Golput, Insentif PNS Terancam Dipotong
Selasa, 05 Juni 2018 - 11:14 WIB > Dibaca 462 kali Print | Komentar
Golput, Insentif PNS Terancam Dipotong
internet
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru  akan mengedarkan surat instruksi agar pegawai negari sipil (PNS) menggunakan hak suara pada Pilkada Riau 27 Juni mendatang. Bagi pegawai yang memilih golongan putih (golput) atau tak memberikan suara, terancam menerima sanksi berupa pemotongan insentif.

Demikian diungkapkan Asisten I Bidang Pemerintah Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru Azwan kepada Riau Pos, Senin (4/6). Ia mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan surat intruksi tersebut sebelum diedarkan kepada pegawai maupun tenaga harian lepas (THL). “Sudah, itu sudah siap, tinggal menunggu ditandatangi dan diberikan nomornya,” ujar Azwan.

Lanjut Azwan, surat tersebut nantinya diberikan melalui kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD), selanjutnya untuk disampaikan kepada seluruh pegawai. Lalu sambung mantan Kadisperindag Kota Pekanbaru, pegawai yang telah menggunakan hak suaranya pada Pilgubri diminta menunjukkan bukti bahwasanya telah melakukan pemilihan.

“Pegawai yang menggunakan hak suaranya, nanti kepala OPD akan meminta buktinya,” tambah Azwan.

Bagi pegawai tidak menggunakan hak suara atau golput maka akan dijatuhi sanksi. Namun ketika disinggung mengenai sanksi yang diberikan Azwan belum dapat menjawabnya secara pasti‎.

“Bisa teguran tertulis, lisan atau insentifnya dipotong,” imbuh mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.

Dijelaskan Asisten I Bidang Pemerintahan, dasar ada instruksi tersebut lantaran pelaksanaan Pilkada ditetapkan sebagai libur nasional. Supaya setiap warga negara yang dapat menggunakan hak pilihnya. Akan tetapi kata Azwan, ada indikasi hari libur  tersebut disalahgunakan pegawai.

“Hari itu digunakan untuk pergi jalan-jalan, ada indikasi seperti itu. Bahkan hasil penelitian dari KPU, partipasi pemilih dari kalangan pegawai rendah, ketimbang pedagang kaki lima. Ini sangat luar biasa, maka kita ingin pegawai mesti memberikan contoh yang baik,”paparnya

Sementara itu terhadap perusahaan-perusahaan dan pelaku usaha, Azwan menyampaikan, pihaknya akan meminta agar memberikan waktu bagi karyawan melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS). ‎Kita sudah meminta Disnaker (Dinas Tenaga Kerja, red) untuk menyampaian ke perusahaan-perusahaan,” jelas Asisten I Bidang Pemerintahan.

Sedangkan bagi pusat perbelanjaan dan mall yang ada di Kota Bertuah, diminta beroperasi setelah pelaksanaan pemungutan suara berakhir. “Kami akan beri intruksi. Apakah nanti buka di atas pukul 12.00 WIB, setelah karyawan menggunakan hak suara. ‎Ini semua kita lakukan supaya partisipasi pemilih di Kota Pekanbaru tertinggi,” pungkas Azwan.(rir)


KOMENTAR
Berita Update

Syamsuar : Selamat Hari Jadi Ke-16 Kepri
Rabu, 26 September 2018 - 20:00 wib

Liga Dihentikan Selama Dua Pekan
Rabu, 26 September 2018 - 19:30 wib

2 Bek Andalan Persebaya Absen Lawan Arema FC
Rabu, 26 September 2018 - 19:00 wib
Dihantui Rasa Bersalah, Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri

Dihantui Rasa Bersalah, Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri
Rabu, 26 September 2018 - 18:45 wib

Honorer Tetap Diperlukan
Rabu, 26 September 2018 - 18:30 wib

MTQ Sejalan dengan Program Magrib Mengaji
Rabu, 26 September 2018 - 18:15 wib

Atlet Kuansing Sumbangkan Dua Medali
Rabu, 26 September 2018 - 18:00 wib

Bupati Hadiri Purnatugas Gubernur Riau
Rabu, 26 September 2018 - 17:45 wib

Bupati Serahkan 10 Sertifikat Tanah Waqaf
Rabu, 26 September 2018 - 17:30 wib

Siswa Se-Kecamatan Siak Bersalawat
Rabu, 26 September 2018 - 17:15 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Honorer Tetap Diperlukan

Rabu, 26 September 2018 - 18:30 WIB

Deklarator Go Prabu Tak Sekelas Agus Gumiwang

Rabu, 26 September 2018 - 15:19 WIB

Semua Daerah Rawan Politik Uang

Rabu, 26 September 2018 - 15:07 WIB

DPRD Belum Jadwalkan Paripurna Penetapan Gubri Definitif
Pertarungan Pilpres Pemilih Milenial Berbasis Big Data

Rabu, 26 September 2018 - 08:51 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us