PERATURAN KEMENAKER
Perusahaan yang Terlambat Berikan THR Dikenakan Tiga Sanksi Ini
Senin, 28 Mei 2018 - 17:30 WIB > Dibaca 378 kali Print | Komentar
Perusahaan yang Terlambat Berikan THR Dikenakan Tiga Sanksi Ini
Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Denda atau sanksi administratif akan dikenakan terhadap pelaku pengusaha yang terlambat membayar hak pekerja, dalam hal ini, yakni THR.

Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja,
Haiyani Rumondang, pada 2017, terdapat 3.028 pengaduan tunjangan hari raya (THR). Kemenaker membagi laporan itu menjadi 6 wilayah pengaduan.

Adapun wilayah itu, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan yang berkaitan dengan THR hanya berjumlah 412 laporan saja. Jumlah itu masih dibagi menjadi dua.

"Laporan yang dibadi menjadi dua tersebut adalah THR yang tidak dibayarkan sekitar 290 laporan dan laporan perihal THR yang dibayarkan kurang dari ketentuan sebanyak 122 laporan. Laporan atau pengaduan ini jalurnya juga dibagi menjadi dua, yakni datang langsung dan melalui media sosial," ujarnya di Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (28/5).

Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan, jika terlambat dalam memberikan THR akan dikenakan tiga sanksi.

"Yang pertama adalah perusahaan akan dikenakan denda lima persen dengan tetap wajib untuk membayarkan THR para karyawannya. Lalu yang kedua adalah dikenakan peraturan tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha," sebut Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Di samping itu, Hanif menambahkan, proses pengaduan tidak berbelit-belit. Pelapor diminta agar memberikan keterangan atau identitas diri secara jelas.

"Karena pengalaman dari tahun sebelumnya, ada identitas yang tidak cukup jelas sehingga mempuat para petugas kesulitan untuk melakukan verifikasi laporan yang masuk. Sebab, laporan ini akan diperdalam untuk mendalami kasus atau laporan yang masuk," tuntasnya. (ipy)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Heran, Pertanyakan Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 M

Heran, Pertanyakan Transaksi Riau Expo 2018 Capai Rp20 M
Selasa, 13 November 2018 - 08:09 wib
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Untuk Pemerataan Ekonomi
Maksimalkan Melalui Produk Unggulan
Selasa, 12 November 2018 - 21:00 wib

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi
Selasa, 12 November 2018 - 20:30 wib

Tausiah UAS Banjir Jamaah
Selasa, 12 November 2018 - 20:00 wib
Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Transaksi Harian Saham Anjlok 1,89 Persen
Selasa, 12 November 2018 - 19:00 wib

Cukai Rokok Batal Naik, Target Pajak Sulit Tercapai
Selasa, 12 November 2018 - 18:00 wib

PT Pekanperkasa Promo Spesial Akhir Tahun
Selasa, 12 November 2018 - 17:00 wib

KPP Pratama Bangkinang Edukasi Siswa lewat Pajak Bertutur
Selasa, 12 November 2018 - 16:30 wib
KPU Riau Belum Cetak APK
Empat Parpol Belum Selesaikan Desain
Selasa, 12 November 2018 - 16:00 wib

Garbi Harus Bantu Masyarakat Riau
Selasa, 12 November 2018 - 15:37 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Daihatsu Jelajah Hangatnya Minyak Kayu Putih dan Pantai Jikumerasa
Koleksi dari Paris, Boutique Si.Se.Sa Dibuka di Kota Pekanbaru
Holding Migas Jadikan PGN Pemain Kelas Dunia

Sabtu, 10 November 2018 - 11:06 WIB

KITB Penopang Ekonomi Riau ke Depan

Jumat, 09 November 2018 - 11:45 WIB

Telkomsel Hadirkan Bundling TAU Lite 6 Plus Hanya Rp 10 Dapat Paket 6 GB
Sagang Online
loading...
Follow Us