Menakar Kekuatan Teater
Minggu, 10 Juni 2018 - 11:55 WIB > Dibaca 1461 kali Print | Komentar
Menakar Kekuatan Teater
(ILUSTRASI RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Para sutradara dan aktor tak pernah berhenti berproses. Berdiskusi, berlatih, dan berupaya keras menemukan formula jitu untuk melahirkan karya hingga saat yang dinantikan tiba. Tak terkecuali, 10 komunitas yang akan menyuguhkan karya terbaik mereka di Ajang Teater Sumatera (ATS) III pada 28-30 Juni mendatang.

Ajang Teater Sumatera atau disingkat ATS memasuki tahun ketiga. Perhelatan yang digagas Lembaga Teater Selembayung dan didanai sepenuhnya Dinas Pariwisata Riau ini, menjadi ruang yang ditunggu-tunggu para sutradara dan aktor. Tak tanggung-tanggung, tahun ini, helat itu diikuti berbagai komunitas dari empat pulau besar di Indonesia.

Komunitas yang akan mendedahkan karya di helat bergengsi itu antara lain; Lembaga Teater Selembayung, Teater Jelaga, dan UKM Batra (Riau). Kemudian Teater Sakata dan Komunitas Hitam Putih Padangpanjang (Sumbar), serta Teater Jengkal (Bengkulu). Satu komunitas lain batal ambil bagian, Teater Satu (Lampung) karena mengikuti helat teater pula pada waktu bersamaan. Komunitas-komunitas ini dianggap mewakili Sumatera.

Sedang dua komunitas Lab Teater Ciputat (Jakarta) dan Kalanari Theatre Movement (Jogjakarta) mewakili komunitas Pulau Jawa. Sementara itu, Kala Teater (Makasar) mewakili Sulawesi, dan Teater Tembak (Pontianak) mewakili Kalimantan. Palingtidak, empat komunitas luar Sumatera bisa menjadi pembanding atas gairah dunia teater di Sumatera.

"Untuk penamaan helat ini, tetap kami pertahankan dengan Sumatera. Sedang untuk komunitas yang diundang bisa dari mana saja, termasuk komunitas luar negeri. Harusnya, ATS lll ini, akan tampil dua komunitas luar dari Australia dan Jepang. Karena ada perubahan jadwal, maka keduanya batal ambil bagian. Intinya, kami ingin menjadikan Sumatera, khususnya Riau menjadi tujuan pagelaran karya teater terbaik setiap tahunnya" ulas Direktur Festival ATS, Fedli Azis.

Mengenal Suzuki Method
Jika ATS l (2016) dan ll (2017) lalu, di samping pagelaran karya, juga ada diskusi kreatif seputar pengkaryaan, maka tahun ini, selain diskusi juga digelar workshop. Tujuannya untuk memberi support serta melibatkan lebih banyak komunitas teater sebagai bagian penting perhelatan ini. Tidak hanya komunitas, workshop tersebut juga melibatkan pelajar dan mahasiswa yang sedang dan ingin belajar dunia seni peran.


KOMENTAR
Berita Update
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Kendi Harahap: Terminal Kewenangan Kemenhub
BRPS Sepi, Bus dan Travel Tak Masuk Terminal
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:00 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib

Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Meningkat
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:44 wib
Panwas Copot APK di Billboard

Panwas Copot APK di Billboard
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:39 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
"Padang Perburuan" dan Panggung Hening Taman Budaya

Minggu, 20 Januari 2019 - 20:29 WIB

Mengeluh, Jalan Menuju Kematian

Minggu, 20 Januari 2019 - 20:20 WIB

Seni dan Budaya Melayu Dilestarikan Bersama

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:45 WIB

Petir Jagung

Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Ajang Pamerkan Karya Seni

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us