Depan >> Berita >> Hukum >>
SETELAH 38 TAHUN BERKARIER
Saat Rawat Setya Novanto, Dokter Bimanesh Akui Temui Keganjilan
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:50 WIB > Dibaca 356 kali Print | Komentar
Saat Rawat Setya Novanto, Dokter Bimanesh Akui Temui Keganjilan
Dokter Bimanesh Sutarjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018)., dijalani dokter Bimanesh Sutarjo.

Terdakwa perkara dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP itu dalam persidangan tersebut mengaku selama 38 tahun berkarier sebagai dokter tidak pernah menemukan keganjilan seperti perawatan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Dia bahkan mengklaim, tidak tahu betul soal pemesanan kamar untuk mantan ketua DPR itu.

"Saya betul-betul tidak pernah tahu bahwa ada rencana pemesanan kamar sampai ke VIP, padahal pasien belum datang," ujarnya kepada majelis hakim.

Dia menerangkan, kala itu Fredrich meneleponnya dan menanyakan kamar inap yang kosong di tempatnya bertugas. Akan tetapi, dia menilai pihak RS Medika Permata Hijau sangat terbuka untuk merawat Novanto.

"Tapi saya nggak pernah menunjuk kamar yang mahal atau apa. Jadi, memang customnya kita gitu biasanya, bukan memesan kamar. Kok dari pihak rumah sakit ada demikian besar perhatiannya sampe seperti itu," tuturnya.

Dalam merawat Novanto, sambungnya, dirinya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) sebagai seorang dokter dalam merawat pasien. Kata dia, dirinya tidak pernah memerintahkan Novanto untuk tidak mendapat perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

"Maaf sekali yang mulia, maaf sekali. Saya nggak bilang kalau pasien langsung dibawa ke atas, saya kan tahu prosedur yang mulia. Saya nggak mau melanggar prosedur itu, tetap semua pasien harus masuk lewat UGD. SOP itu tetap di atas segalanya," tandasnya.

Jaksa KPK dalam perkara itu mendakwa Bimanesh menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yang menyeret Novanto. Dia disebut bekerja sama dengan Fredrich Yunadi. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

Akibat perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Selasa, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Selasa, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Selasa, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Selasa, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Selasa, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Selasa, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Selasa, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Selasa, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Selasa, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Selasa, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us