TERANCAM TERTUNDA
Nasib Honorer K2 Terkatung akibat Lambannya Revisi UU ASN
Kamis, 12 Juli 2018 - 18:00 WIB > Dibaca 1067 kali Print | Komentar
Nasib Honorer K2 Terkatung akibat Lambannya Revisi UU ASN
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Cepat atau lambatnya pembahasan revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) sangat memengaruhi waktu honorer K2 diangkat menjadi CPNS.

Namun, pemerintah belum juga menyerahkan DIM (daftar inventarisasi masalah) revisi UU ASN. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengaku kecewa atas hal itu. Banyak yang memertanyakan keseriusan pemerintah karena sejak rapat kerja Baleg dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur pada 24 Januari 2018, DIM-nya belum selesai juga.

"Kami kecewa karena MenPAN-RB belum menyerahkan DIM-nya. Harusnya raker 10 Juli sudah ada karena waktunya enam bulan loh," kata anggota Baleg dari Fraksi Golkar, Marlinda P, Kamis (12/7/2018).

Diakuinya, dirinya sudah meminta kepastian waktu pemerintah menyerahkan DIM. Namun, pemerintah belum bisa menyebutkan tenggat waktu. Dia pun khawatir bila dalam waktu dekat ini DIM belum diserahkan, revisi UU ASN tidak akan terlaksana.

"Agustus kan sudah masa pendaftaran bakal caleg dan bakal capres - cawapres. Habis itu kami kampanye, lah terus kapan bahasnya?" tanya dia.

Pernyataan yang sama datang dari anggota Baleg dari Fraksi Gerindra, Supratman A. Dia mengapresiasi komitmen pemerintah dalam rangka penyelesaian tenaga honorer K2.

Akan tetapi, untuk menuntaskannya pemerintah harus menyerahkan DIM revisi UU ASN secepatnya.

"Ini tahun politik. Sebagai oposisi saya senang-senang saja kalau ini tidak selesai dan bisa kapitalisasi. Namun tidak boleh gitu kan karena ini menyangkut kemanusiaan. Apalagi honorer K2 tidak pernah berharap ini diselesaikan sekaligus tapi ada yang perlu diprioritaskan dari 438.590 honorer K2 yang akan diselesaikan MenPAN-RB," paparnya. (esy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
SBY Jalan Kaki Sisiri Balihonya Dirusak OTK

Sabtu, 15 Desember 2018 - 09:01 WIB

Saiman: Jangan Jadi Demokrasi “Pesanan”

Kamis, 13 Desember 2018 - 11:42 WIB

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 WIB

Prabowo-Sandiaga Bidik Suara Jateng

Senin, 10 Desember 2018 - 13:50 WIB

PSI Bawa Misi Bersih-Bersih DPR

Sabtu, 08 Desember 2018 - 14:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us