Depan >> Berita >> Hukum >>
PEMBAHASAN MENGENDAP DI DPR
RUU Larangan Miras Masih Belum Disahkan, Begini Kecurigaan MUI
Rabu, 30 Mei 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 490 kali Print | Komentar
RUU Larangan Miras Masih Belum Disahkan, Begini Kecurigaan MUI
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Aturan soal peredaran minuman beralkohol atau miras yang mengendap pembahasannya di DPR menuai komentar pedas dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI curiga ada yang sengaja menghambat pembahasan RUU Larangan Minuman Keras (Miras) itu. Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Zainut Tauhid Sa’adi, RUU Larangan Miras sebetulnya sudah lama dibahas di DPR.

Meski begitu, imbuhnya, sejauh ini belum ada tanda-tanda akan segera dirampungkan. Padahal, RUU itu sangat ditunggu masyarakat mengingat sudah banyak korban nyawa yang berjatuhan akibat minuman keras.

"Kami heran di negara Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, peredaran miras begitu bebas, tidak ada undang-undang yang mengaturnya. Di negara barat yang liberal saja pengaturannya sangat ketat, tidak semua orang bisa memproduksi dan mengonsumsi miras secara bebas di sembarang tempat," ujarnya, Rabu (30/5/2018).

Oleh sebab itu, MUI menduga ada pihak-pihak yang tidak ingin RUU ini segera selesai, sebab bakal ada kelompok yang kepentingannya terganggu. Zainut sendiri meminta kepada Panitia Kerja (Panja) RUU Larangan Miras untuk secara terbuka dan transparan melaporkan kepada publik mengapa pembahasan RUU itu macet.

Hal itu agar masyarakat tahu dengan jelas fraksi-fraksi apa saja yang mendukung dan yang menghambat pembahasan RUU tersebut.

"Dibuka saja biar publik tahu. MUI akan terus mengawal pembahasan RUU ini secara cermat dan serius karena RUU ini sangat penting untuk mengatur regulasi Miras di negeri ini," sebutnya.

Ditegaskannya, jika diperlukan MUI akan melakukan konsolidasi dengan ormas-ormas Islam dan semua komponen bangsa untuk melakukan aksi unjuk rasa meminta dipercepatnya pembahasan dan pengesahannya. (aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Sabtu, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 WIB

Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini