Menakar Kekuatan Teater
Minggu, 10 Juni 2018 - 11:55 WIB > Dibaca 959 kali Print | Komentar
Menakar Kekuatan Teater
(ILUSTRASI RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Para sutradara dan aktor tak pernah berhenti berproses. Berdiskusi, berlatih, dan berupaya keras menemukan formula jitu untuk melahirkan karya hingga saat yang dinantikan tiba. Tak terkecuali, 10 komunitas yang akan menyuguhkan karya terbaik mereka di Ajang Teater Sumatera (ATS) III pada 28-30 Juni mendatang.

Ajang Teater Sumatera atau disingkat ATS memasuki tahun ketiga. Perhelatan yang digagas Lembaga Teater Selembayung dan didanai sepenuhnya Dinas Pariwisata Riau ini, menjadi ruang yang ditunggu-tunggu para sutradara dan aktor. Tak tanggung-tanggung, tahun ini, helat itu diikuti berbagai komunitas dari empat pulau besar di Indonesia.

Komunitas yang akan mendedahkan karya di helat bergengsi itu antara lain; Lembaga Teater Selembayung, Teater Jelaga, dan UKM Batra (Riau). Kemudian Teater Sakata dan Komunitas Hitam Putih Padangpanjang (Sumbar), serta Teater Jengkal (Bengkulu). Satu komunitas lain batal ambil bagian, Teater Satu (Lampung) karena mengikuti helat teater pula pada waktu bersamaan. Komunitas-komunitas ini dianggap mewakili Sumatera.

Sedang dua komunitas Lab Teater Ciputat (Jakarta) dan Kalanari Theatre Movement (Jogjakarta) mewakili komunitas Pulau Jawa. Sementara itu, Kala Teater (Makasar) mewakili Sulawesi, dan Teater Tembak (Pontianak) mewakili Kalimantan. Palingtidak, empat komunitas luar Sumatera bisa menjadi pembanding atas gairah dunia teater di Sumatera.

"Untuk penamaan helat ini, tetap kami pertahankan dengan Sumatera. Sedang untuk komunitas yang diundang bisa dari mana saja, termasuk komunitas luar negeri. Harusnya, ATS lll ini, akan tampil dua komunitas luar dari Australia dan Jepang. Karena ada perubahan jadwal, maka keduanya batal ambil bagian. Intinya, kami ingin menjadikan Sumatera, khususnya Riau menjadi tujuan pagelaran karya teater terbaik setiap tahunnya" ulas Direktur Festival ATS, Fedli Azis.

Mengenal Suzuki Method
Jika ATS l (2016) dan ll (2017) lalu, di samping pagelaran karya, juga ada diskusi kreatif seputar pengkaryaan, maka tahun ini, selain diskusi juga digelar workshop. Tujuannya untuk memberi support serta melibatkan lebih banyak komunitas teater sebagai bagian penting perhelatan ini. Tidak hanya komunitas, workshop tersebut juga melibatkan pelajar dan mahasiswa yang sedang dan ingin belajar dunia seni peran.


KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Puisi Inspirasi Tiada Henti

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:42 WIB

Spirit Lokal dari Ceruk Kampung

Minggu, 05 Agustus 2018 - 15:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us