LAPORKAN SEBUAH AKUN TWITTER
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:20 WIB > Dibaca 340 kali Print | Komentar
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebuah akun twitter bernama @Hulk_idn dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Itu karena akun tersebut menyebarkan berita hoax Grace berhubungan asmara dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, imbuh Grace, postingan akun itu mengarah ke pelecehan seksual.

"Dikatakan saya punya hubungan khusus dengan Pak Ahok. Dalam hal ini hubungan asmara sampai dengan suami istri dan dia klaim punya video itu. Jadi, ini sesuatu yang ngawur banget, ngarangnya luar biasa," katanya, sebagaimana dikutip dari JawaPos.com, Kamis (7/6/2018).

Dia menerangkan, akun itu memposting berita hoax tentang dirinya sejak beberapa hari lalu. Akan tetapi, hal itu dilakukan secara terus menerus. Karena merasa tidak nyaman dan dapat membunuh karakternya wanita yang memimpin PSI, akhirnya Grace memutuskan untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

"Mau dilaporkan karena itu dilakukan terus menerus dan ternyata lumayan viral. Nggak cuma narasi dan juga foto-foti, dia mengklaim ada video juga. Itu semua kebohongan," jelasnya.

Dijelaskannya, postingan itu sudah mulai membentuk opini di publik bahwa apa yang dinarasikan seolah-olah benar. Kerja akun itu pun terbilang sistematis. Bahkan, lebih dari satu orang.

"Karena ini ada timnya, kerjanya rapih. satu melemparkan kemudian disamber dengan yang lain kemudian di-attach ke twitter, mereka saling sambut menyambut. Jadi, keliatan banget ini terorganisir," paparnya.

Lebih jauh, dia menduga ada motif politik di balik itu semua. Mengingat sekarang sudah memasuki tahun politik.

"Iya (ada motif politik) karena postingan ini semua temanya politik," bebernya.

Karena itu, dia menilai hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, menurutnya cara-cara yang buruk dalam berpolitik, apalagi terhadap partisipasi perempuan.

"Nggak boleh dengan cara-cara seperti ini. Nggak beradab apalagi di saat kami ingin tingkatkan partisipasi perempuan di politik. Gimana perempuan mau banyak, baru mau maju aja sudah diginiin," cetusnya.

Dia menambahkan, jika dibiarkan, publik akhirnya jadi tidak netral menentukan pilihan.

"Akhirnya bukan melihat program, kompetensi tapi melihat beginian. Akhirnya kualitas demokrasi kita jadi jelek, jadi turun," tutupnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Selasa, 25 September 2018 - 18:39 WIB

Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Selasa, 25 September 2018 - 16:56 WIB

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini