Oleh Dr H Suryan A Jamrah MA
Membasmi Mentalitas Korupsi
Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB > Dibaca 1315 kali Print | Komentar
Membasmi Mentalitas Korupsi
RIAUPOS.CO - Korupsi, korupsi, korupsi, gratifikasi, gratifikasi, gratifikasi, itulah berita hangat yang dibaca dan didengar rakyat setiap hari. Korupsi dan gratifikasi nampaknya sudah menjadi penyakit kronis, terutama menjangkiti oknum penyelenggara pemerintahan  negeri ini. Sempena dibentuknya  lembaga independen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era reformasi, justru bau busuk korupsi dan gratifikasi mulai tercium santer di lembaga yang pernah disebut superbody ini.

Semakin meyakinkan kita bahwa korupsi bisa terjadi di mana-mana bukan oleh lembaga tetapi oleh orang-orang yang menjalankan tugas lembaga itu sendiri, tidak peduli di lembaga yang bernama KPK.

Korupsi bukan penyakit lembaga tetapi penyakit mental dan dekadensi moral manusia. Manusia yang busuk moralnya, apa lagi yang bertugas di lembaga superbody, justru dapat melakukan korupsi yang lebih besar lagi. Kekuasaan yang sangat besar mungkin  akan dimanfaatkan oknum untuk melakukan korupsi yang besar lagi atau untuk melindungi  para  koruptor besar dan  terjadilah kolusi antara penegak hukum dan pelaku korupsi.

Maka tidak heran kalau ada yang memplesetkan akronim KPK menjadi “Komisi Pelindung Koruptor”. Ya, apa lah arti nama dan fungsi sebuah institusi, kalau manusia yang menjalankan fungsi institusi  tersebut adalah orang-orang kotor yang juga bermental koruptor.

Kesimpulannya adalah bahwa pemberantasan korupsi di negeri ini seyogianya dilakukan tidak cukup dengan membentuk atau menambah lembaga penegak hukum, termasuk lembaga independen yang superbody seperti KPK, tetapi yang paling utama  adalah membentuk dan memperbaiki karakter atau mentalitas manusia bangsa Indonesia. Lembaga tidak mampu memperbaiki mentalitas manusia, tetapi manusia yang bermoral bisa memperbaiki peran dan fungsi suatu lembaga.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong seseorang melakukan korupsi.  Pertama, seseorang telah terjajah oleh nafsu serakah. Dunia seisinya tidak pernah  cukup bagi satu orang manusia yang serakah. Kedua, karena ada kekuasaan atau kewenangan. Ketiga, ada kesempatan.

Keempat, merasa perbuatannya tidak diketahui dan tidak diawasi oleh siapa pun, sehingga tindak korupsi dianggap rahasia kelompok atau pribadi, walau ada pribahasa yang berfatwa bahwa sepandai-pandai menyimpan bangkai baunya akan tercium juga.

Keempat faktor penyebab tindak korupsi ini semua bersumber pada dan merupakan penyakit mental manusia bukan pada lembaga. Penyakit mental atau krisis moral ini  hanya dapat dibasmi  melalui  pembinaan dan pendidikan spiritual. Nilai-nilai pendidikan mental spiritual dimaksud dapat ditemukan, antara lain, pada hikmah ibadah puasa Ramadan.


KOMENTAR
Berita Update
Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat

Orba Jadi Alat untuk Takut-Takuti Rakyat
Selasa, 20 November 2018 - 19:30 wib
Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018

Kemenpan RB Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018
Selasa, 20 November 2018 - 18:51 wib
Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama

Transaksi Mencurigakan Tokoh Agama
Selasa, 20 November 2018 - 18:25 wib
Surat Suara Lebih Besar dari Koran

Surat Suara Lebih Besar dari Koran
Selasa, 20 November 2018 - 17:54 wib

2 Hafiz Rohul Raih Juara di MHQ ASEAN
Selasa, 20 November 2018 - 17:38 wib
Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor

Granadi Disita, DPP Partai Berkarya Pindah Kantor
Selasa, 20 November 2018 - 17:32 wib

Sabu Rp4 M Disimpan dalam Tas Ransel
Selasa, 20 November 2018 - 17:22 wib
Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk

Dua Mahasiswi Tewas Ditabrak Truk
Selasa, 20 November 2018 - 15:00 wib

Pemkab Komit Kelola Lahan Gambut
Selasa, 20 November 2018 - 14:30 wib

TP PKK Berikan Penanganan Stunting di 10 Desa
Selasa, 20 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Bengkel Rohani

Sabtu, 09 Juni 2018 - 14:05 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us