PASANGAN YANG DIUSUNG GERINDRA
Ketika Platform 2019 Ganti Presiden Jadi Penentu Kemenangan di Pilkada
Rabu, 27 Juni 2018 - 20:30 WIB > Dibaca 568 kali Print | Komentar
Ketika Platform 2019 Ganti Presiden Jadi Penentu Kemenangan di Pilkada
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Hasil mengejutkan datang dari perhitungan cepat sementara (quick count) pasangan calon gubernur Jawa Barat, nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik).

Pasalnya, hasil itu jauh dari prediksi beberapa lembaga-lembaga survei sebelum pelaksanaan pencoblosan. Semula diketahui, sejumlah lembaga survei memprediksi pasangan Asyik hanya akan memperoleh elektabilitas mencapai 3 sampai 7 persen.

Namun, dari hasil quick count, paslon yang diusung Partai Gerindra, PAN dan PKS itu telah meraih 29 persen suara. Perolehan itu hanya berbeda 4 persen dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

Menurut Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade, elektabilitas pasangan yang dijagokannya itu melejit karena ada perubahan strategi dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018.

Dia menyebut, pertama, platform diubah dengan mengusung 2019 ganti presiden.

"Kami dalam satu bulan terakhir mengubah kampanye bahwa memilih pak Asyik ini berarti memilih 2019 ganti presiden," ujarnya, sebagaimana diberitakan JawaPos.com, Rabu (27/6/2018).

Kemudian, sambungnya, strategi lainnya adalah partai pengusung pasangan Asyik dinilainya telah memiliki mesin politik yang solid dan optimal. Strategi door to door dalam sebulan terakhir, kata dia lagi, telah berjalan semestinya.

"Efektivitas mesin (parpol) partai Gerindra, PKS dan PAN itu bekerja luar biasa," tuturnya.

Bukan itu saja, diakuinya bahwa tingginya dukungan Asyik juga tak terlepas dari dukungan para ulama kepada jagoannya itu sehingga pihaknya pun mengaku dapat membalikan prediksi yang selama ini dicanangkan oleh lembaga survei.

"Para ulama mendukung pasangan ini sehingga pasangan ini bisa membalikan seluruh prediksi," sebutnya.

Karena itu, dia mengaku pihaknya akan lebih optimistis menyambut pemilihan presiden bersama PKS dan PAN. Pilkada Jabar 2018 dinilainya menjadi satu dari sekian contoh di pilkada bahwa masyarakat Indonesia ingin ganti presiden.

"Insya Allah 2019 ini akan ganti presiden," tuntasnya. (aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 19:52 wib
Catatan Teater Riau
Kembalinya sang Primadona
Senin, 23 September 2018 - 19:48 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi
Senin, 23 September 2018 - 19:47 wib
Alamaaak!
Ditabrak Emak-Emak
Senin, 23 September 2018 - 19:46 wib
Warga Resah dengan Kandungannya
Anggur Murah Laris Manis Terjual
Senin, 23 September 2018 - 19:40 wib
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
PWNU Riau Sambangi LAMR
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
Senin, 23 September 2018 - 17:50 wib
2.000 IKM Tak Terdaftar

2.000 IKM Tak Terdaftar
Senin, 23 September 2018 - 15:00 wib
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Akibat Oli Tumpah
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Senin, 23 September 2018 - 14:48 wib
Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 WIB

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu

Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 WIB

Apresiasi Komitmen Partai

Jumat, 21 September 2018 - 17:30 WIB

Jadi Timses, Ketum Pemuda Muhammadiyah Mundur dari  PNS

Jumat, 21 September 2018 - 13:55 WIB

Komitmen Tolak Politik Transaksional

Jumat, 21 September 2018 - 11:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini