Distribusi Elpiji 3 Kg Tetap Diawasi

Pekanbaru Sabtu, 09 Juni 2018 - 10:09 WIB

(RIAUPOS.CO) - BUKAN hanya sembilan bahan pokok (sembako) yang patut menjadi perhatian menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Tetapi elpiji 3 kilogram bersubsidi juga rawan kelangkaan. Gas elpiji yang terkenal dengan julukan si melon ini, kerap menghilang bila datang hari libur panjang atau pun hari besar lainnya.

Menghilangnya elpiji bersubsidi di masyarakat, kerap menjadi kontroversial. Pasalnya, di tingkat penyalur pertama yaitu Pertamina tidak pernah kekurangan stok. Begitu juga di tingkat agen atau pangkalan besar yang menjual elpiji kepada masyarakat.

Tapi, kerap di tengah masyarakat, baik penjual eceran atau agen kecil sampai pengguna, keberadaan gas elpiji tidak ada atau kosong.

Plt Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyebutkan, berdasarkan laporan dari Pertamina stok elpiji 3 kg mencukupi. “Namun distribusinya ini menjadi masalah jika stok mencukupi dari Pertamina.

Bahkan Pertamina juga melakukan operasi pasar untuk antisipasi kelangkaan,” kata Ayat kepada Riau Pos di sela-sela melakukan sidak jelang hari raya di beberapa titik, Jumat (8/6).

Pihaknya juga sudah membentuk tim terpadu untuk pengawasan penyaluran gas elpiji.  Sebelum bulan Ramadan lalu tim sudah terbentuk dan bekerja mengawasi gas elpiji selama. “Tim ini terbentuk agar tidak terjadi kelangkaan dan masyarakat tidak menjerit selama Ramadan,” kata Ayat.

Bahkan, kata Ayat, tim yang terbentuk ini ada berbagai lintas sektor yang tergabung di antaranya pihak kepolisian, pemerintah, Bhabinkamtibnas dan sektor lainnya. Nantinya, tugas dari tim tersebut akan melakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan secara ketat terhadap pihak di luar warga kurang mampu serta mekanisme distribusi gas melon agar tepat sasaran.

Persoalan terjadinya kelangkaan gas elpiji, kata Ayat, banyaknya pengusaha besar di Pekanbaru menggunakan gas subsidi tersebut.(gem)

Laporan DEBSY MEDYA SEPTIANI, Kota





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook