LAPORKAN SEBUAH AKUN TWITTER
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:20 WIB > Dibaca 434 kali Print | Komentar
Ketum PSI Bantah Tudingan Punya Hubungan Intim dengan Ahok
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sebuah akun twitter bernama @Hulk_idn dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Itu karena akun tersebut menyebarkan berita hoax Grace berhubungan asmara dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bahkan, imbuh Grace, postingan akun itu mengarah ke pelecehan seksual.

"Dikatakan saya punya hubungan khusus dengan Pak Ahok. Dalam hal ini hubungan asmara sampai dengan suami istri dan dia klaim punya video itu. Jadi, ini sesuatu yang ngawur banget, ngarangnya luar biasa," katanya, sebagaimana dikutip dari JawaPos.com, Kamis (7/6/2018).

Dia menerangkan, akun itu memposting berita hoax tentang dirinya sejak beberapa hari lalu. Akan tetapi, hal itu dilakukan secara terus menerus. Karena merasa tidak nyaman dan dapat membunuh karakternya wanita yang memimpin PSI, akhirnya Grace memutuskan untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

"Mau dilaporkan karena itu dilakukan terus menerus dan ternyata lumayan viral. Nggak cuma narasi dan juga foto-foti, dia mengklaim ada video juga. Itu semua kebohongan," jelasnya.

Dijelaskannya, postingan itu sudah mulai membentuk opini di publik bahwa apa yang dinarasikan seolah-olah benar. Kerja akun itu pun terbilang sistematis. Bahkan, lebih dari satu orang.

"Karena ini ada timnya, kerjanya rapih. satu melemparkan kemudian disamber dengan yang lain kemudian di-attach ke twitter, mereka saling sambut menyambut. Jadi, keliatan banget ini terorganisir," paparnya.

Lebih jauh, dia menduga ada motif politik di balik itu semua. Mengingat sekarang sudah memasuki tahun politik.

"Iya (ada motif politik) karena postingan ini semua temanya politik," bebernya.

Karena itu, dia menilai hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, menurutnya cara-cara yang buruk dalam berpolitik, apalagi terhadap partisipasi perempuan.

"Nggak boleh dengan cara-cara seperti ini. Nggak beradab apalagi di saat kami ingin tingkatkan partisipasi perempuan di politik. Gimana perempuan mau banyak, baru mau maju aja sudah diginiin," cetusnya.

Dia menambahkan, jika dibiarkan, publik akhirnya jadi tidak netral menentukan pilihan.

"Akhirnya bukan melihat program, kompetensi tapi melihat beginian. Akhirnya kualitas demokrasi kita jadi jelek, jadi turun," tutupnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Jadi Buruh Batu Bata hingga Jual Gorengan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:53 wib
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Terkait Perda CSR
Dewan Minta Direalisasikan Tahun Ini
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 wib
Masih Kurang Tujuh  Unit Komputer

Masih Kurang Tujuh Unit Komputer
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:40 wib
Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan

Hasil Audit Belum Keluar, Ranperda PPJ Urung Disahkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:35 wib
Pengajuan NIP CPNS Serentak

Pengajuan NIP CPNS Serentak
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:30 wib
Assessment Pertengahan Tahun
Pejabat Diberi Waktu Enam Bulan
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:25 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Dugaan Kartel Maskapai Masuk Tahap Penelitian

Rabu, 23 Januari 2019 - 09:45 WIB

Supermoon Bakal Terjadi 3 Kali

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:44 WIB

BKPM Siap Bekukan Izin VFS Tasheel Indonesia

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:41 WIB

Bupati Temui Kemenristek Dikti

Senin, 21 Januari 2019 - 11:05 WIB

Caesar Dicurigai Ada Kecurangan

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us