Bergerak demi Eksistensi
Minggu, 08 Juli 2018 - 12:13 WIB > Dibaca 5395 kali Print | Komentar
Bergerak demi  Eksistensi
Karya teater berjudul Kamar Mandi Kita dipentaskan di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai oleh Komunitas Hitam Putih, sutradara Yusril (Katil), beberapa waktu lalu.
Berita Terkait



Geliat seni di Riau memperlihatkan kemajuan. Berbagai perhelatan digelar, baik oleh komunitas secara mandiri, maupun komunitas bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah, maupun swasta. Semuanya bergerak, menunjukkan eksistensi dan proses untuk mematenkan negeri ini sebagai pusat seni pertunjukan.
----------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - DUA tahun lalu, insan seni pertunjukan telah menyepakati Riau sebagai pusat seni pertunjukan di Sumatera. Bukan tanpa alasan, dan bukan pula sebagai jargon basa-basi. Selain negeri berjuluk Lancang Kuning ini memiliki pasilitas memadai, para insan seni, baik teater, tari, musik, juga sastra seperti berlomba-lomba menggelar karya-karya terbaik mereka.

Alasan utamanya tentu saja untuk menjaring kepercayaan masyarakat sebagai audiens utama. Masing-masing komunitas menggelar karya secara mandiri dan telah pula mendapat tempat dengan ramainya gedung-gedung pertunjukan saat karya mereka dibentangkan. Tidak hanya itu, masyarakat sebagai penonton bersedia pula membeli tiket untuk tontonan alternatif yang menyegarkan. Suasana yang terbangun sejak 2009 hingga kini, semakin menguatkan interaksi seniman dan masyarakat secara luas.

Selain itu, juga untuk memberikan contoh kepada pemerintah serta pihak swasta untuk bersedia --dengan sadar-- menyalurkan bantuan secara finansial. Kekuatan dan keuletan seniman telah menambah semaraknya dunia seni dan budaya di negeri ini.

Salah seorang seniman Riau, Iwan Irawan Permadi menjelaskan, awalnya geliat itu terus bergerak menuju kemajuan. Berbagai potensi dari berbagai komunitas otomatis terangkat ke permukaan. Baik teater, tari, musik, dan sastra.

"Spiritnya terasa membanggakan. Hanya saja, lambat laun, geliat itu bertahan di Kota Pekanbaru saja. Komunitas yang bergerak juga tak bertambah secara baik, meski satu persatu mulai tumbuh," ulas koreografer senior tersebut.


KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
"Padang Perburuan" dan Panggung Hening Taman Budaya

Minggu, 20 Januari 2019 - 20:29 WIB

Mengeluh, Jalan Menuju Kematian

Minggu, 20 Januari 2019 - 20:20 WIB

Seni dan Budaya Melayu Dilestarikan Bersama

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:45 WIB

Petir Jagung

Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Ajang Pamerkan Karya Seni

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini