Bergerak demi Eksistensi
Minggu, 08 Juli 2018 - 12:13 WIB > Dibaca 5136 kali Print | Komentar
Bergerak demi  Eksistensi
Karya teater berjudul Kamar Mandi Kita dipentaskan di Laman Bujang Mat Syam, Komplek Bandar Serai oleh Komunitas Hitam Putih, sutradara Yusril (Katil), beberapa waktu lalu.
Berita Terkait



Geliat seni di Riau memperlihatkan kemajuan. Berbagai perhelatan digelar, baik oleh komunitas secara mandiri, maupun komunitas bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah, maupun swasta. Semuanya bergerak, menunjukkan eksistensi dan proses untuk mematenkan negeri ini sebagai pusat seni pertunjukan.
----------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - DUA tahun lalu, insan seni pertunjukan telah menyepakati Riau sebagai pusat seni pertunjukan di Sumatera. Bukan tanpa alasan, dan bukan pula sebagai jargon basa-basi. Selain negeri berjuluk Lancang Kuning ini memiliki pasilitas memadai, para insan seni, baik teater, tari, musik, juga sastra seperti berlomba-lomba menggelar karya-karya terbaik mereka.

Alasan utamanya tentu saja untuk menjaring kepercayaan masyarakat sebagai audiens utama. Masing-masing komunitas menggelar karya secara mandiri dan telah pula mendapat tempat dengan ramainya gedung-gedung pertunjukan saat karya mereka dibentangkan. Tidak hanya itu, masyarakat sebagai penonton bersedia pula membeli tiket untuk tontonan alternatif yang menyegarkan. Suasana yang terbangun sejak 2009 hingga kini, semakin menguatkan interaksi seniman dan masyarakat secara luas.

Selain itu, juga untuk memberikan contoh kepada pemerintah serta pihak swasta untuk bersedia --dengan sadar-- menyalurkan bantuan secara finansial. Kekuatan dan keuletan seniman telah menambah semaraknya dunia seni dan budaya di negeri ini.

Salah seorang seniman Riau, Iwan Irawan Permadi menjelaskan, awalnya geliat itu terus bergerak menuju kemajuan. Berbagai potensi dari berbagai komunitas otomatis terangkat ke permukaan. Baik teater, tari, musik, dan sastra.

"Spiritnya terasa membanggakan. Hanya saja, lambat laun, geliat itu bertahan di Kota Pekanbaru saja. Komunitas yang bergerak juga tak bertambah secara baik, meski satu persatu mulai tumbuh," ulas koreografer senior tersebut.


KOMENTAR
Berita Update
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY
Rabu, 14 November 2018 - 13:34 wib
DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis

DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis
Rabu, 14 November 2018 - 13:15 wib
Dua Gedung Penegak Hukum  Belum Kantongi Izin Lingkungan

Dua Gedung Penegak Hukum Belum Kantongi Izin Lingkungan
Rabu, 14 November 2018 - 13:00 wib
Dewan  Ditantang  “Puasa” SPPD
Defisit Tersisa Rp700 Miliar
Dewan Ditantang “Puasa” SPPD
Rabu, 14 November 2018 - 12:50 wib

Disdik : Pagar Dibangunan Komite
Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib
Khawatir Kuota Premium Tidak Cukup di Riau

Khawatir Kuota Premium Tidak Cukup di Riau
Rabu, 14 November 2018 - 12:48 wib

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih
Rabu, 14 November 2018 - 12:32 wib
Kontraktor  Diminta Menggesa Pengerjaan
Tiga Proyek Diprediksi Molor
Kontraktor Diminta Menggesa Pengerjaan
Rabu, 14 November 2018 - 12:30 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Ratusan Siswa Meriahkan Bulan Bahasa dan Kenduri Puisi  XII
Perlawanan Lewat Karya di “Padang Perburuan”

Minggu, 04 November 2018 - 14:10 WIB

Realitas Kekinian dalam "Padang Perburuan"

Minggu, 07 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Teater Selembayung Menuju PTN

Minggu, 30 September 2018 - 13:58 WIB

LAM Riau Akan Sematkan  Gelar Adat untuk Sutardji

Minggu, 30 September 2018 - 13:42 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us