Depan >> Berita >> Riau >>
Cabut Larangan Mahasiswa Bercadar
DPRD Jadwal Ulang Hearing dengan STAIN Bengkalis
Jumat, 13 Juli 2018 - 10:52 WIB > Dibaca 352 kali Print | Komentar
Berita Terkait



DURI (RIAUPOS.CO) - Kasus pelarangan mahasiswi menggunakan cadar di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islan Negeri (STAIN )Bengkalis hingga kini belum juga tuntas. Sementara upaya untuk mendudukkan parapihak terkait oleh lembaga DPRD Bengkalis belum pula kesampaian.

Terkait masalah ini, Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Bengkalis Ustaz Drs Zulkarnain Panjaitan melalui Ketua Serikat Pekerja Front (SPF) Andri Asmara menyampaikan sejumlah hal kepada Riau Pos di Duri, Kamis (12/7).

Menurut Andri, pelarangan cadar oleh STAIN Bengkalis itu jelas saja mendapat protes oleh sejumlah ormas Islam di Negeri Junjungan. Menjelang Ramadan lalu, sejumlah ormas Islam sengaja menggelar pertemuan khusus membahas pelarangan itu di Masjid Arafah Duri dipelopori anggota Mejelis Syura FPI Riau H Selamat Simamora.

“Waktu itu forum rapat sepakat membawa masalah ini ke Komisi IV DPRD untuk digelar hearing dengan pihak STAIN Bengkalis. Belakangan, ormas Islam pun membawa persoalan ini ke Ketua DPRD Pak Abdul Kadir. Bamus DPRD lalu menjadwalkan hearing pada Selasa (10/7) lalu. Namun hearing itu belum terlaksana. Karena itu ketua DPRD mengaku akan menjadwal ulang hearing tersebut,” kata Andri.

Desakan ormas Islam terkait pelarangan itu, kata Andri lagi, sudah sangat jelas. Yakni agar pihak STAIN Bengkalis segera mencabut palarangan tersebut. Pasalnya, pelarangan mahasiswi memakai cadar ini bertentangan dengan UUD 1945, syariat Islam, serta norma-norma yang berlaku. Ditambahkan Andri, sejumlah lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang sebelum ini juga sempat mengeluarkan larangan pemakaian cadar sudah mencabut larangan itu.

“Di seluruh Indonesia, hanya Riau yang belum bersikap tegas terhadap larangan pemakaian cadar bagi mahasiswi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sudah mencabutnya. Sementara pelarangan cadar di IAIN Imam Bonjol Bukittinggi pun sudah langsung disikapi oleh MUI Sumbar yang minta agar pelarangan itu segera dicabut. Hanya STAIN Bengkalis yang belum mencabutnya. Padahal ini negeri Melayu yang dikatakan identik dengan Islam. UUD 1945 pun tegas menyatakan bahwa setiap warga negara bebas untuk memeluk agama dan menjalankan syariat agamanya masing-masing,” pungkas Andri.(sda)


KOMENTAR
Berita Update
Pengaspalan Jalan Padat Karya Diusulkan DAK 2019
Dinas PUPR: Jadi Perhatian Kami
Pengaspalan Jalan Padat Karya Diusulkan DAK 2019
Selasa, 25 September 2018 - 09:57 wib
Harga Bibit dan Pakan Melonjak
Ratusan Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar
Selasa, 25 September 2018 - 09:36 wib
Tiga Pemenang Umrah Berangkat  Desember
Reuni Akbar bertajuk 60 tahun SMEA/SMKN 1 Pekanbaru
Tiga Pemenang Umrah Berangkat Desember
Selasa, 25 September 2018 - 09:22 wib

Kursi Halte Raib, Penumpang Berdiri
Selasa, 25 September 2018 - 09:14 wib

Minat Konsumen Tinggi Uji ke Pos Ukur Ulang
Selasa, 25 September 2018 - 09:02 wib

Running Text LED Runtuh Bahayakan Pengendara
Selasa, 25 September 2018 - 07:48 wib
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Selasa, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Selasa, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Selasa, 24 September 2018 - 18:52 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Ratusan Peternak Mandiri Terancam Gulung Tikar

Selasa, 25 September 2018 - 09:36 WIB

Ika Surtika Senam Bugar di UIR

Senin, 24 September 2018 - 17:48 WIB

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Senin, 24 September 2018 - 17:43 WIB

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri

Senin, 24 September 2018 - 17:41 WIB

Komitmen  Kampanye  Damai

Senin, 24 September 2018 - 17:04 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us