Bergerak demi Eksistensi
Minggu, 08 Juli 2018 - 12:13 WIB > Dibaca 4873 kali Print | Komentar
Bergerak demi  Eksistensi
Karya teater berjudul Kamar Mandi Kita dipentaskan di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai oleh Komunitas Hitam Putih, sutradara Yusril (Katil), beberapa waktu lalu.
Berita Terkait



Geliat seni di Riau memperlihatkan kemajuan. Berbagai perhelatan digelar, baik oleh komunitas secara mandiri, maupun komunitas bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah, maupun swasta. Semuanya bergerak, menunjukkan eksistensi dan proses untuk mematenkan negeri ini sebagai pusat seni pertunjukan.
----------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - DUA tahun lalu, insan seni pertunjukan telah menyepakati Riau sebagai pusat seni pertunjukan di Sumatera. Bukan tanpa alasan, dan bukan pula sebagai jargon basa-basi. Selain negeri berjuluk Lancang Kuning ini memiliki pasilitas memadai, para insan seni, baik teater, tari, musik, juga sastra seperti berlomba-lomba menggelar karya-karya terbaik mereka.

Alasan utamanya tentu saja untuk menjaring kepercayaan masyarakat sebagai audiens utama. Masing-masing komunitas menggelar karya secara mandiri dan telah pula mendapat tempat dengan ramainya gedung-gedung pertunjukan saat karya mereka dibentangkan. Tidak hanya itu, masyarakat sebagai penonton bersedia pula membeli tiket untuk tontonan alternatif yang menyegarkan. Suasana yang terbangun sejak 2009 hingga kini, semakin menguatkan interaksi seniman dan masyarakat secara luas.

Selain itu, juga untuk memberikan contoh kepada pemerintah serta pihak swasta untuk bersedia --dengan sadar-- menyalurkan bantuan secara finansial. Kekuatan dan keuletan seniman telah menambah semaraknya dunia seni dan budaya di negeri ini.

Salah seorang seniman Riau, Iwan Irawan Permadi menjelaskan, awalnya geliat itu terus bergerak menuju kemajuan. Berbagai potensi dari berbagai komunitas otomatis terangkat ke permukaan. Baik teater, tari, musik, dan sastra.

"Spiritnya terasa membanggakan. Hanya saja, lambat laun, geliat itu bertahan di Kota Pekanbaru saja. Komunitas yang bergerak juga tak bertambah secara baik, meski satu persatu mulai tumbuh," ulas koreografer senior tersebut.


KOMENTAR
Berita Update
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos
Selasa, 18 September 2018 - 19:30 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3
Selasa, 18 September 2018 - 19:00 wib
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn
Selasa, 18 September 2018 - 18:41 wib
8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan
Selasa, 18 September 2018 - 18:30 wib
Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi
Selasa, 18 September 2018 - 18:00 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5
Selasa, 18 September 2018 - 17:30 wib
Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang
Selasa, 18 September 2018 - 17:00 wib
Australia Diserang  Stroberi Berisi Jarum

Australia Diserang Stroberi Berisi Jarum
Selasa, 18 September 2018 - 16:44 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Lembaga  Sensor Film tak  "Berkuku"

Minggu, 02 September 2018 - 15:53 WIB

Kegilaan Penyair "Alam Gaib" di Akhir PSK

Senin, 27 Agustus 2018 - 08:09 WIB

Agar Siswa Paham Dunia Literasi dan Musikalisasi Puisi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 00:50 WIB

Puisi Inspirasi Tiada Henti

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:42 WIB

Spirit Lokal dari Ceruk Kampung

Minggu, 05 Agustus 2018 - 15:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us