Ulama Syiah Menang, Gudang Kotak Suara Terbakar Situasi Irak Tetap Panas
Rabu, 13 Juni 2018 - 00:02 WIB > Dibaca 678 kali Print | Komentar
Ulama Syiah Menang, Gudang Kotak Suara Terbakar Situasi Irak Tetap Panas
Berita Terkait

Anak Saddam Hussein Terbitkan Rekaman Suara Ayahnya Sebelum Dieksekusi



IRAK (RIAUPOS.CO) - Ketegangan di Irak belum reda menyusul ulama Syiah Moqtada Al Sadr dinyatakan sebagai pemenang pemilu Irak. Kemenangan itu makin bertambah panas setelah gudang tempat penyimpanan kotak-kotak berisi balot (surat suara) di Baghdad pada Minggu (10/6/2018), terbakar.

Separo balot pemilih di ibu kota Irak itu tersimpan di gudang tersebut. Perdana Menteri Irak Haider Al Abadi langsung berang mendengar kabar tersebut. "Membakar gudang pemilu adalah plot untuk melukai negeri dan demokrasi di dalamnya. Kami akan mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menindak siapa saja yang merongrong keamanan penduduk dan negara," tegas Abadi. Saat ini penyebab kebakaran masih diselidiki.

Abadi kalah dari ulama Syiah Moqtada Al Sadr dalam pemilu lalu. Berdasar penyelidikan versi Abadi, alat-alat elektronik yang dipakai untuk menghitung balot tidak dicek sebelumnya dan error. Akibatnya, hasil penghitungan tidak sesuai dengan kenyataan.

Mayoritas legislator pun mendukungnya. Parlemen memerintahkan penghitungan ulang balot secara manual. Salah seorang anggota parlemen yang bakal kehilangan kursi, Salim Al Jabouri, malah mengusulkan pemilu ulang. Sebab, pasca kebakaran, penghitungan balot secara manual juga tidak akan akurat. Jabouri meyakini ada kecurangan selama pemilu.

Padahal, otoritas yang bertanggung jawab atas balot itu menegaskan bahwa kebakaran tidak berpengaruh ke penghitungan. Sebab, tidak ada kotak balot yang terbakar. Kotak penentu nasib Abadi tersebut telah diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang aman.

Miru Systems, perusahaan Korea yang menyediakan alat penghitungan elektronik di Irak, menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan alat mereka.

"Kami telah mengecek alat yang dipakai di Irak setelah tudingan kecurangan mencuat dan mendapati tidak adanya malafungsi di alat maupun sistemnya,’’ ujar juru bicara pihak Miru System sebagaimana dilansir Reuters.(sha/c14/ano)
KOMENTAR
Berita Update
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib

Sandi Dapat Sumbangan di Kresek Merah
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:03 wib

Bawaslu Bakal Surati Pengusaha Billboard
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:51 wib

Titus Bonai Pilih Pulang Kampung
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:45 wib

Supermoon Bakal Terjadi 3 Kali
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:44 wib

BKPM Siap Bekukan Izin VFS Tasheel Indonesia
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:41 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Australia Tak Ingin Bebas Bersyarat

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:25 WIB

Atletico Belum Tentu Beli Morata

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:25 WIB

Ditawarkan ke Klub Italia

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:15 WIB

Anthony Ginting Belum Terbendung

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:25 WIB

Wozniacki ke Babak Ketiga

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us