TERKAIT KASUS KORUPSI 1MDB
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
Kamis, 12 Juli 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 460 kali Print | Komentar
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) - Pihak berwenang Malaysia telah membekukan rekening bank mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Najib, itu merupakan sebuah pelanggaran hak pribadi.

Sebelumnya, pada pekan lalu Najib ditangkap dan didakwa di Malaysia pada pekan lalu atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Dia ditangkap terkait dengan dugaan transfer USD 10,4 juta ke rekening bank pribadinya dari SRC International, mantan unit dana negara 1MDB.

Menurut Najib, dirinya tidak bersalah atas tuduhan itu dan dibebaskan setelah mengajukan jaminan. Dia secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan 1MDB.

Adapun KPK Malaysia yang memimpin penyelidikan 1MDB telah membekukan lebih dari 400 rekening bank pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelewengan dana 1MDB, lembaga dana yang didirikan oleh Najib.

Dikatakan Najib, rekening bank anak-anak dan cucu-cucunya, juga dibekukan minggu lalu. Namun, akunnya tetap dibekukan katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook. Padahal, kata dia, akun itu hanya digunakan untuk menerima gaji dan pensiunnya sebagai pejabat publik.

"Tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan dengan pihak berwenang," katanya.

"Mengapa kebebasan pribadi saya dirampas ketika pengadilan telah memberi saya jaminan menunggu persidangan dan fakta bahwa saya telah memenuhi persyaratan jaminan saya?" imbuhnya dilansir dari SCMP, Kamis, (12/7/2018).

Dia menambahkan, membekukan akunnya telah membuatnya sulit untuk membayar tagihan dan melakukan perannya sebagai kepala keluarga.

"Seperti warga negara lainnya, saya layak diberi akses ke kebebasan pribadi saya sampai persidangan saya selesai," tuturnya.

Di sisi lain, KPK Malaysia tak menanggapi apa yang dituduhkan oleh Najib. Di samping itu, penyelidikan atas 1MDB masih terus dilakukan oleh setidaknya enam negara termasuk Singapura, Swiss, dan Amerika Serikat atas dugaan pencucian uang dan korupsi. (iml)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Penabalan Gelar Adat
Ingatkan Jokowi ketika Dilantik
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:28 wib

SBY Sampaikan Sinyal "Perang"
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:20 wib

60 Persen Tanah Riau Belum Terdaftar
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:16 wib

UKW Angkatan XI PWI Riau, 38 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:14 wib
Pesona air terjun Sungai Simo
Hijau Simo yang Sejuk
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:58 wib

Mayweather Jadi Mangsa Khabib Nurmagomedov
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:55 wib

Penyaluran CSR Banyak Tak Sesuai Perda
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:53 wib
Embarkasi Haji Antara Riau
Fasilitas Pendukung Embarkasi Belum Rampung
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:44 wib
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) Terbentuk
Dan, Palung Puisi itu Bernama Perempuan
Minggu, 16 Desember 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Protes Pajak BBM Prancis Ditunggangi Kelompok Radikal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 16:08 WIB

Dokter Ancam Hentikan Operasi Jika Pasien Tak Bayar 2.230 Dolar AS
Pesawat Trump Tak Semewah Pesawat Kepresidenan Meksiko

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:47 WIB

Skandal 1MDB Akan Masuk dalam Pelajaran Sejarah Malaysia
110 Pemerkosaan Terjadi di Afrika Selatan Setiap Hari

Senin, 03 Desember 2018 - 14:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us