Keterangan Saksi Kurang

Gelar Perkara Belum Tuntas

Kriminal Minggu, 15 Juli 2018 - 11:19 WIB

(RIAUPOS.CO) - Kepolisian dari Polsek Tampan di back-up Polresta Pekanbaru sampai saat ini masih melakukan gelar perkara terkait peristiwa dugaan perampokan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia di Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Kamis (12/7) kemarin.

Gelar perkara yang merenggut nyawa orang lain, yang belum diketahui identitas itu dilakukan petugas di Mapolresta Pekanbaru. Kapolsek Tampan Kompol Kari Amsah Ritonga saat dikonfirmasi mengatakan,  saat ini anggotanya masih terus melakukan penyelidikan dan melakukan gelar perkara.

Hal tersebut dilakukan untuk mendalami peristiwa tersebut, siapa pelaku dan korban serta apa motifnya. “Katanya masih kerja, siapa pelaku dan korban belum diketahui,” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto,  terkait kejadian berdarah itu ia belum bisa memberikan hasil. “Masih perlu keterangan saksi yang lainnya, belum bisa menyimpulkan,” kata Bimo.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di salah satu rumah warga bernama Guntur (31) di Jalan Cipta, Kamis (12/7) kemarin. Heri salah seorang warga saat ditemui di lokasi setelah kejadian mengatakan, peristiwa dugaan perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tengah keheningan malam sebagian warga di sana termasuk dirinya mendengar jeritan orang yang tengah meminta tolong. Ketika mereka menghampiri ternyata di lokasi telah tergelatak seorang lelaki dengan kondisi perut terluka. Mendapatkan kondisi tersebut mereka langsung mengangkat dan membawa lelaki itu ke rumah sakit terdekat.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, kami hanya mendengar suara orang yang meminta tolong, setelah kami periksa ternyata seorang lelaki telah terluka di bagian perutnya,” kata Heri.

Pantauan Riau Pos, di dalam rumah yang dihuni Guntur itu semuanya telah berantakan, meja tamu serta tempat duduk tak ada yang beraturan seperti bekas orang yang habis berkelahi.

Saat itu, Guntur pemilik rumah tampak sudah diamankan aparat kepolisian Mapolsek Tampan bersama anak dan istrinya ke dalam mobil patroli. Saat dihampiri lelaki berbadan tegap itu mengalami luka di bagian tangan kanannya sambil mengatakan,  ia terluka akibat sayatan samurai yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenalinya. Belum diketahui bagaimana penyebab peristiwa tersebut terjadi, hingga pada saat ini pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa satu unit samurai.(gem)


Laporan SAKIMAN, Kota






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook