Green Bond Tak Diminati Investor
Rabu, 11 Juli 2018 - 12:02 WIB > Dibaca 252 kali Print | Komentar
Green Bond Tak Diminati Investor
PERGERAKAN SAHAM: Para investor memantau pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia beberapa waktu lalu. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Obligasi ramah lingkungan atau green bond belum menarik minat investor Indonesia. Saat ini, baru perusahaan plat merah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang menerbitkan salah satu instrumen surat utang ini. Padahal, surat utang jenis ini cukup digemari di luar negeri.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2017 juga sudah menerbitkan POJK No.60/POJK.04/2017 Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (green bond). Aturan itu guna mewadahi perusahaan yang ingin menerbitkan green bond.

PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisinya memandang, terdapat kendala perusahaan untuk menerbitkan green bond lantaran banyak persyaratan yang harus dipenuhi sehingga membuat biayanya mahal.

“Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sehingga menyebabkan cost-nya lebih besar,” kata Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas, Boumediene H Sihombing saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (10/7).

Boumediene menjelaskan, salah satu persyaratan untuk menerbitkan green bond harus mendapatkan opini dari konsultan yang khusus tentang green bond. Kemudian, diharuskan juga menggandeng konsultan asing.

Menurutnya seharusnya otoritas dapat memberikan insentif demi mengurangi biaya penerbitan. Sebab menurutnya insentif juga sudah dilakukan di negara-negara lain. Sehingga membuat minat perusahaan Indonesia surut untuk menerbitkan green bond. Sehingga otoritas juga perlu edukasi dan sosialisasi.

Sekedar informasi PT SMI menerbitkan green bond tahap I 2018 senilai Rp500 miliar. Penerbitan itu bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond senilai Rp3 triliun.

Hasil penerbitan green bond itu untuk membiayai berbagai sektor seperti: energi-energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air bersih.

Green bond tahap I perseroan terdiri atas dua seri. Seri A senilai Rp251,5 miliar dengan tenor selama tiga tahun memiliki kupon sebesar 7,55 persen. Sementara seri B green bond perseroan senilai Rp248,5 miliar dengan tenor selama lima tahun memiliki kupon sebesar 7,8 persen.(mys/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos
Rabu, 18 September 2018 - 19:30 wib

Sosialisasi SPIP Capai Maturitas Level 3
Rabu, 18 September 2018 - 19:00 wib
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Lima Keuntungan Menggunakan Aplikasi Kasir Online Kawn
Rabu, 18 September 2018 - 18:41 wib
8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan

8 Kecamatan Ikuti Iven Pacu Sampan
Rabu, 18 September 2018 - 18:30 wib
Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi

Komunitas Muda Madura Siap Menangkan Jokowi
Rabu, 18 September 2018 - 18:00 wib

Rider Berbagai Provinsi Bakal Ramaikan Jakjar 5
Rabu, 18 September 2018 - 17:30 wib
Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Rabu, 18 September 2018 - 17:00 wib

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang
Rabu, 18 September 2018 - 17:00 wib
Australia Diserang  Stroberi Berisi Jarum

Australia Diserang Stroberi Berisi Jarum
Rabu, 18 September 2018 - 16:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Lima Keuntungan Menggunakan  Aplikasi Kasir Online Kawn

Selasa, 18 September 2018 - 18:41 WIB

Hotel Dafam Tawarkan Kenikmatan Kopi Ple-Tok

Selasa, 18 September 2018 - 14:56 WIB

OJK Diharapkan Dorong  Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 18 September 2018 - 14:43 WIB

Pekanperkasa Gelar LCV Party dan LCV Gathering

Selasa, 18 September 2018 - 14:42 WIB

ACE Hadirkan Program  Smart Lighting Smart Living

Selasa, 18 September 2018 - 14:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini