LAPORKAN SEBUAH AKUN TWITTER
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:20 WIB > Dibaca 367 kali Print | Komentar
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebuah akun twitter bernama @Hulk_idn dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Itu karena akun tersebut menyebarkan berita hoax Grace berhubungan asmara dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, imbuh Grace, postingan akun itu mengarah ke pelecehan seksual.

"Dikatakan saya punya hubungan khusus dengan Pak Ahok. Dalam hal ini hubungan asmara sampai dengan suami istri dan dia klaim punya video itu. Jadi, ini sesuatu yang ngawur banget, ngarangnya luar biasa," katanya, sebagaimana dikutip dari JawaPos.com, Kamis (7/6/2018).

Dia menerangkan, akun itu memposting berita hoax tentang dirinya sejak beberapa hari lalu. Akan tetapi, hal itu dilakukan secara terus menerus. Karena merasa tidak nyaman dan dapat membunuh karakternya wanita yang memimpin PSI, akhirnya Grace memutuskan untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

"Mau dilaporkan karena itu dilakukan terus menerus dan ternyata lumayan viral. Nggak cuma narasi dan juga foto-foti, dia mengklaim ada video juga. Itu semua kebohongan," jelasnya.

Dijelaskannya, postingan itu sudah mulai membentuk opini di publik bahwa apa yang dinarasikan seolah-olah benar. Kerja akun itu pun terbilang sistematis. Bahkan, lebih dari satu orang.

"Karena ini ada timnya, kerjanya rapih. satu melemparkan kemudian disamber dengan yang lain kemudian di-attach ke twitter, mereka saling sambut menyambut. Jadi, keliatan banget ini terorganisir," paparnya.

Lebih jauh, dia menduga ada motif politik di balik itu semua. Mengingat sekarang sudah memasuki tahun politik.

"Iya (ada motif politik) karena postingan ini semua temanya politik," bebernya.

Karena itu, dia menilai hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, menurutnya cara-cara yang buruk dalam berpolitik, apalagi terhadap partisipasi perempuan.

"Nggak boleh dengan cara-cara seperti ini. Nggak beradab apalagi di saat kami ingin tingkatkan partisipasi perempuan di politik. Gimana perempuan mau banyak, baru mau maju aja sudah diginiin," cetusnya.

Dia menambahkan, jika dibiarkan, publik akhirnya jadi tidak netral menentukan pilihan.

"Akhirnya bukan melihat program, kompetensi tapi melihat beginian. Akhirnya kualitas demokrasi kita jadi jelek, jadi turun," tutupnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Telkomsel Raih Dua Penghargaan Tingkat Asia Pasifik
Sabtu, 17 November 2018 - 11:01 wib

Harimau Terjebak di Kolong Ruko, Berhasil Diselamatkan
Sabtu, 17 November 2018 - 09:50 wib

Toyota Posisi Teratas untuk Fitur Keselamatan
Sabtu, 17 November 2018 - 09:48 wib

Dua Kecamatan Masih Terendam
Sabtu, 16 November 2018 - 17:30 wib
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Sabtu, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Sabtu, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Sabtu, 16 November 2018 - 16:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Menteri Keamanan Siber Jepang Ternyata Tak Mengerti Komputer
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 WIB

Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia

Jumat, 16 November 2018 - 14:30 WIB

MTQ Ajang Tingkatkan Kesadaran Beragama

Jumat, 16 November 2018 - 14:15 WIB

Dukung Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

Jumat, 16 November 2018 - 13:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us