Ajang Teater Sumatera (ATS) III
Teater dan Obsesi Kekinian
Minggu, 01 Juli 2018 - 10:16 WIB > Dibaca 5220 kali Print | Komentar
Teater dan Obsesi Kekinian
Tidak sedikit seniman yang berpikir dan bekerja keras membangkitkan spirit teater bagi kemaslahatan umat. Ada tidaknya bantuan secara finansial maupun moral dari siapa pun, insan teater terus saja berbuat dan berkarya. Untuk siapa? Entahlah...

--------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - PALING tidak, kenyataan itu lahir pada diskusi kreatif di helat Ajang Teater Sumatera (ATS) lll, Sabtu (30/6) di lobi Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau. Spirit berteater itu bak menyibak jendela untuk membuka gerbang wawasan peserta diskusi tersebut. Apalagi, pemilik ’kunci’ pembuka tingkap itu, Radhar Panca Dahana memang sengaja mengajak semua orang menyelami dirinya sendiri.

Budayawan dan Teaterawan Indonesia itu seperti seorang pekerja kebun yang sedang menggali ’tanah’ untuk menanam ’bunga’. Buktinya, sebagian besar insan teater yang hadir saling membuat mengakuan, seperti ’pengampunan dosa’.

"Apa yang kita lakukan bernilai dan lebih bernilai. Dirimu yang sesungguhnya takkan pernah selesai sama sekali ditemukan. Di sini, saya hanya ingin katakan bahwa kita harus tahu apa yang kita lakukan. Mampu memberi makna pada diri sendiri. Jika diri sendiri bisa dimaknai, secara otomatis berguna bagi orang lain dan bangsa ini," ulas Radhar yang berhasil ’menggoda’ (memancing/menggali pikiran) insan teater pada diskusi kreatif tersebut.

Musti tidak semua mampu memahami penjelasan itu secara mendalam, namun beberapa orang sangat terpengaruh dan mengakui semakin mencintai teater yang digelutinya selama bertahun-tahun. Bagi mereka, teater adalah sesuatu yang berguna. Lalu pertanyaannya, guna teater apa? Gunanya, untuk memahami diri sendiri, dan kondisi sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat hari ini.

Lalu, sejauh mana mereka memahami teater sebagai jalan kehidupan? Masing-masing saling pandang dan tak bersuara selain tersenyum atas ketidaktahuan mereka sendiri. Pada pembahasan itu, Radhar kembali memberikan  pemahaman, bahwa teater bisa menjadi profesi yang setara dengan dengan bidang lainnya. Maka ketika seseorang mendapatkan rezeki di jalan teater, maka yakinlah, ia akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

"Ingat, rezeki bukan melulu soal uang. Tapi pertemanan, persahabatan, dan lainnya juga rezeki yang datang dariNya. Maka jangan pernah takut, bahwa teater akan ditinggalkan karena sebagian besar masyarakat menganggapnya berjarak dan tidak memberikan apa-apa bagi kehidupan ini," katanya panjang lebar.


KOMENTAR
Berita Update

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya
Jumat, 15 November 2018 - 17:59 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri
Jumat, 15 November 2018 - 17:00 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018
Jumat, 15 November 2018 - 16:15 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat
Jumat, 15 November 2018 - 15:45 wib
1,037 Gram Sabu dan 4,845 Pil Ekstasi
BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi
Jumat, 15 November 2018 - 15:30 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup
Jumat, 15 November 2018 - 15:15 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Jumat, 15 November 2018 - 15:01 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Teater Selembayung Menuju PTN

Minggu, 30 September 2018 - 13:58 WIB

LAM Riau Akan Sematkan  Gelar Adat untuk Sutardji

Minggu, 30 September 2018 - 13:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini