Heboh Isu Kantor Polisi Bersama, Kapolres Ketapang Dicopot
Sabtu, 14 Juli 2018 - 10:11 WIB > Dibaca 372 kali Print | Komentar
KETAPANG (RIAUPOS.CO) - Beredarnya foto prasasti “Kantor Polisi Bersama” di media sosial berdampak pada jabatan Sunario sebagai Kapolres Ketapang. Sunario dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke Mapolda Kalbar sebagai Pamen. Sementara jabatan Kapolres Ketapang akan diisi oleh AKBP Yuri Nurhidayat.

Pencopotan jabatan kapolres tersebut merupakan buntut dari beredarnya sejumlah foto antara Kapolres Ketapang dengan kapolisian Suzhou, Cina, pada Kamis (12/7). Namun, yang paling menjadi perhatian adalah terkait adanya foto prasasti “Kantor Polisi Bersama”. Foto ini membuat heboh masyarakat pengguna media sosial, Facebook dan Twitter.

Menanggapi hal tersebut, Sunario telah mengklarifikasinya melalui video yang dibuat dan diunggah ke Facebook pada Kamis (12/7) malam. Sanggahan kembali diungkapkan Sunario saat diwawancara awak media pada Jumat (13/7) pagi. “Tidak ada kesepakatan dan tidak ada Kantor Polisi Bersama,” tegasnya.

Sunario yang sudah menjabat Kapolres Ketapang selama hampir dua tahun itu menceritakan awal mula hingga munculnya prasasti tersebut. Pada September 2017 lalu, Polres Ketapang mendapatkan undangan dari Kepolisian Kota Suzhou. Pada saat itu, sejumlah perwira di Polres Ketapang, termasuk Kapolres, datang memenuhi undangan tersebut.

Sunario mengaku datang memenuhi undangan tersebut setelah mendapatkan izin dari Polda Kalbar dan Mabes Polri. “Ke Cina itu kita lakukan karena diundang oleh Polisi Suzhou. Kepergian ini kita izin. Izin ke Polda dan izin ke Mabes pada saat itu,” jelasnya.

Sesampainya di Suzhou, Sunario mengaku tidak ada ajakan kerja sama antara Kapolisian Indonesia dengan Kepolisian Cina. “Mereka hanya menunjukkan bahwa inilah Kepolisian Suzhou dengan banyaknya menangani kasus kriminal. Mereka kemudian menunjukkan dari tingkatan Polda hingga ke Polsek-Polsek. Termasuk juga menunjukkan kecanggihan alat yang dimiliki mereka. Jadi, tidak ada kesepakatan,” ujarnya.

Kenapa Polres Ketapang diundang ke Suzhou, menurut Sunario karena di Ketapang ada perusahaan yang berasal dari Kota Suzhou. “Mereka tidak ingin warga mereka yang ada di Indonesia melakukan tindak pidana. Betul tidak mereka berusaha di sana? Itu yang kami bicarakan di selama berada di Suzhou. Setelah itu tidak ada lagi, sebatas itu saja,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, setelah semua proses kunjungan tersebut selesai, rombongan dari Polres kembali ke Indonesia. Namun, berselang beberapa waktu kemudian, Kepolisian Kota Suzhou medatangi Polres Ketapang. Kunjungan tersebut sebagai kunjungan balasan dari Kepolisian Kota Suzhou. Dalam kunjungan itu, tidak ada kerja sama antara kedua belah pihak.

Pada Kamis (12/7) lalu, Kepolisian Suzhou yang salah satu di antara mereka menjabat sebagai Wakil Walikota Suzhou, kembali menyambangi Polres Ketapang. Namun, menurut Sunario pada kunjungannya kali ini bukan Polres Ketapang yang mengundang, melainkan PT Ketapang Ecology (BSM Group).

“Mereka sebenarnya diundang oleh perusahaan PT BSM. Terlebih lagi mereka juga sudah pernah bilang akan ke Indonesia untuk melihat perusahaan ini bagaimana sebenarnya,” paparnya. (ody/afi/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Pembangunan Gedung 8 Lantai Lolos
Pencakar Langit Riau Pertama di Luar Pekanbaru
Rabu, 14 November 2018 - 15:45 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib

Habib Rizieq Tak Langgar Hukum
Rabu, 14 November 2018 - 13:51 wib
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY
Rabu, 14 November 2018 - 13:34 wib
DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis

DPRD Siapkan Rp200 M untuk Sekolah Gratis
Rabu, 14 November 2018 - 13:15 wib
Dua Gedung Penegak Hukum  Belum Kantongi Izin Lingkungan

Dua Gedung Penegak Hukum Belum Kantongi Izin Lingkungan
Rabu, 14 November 2018 - 13:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 WIB

Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan

Selasa, 13 November 2018 - 10:00 WIB

Suksesnya Perhutanan Sosial Tergantung Dukungan Pemda

Selasa, 13 November 2018 - 08:22 WIB

Maksimalkan Melalui Produk Unggulan

Senin, 12 November 2018 - 21:00 WIB

Transaksi Harian Saham  Anjlok 1,89 Persen

Senin, 12 November 2018 - 19:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us