PERATURAN KEMENAKER
Perusahaan yang Terlambat Berikan THR Dikenakan Tiga Sanksi Ini
Senin, 28 Mei 2018 - 17:30 WIB > Dibaca 428 kali Print | Komentar
Perusahaan yang Terlambat Berikan THR Dikenakan Tiga Sanksi Ini
Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Denda atau sanksi administratif akan dikenakan terhadap pelaku pengusaha yang terlambat membayar hak pekerja, dalam hal ini, yakni THR.

Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja,
Haiyani Rumondang, pada 2017, terdapat 3.028 pengaduan tunjangan hari raya (THR). Kemenaker membagi laporan itu menjadi 6 wilayah pengaduan.

Adapun wilayah itu, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan yang berkaitan dengan THR hanya berjumlah 412 laporan saja. Jumlah itu masih dibagi menjadi dua.

"Laporan yang dibadi menjadi dua tersebut adalah THR yang tidak dibayarkan sekitar 290 laporan dan laporan perihal THR yang dibayarkan kurang dari ketentuan sebanyak 122 laporan. Laporan atau pengaduan ini jalurnya juga dibagi menjadi dua, yakni datang langsung dan melalui media sosial," ujarnya di Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (28/5).

Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan, jika terlambat dalam memberikan THR akan dikenakan tiga sanksi.

"Yang pertama adalah perusahaan akan dikenakan denda lima persen dengan tetap wajib untuk membayarkan THR para karyawannya. Lalu yang kedua adalah dikenakan peraturan tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha," sebut Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Di samping itu, Hanif menambahkan, proses pengaduan tidak berbelit-belit. Pelapor diminta agar memberikan keterangan atau identitas diri secara jelas.

"Karena pengalaman dari tahun sebelumnya, ada identitas yang tidak cukup jelas sehingga mempuat para petugas kesulitan untuk melakukan verifikasi laporan yang masuk. Sebab, laporan ini akan diperdalam untuk mendalami kasus atau laporan yang masuk," tuntasnya. (ipy)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Sabtu, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank OCBC NISP Ajak Mahasiswa Berbagi Ide di IdeatiON 2019
PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 WIB

Kemendag Awasi 6.803 Produk

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:37 WIB

2019, ASUS Gandeng Sebastian Gunawan

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:38 WIB

Dokumen Awal RPJMD Disepakati

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini