantasi atau penyambungan kembali jika ada tangan atau kaki yang putus, serta flap bebas. Jadi operasi bedah mikro ini dikerjakan pada pasien yang mengalami kehilangan jaringan yang cukup banyak dan tidak dapat dilakukan penutupan hanya dari kulit sekitarnya,” ungkap dr Kuswan A Pamungkas kepada Riau Pos, Ahad (27/5).

Dijelaskannya, yang sering ditangani adalah pasien-pasien pascadilakukan operasi pengangkatan tumor atau kanker oleh dokter spesialis bedah tumor. Kemudian memerlukan  penanganan bedah mikro sebagai tahap selanjutnya. Dimulai sejak medio 2015 silam, RSUD Arifin Achmad terus konsisten mengerjakan operasi ini.

Alhasil selama 3 tahun berjalan sudah lebih dari 30 pasien yang disembuhkan tim dokter bedah mikro RSUD Arifin Achmad. Menurut dr Kuswan, memang keberhasilan operasi bedah mikro merupakan keberhasilan tim. Karena yang memiliki peran tidak hanya dokter bedah namun seluruh anggota tim memiliki andil dalam tindakan operasi ini.

“Operasi ini memang kurang populer karena memerlukan keterampilan dan kemauan yang melebihi rata-rata umumnya. Waktu pengerjaan operasinya yang lama, kita pernah jalani sampai 20 jam,” sambungnya.

Sementara itu, dr Fakhrul Hendra SpBP-RE menambahkan, sebagai bagian penanganan subspesialis yang dulu tidak pernah dikerjakan di RSUD Arifin Achmad karena memang rumit. Namun sekarang SDM dan peralatan RSUD sudah mampu melaksanakan sekali sepekan.

“Dulu kalau ada pasien operasi tumor, selanjutnya harus dirujuk ke Jakarta untuk bedah mikro, tapi sekarang tidak perlu lagi karena sudah bisa ditangani langsung. Di Sumatera kita paling sering mengerjakan sekarang ini dan sudah ada yang ditangani kurang lima jam,” ungkapnya.

Dengan penanganan yang sudah semakin mumpuni terhadap bedah mikro, sebagai RS plat merah, tim dokter RSUD juga memprioritaskan penanganan terhadap pasien yang menggunakan kartu layanan kesehatan, baik BPJS, KIS maupun Jamkesda.(egp/ifr)

Laporan EKA GUSMADI PUTRA, Pekanbaru




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU