USUNG ISU REFORMASI
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Jusuf Kalla Minta Hak Veto Dihilangkan
Selasa, 12 Juni 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 393 kali Print | Komentar
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Jusuf Kalla Minta Hak Veto Dihilangkan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (JPNN)
TOKYO (RIAUPOS.CO) - Reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salah satunya adalah menghilangkan hak Veto lima negara yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, didorong oleh Wapres Jusuf Kalla.

Adapun Indonesia yang beberapa waktu lalu disahkan menjadi anggota tidak tetap DK PBB akan mengusung isu reformasi itu. Menurutnya, sebenarnya bukan hanya Indonesia yang menginginkan adanya reformasi itu, melainkan banyak negara juga menyerukan hal yang sama.

"Salah satunya menghilangkan hak veto lima negara. Itu bukan hanya Indonesia, tapi upaya bersama untuk me-reform PBB," katanya usai tiba di Bandar Udara internasional Narita,Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018).

Diketahui, lima negara yang menjadi anggota tetap DK PBB, yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Perancis. Adapun hak veto merupakan hak untuk membatalkan resolusi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan.

"Memang masalahnya selalu di situ, kalau kami bicara Palestina selalu diveto Amerika. Kalau bicara tentang negara yang kontra Rusia diveto Rusia," tuturnya.

Diterangkannya, Indonesia kembali terpilih sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk yang keempat kalinya. Dia menyebut, PBB memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia.

“Ini sangat strategis apalagi kami sebagai negara yang besar tentu sangat penting posisi ini. Karena banyak masalah-masalah yang dapat kami bicarakan langsung apabila menjadi anggota DK. kalau tidak menjadi anggota DK,ya, itu tinggal di majelis umum aja, atau di institusi-institusi PBB lainnya,” sebutnya.

Diterangkannya, DK itu satu tingkat di bawah majelis umum. Jika dianalogikan dengan organisasi, DK itu pengurus hariannya, yang bekerja sepanjang waktu apabila ada masalah-masalah di dunia ini.

Dengan masuknya Indonesia sekarang ini, selama dua tahun Indonesia harus aktif membahas, menyelesaikan masalah-masalah dunia.

“Jadi, kami merasa ini bukan suatu kehormatan, tapi tanggung jawab. Karena dapat berbicara secara langsung dalam masalah-masalah di dunia ini,” terangnya.

Diketahui, Indonesia akan memberi atensi besar pada persoalan di Asia, seperti Rohingya, konflik semenanjung Korea. Dia pun berharap pertemuan pimpinan Korea Utara dan Amerika Serikat berhasil, berarti satu soal selesai.

Selanjutnya, upaya perdamaian di Afganistan mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik.

“Namanya saja DK, itu bagaimana memberi kedamaian dan perdamaian di dunia ini. Jadi, atensi Indonesia seperti itu, menjaga stabilitas dan keamanan daripada negara lain,” tuntasnya.

Wapres Jusuf Kalla pada malam harinya bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebelum Conference Dinner Konferensi Future of Asia di Tokyo, Jepang. Dia pun sempat berbincang-bincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

JK akan menjadi pembicara di Konferensi Future of Asia yang mengangkat tema "Bagaimana Menjaga Agar Asia Terbuka Untuk Mencapai Kemakmuran dan Stabilitas". (jun)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Jumat, 21 September 2018 - 17:00 wib

Real Wahid dan UIR Juara Kejurda Futsal 2018
Jumat, 21 September 2018 - 16:30 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Jumat, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Jumat, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Jumat, 21 September 2018 - 15:58 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Jumat, 21 September 2018 - 15:30 wib
Semangat “Culut” dari Pekanbaru Terobos hingga Luar Riau
Novi UKM Mitra Alfamart
Jumat, 21 September 2018 - 15:27 wib

Jalan Perhentian Luas-Situgal Terancam Putus
Jumat, 21 September 2018 - 15:00 wib

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale
Jumat, 21 September 2018 - 14:45 wib
Berkas Korupsi Kredit Fiktif Dinyatakan Lengkap

Berkas Korupsi Kredit Fiktif Dinyatakan Lengkap
Jumat, 21 September 2018 - 14:30 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 WIB

Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 WIB

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 WIB

Ancaman Serius Plastik Mikro

Kamis, 20 September 2018 - 17:37 WIB

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Kamis, 20 September 2018 - 17:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us