Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS SKL BLBI
Tegas! Dituding Beropini, Ini Saran KPK untuk Tim Pengacara Terdakawa SAT
Selasa, 10 Juli 2018 - 18:45 WIB > Dibaca 431 kali Print | Komentar
Tegas! Dituding Beropini, Ini Saran KPK untuk Tim Pengacara Terdakawa SAT
Terdakwa SKL BLBI Syafruddin Arsyad Temanggung (SAT) bersama tim penasihat hukumnya. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Saran agar tim penasihat hukum terdakwa SKL BLBI Syafruddin Arsyad Temanggung (SAT) fokus pada pembuktian persidangan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Karena itu, tim kuasa hukum diminta agar tidak menuding KPK membentuk opini pada kasus BLBI. Adapun hal itu disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah.

"Tentang terbukti atau tidak nanti hakim yang akan menentukan. KPK mengajak agar kita sama-sama menghormati proses hukum yang berjalan," ujarnya, Selasa (10/7/2018).

Persidangan perkara SKL BLBI, sambungnya, dapat dilihat secara terbuka dan disimak oleh publik. KPK tentu akan memperjuangkan agar dakwaan terbukti di pengadilan. Sebab, hal tersebut memang menjadi tugas dari JPU di persidangan.

"Masyarakat juga memiliki hak mengetahui perkembangan persidangan dan penanganan kasus ini. Karena kasus BLBI adalah kasus dengan kerugian negara sangat besar, yang diduga Rp4,58 triliun. Publik pun sering bertanya tentang perkembangan penanganan kasus ini," tegasnya.

Karena itu, KPK meyakini satu persatu dakwaan KPK terbukti, khususnya terkait perbuatan Syafruddin.

"Sampai saat ini sekitar 19 saksi telah diperiksa dalam kasus ini di persidangan. KPK serius dalam menangani kasus ini, karena itu kehati-hatian menjadi hal krusial," sebutnya.

Tim pengacara terdakwa Syafruddin Arsyad Temanggung (SAT), Ahmad Yani sebelumnya menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah beropini dalam kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) terhadap obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Dia menilai, pernyataan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan juru bicara KPK Febri Difansyah yang dengan sederhananya menyimpulkan dakwaan terhadap kliennya telah terbukti adalah tidak lazim. Kata dia, hal itu harus dibuktikan dalam persidangan. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Lagi Berenang, Bocah Tewas Diterkam Buaya
Jumat, 15 November 2018 - 17:59 wib

3 Pemain Timnas Dapat Tawaran dari Klub Luar Negeri
Jumat, 15 November 2018 - 17:00 wib

BPN Komit Realisasikan Program PTSL 2018
Jumat, 15 November 2018 - 16:15 wib

Pembangunan RSUD Indrasari Terlambat
Jumat, 15 November 2018 - 15:45 wib
1,037 Gram Sabu dan 4,845 Pil Ekstasi
BNNK Ringkus Pengedar Antar Provinsi
Jumat, 15 November 2018 - 15:30 wib

Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup
Jumat, 15 November 2018 - 15:15 wib

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah
Jumat, 15 November 2018 - 15:01 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Tak Langgar Hukum

Rabu, 14 November 2018 - 13:51 WIB

Murid SD Tewas Ditabrak Bus Sekolah

Rabu, 14 November 2018 - 12:06 WIB

Kasus Century, KPK Minta Keterangan Ketua OJK

Selasa, 13 November 2018 - 20:47 WIB

KPK Dalami Motif Pertemuan James Riady dengan Neneng Hassanah
Terkait Kasus Century, Miranda Diperiksa KPK

Selasa, 13 November 2018 - 16:56 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini