Depan >> Berita >> Riau >>
Delapan Desa Dambakan Listrik
Senin, 16 Juli 2018 - 11:00 WIB > Dibaca 281 kali Print | Komentar
TELUKMERANTI (RIAUPOS.CO) - Masyarakat delapan desa di Kecamatan Teluk Meranti sangat mendambakan penerangan listrik. Pasalnya, sejak puluhan tahun warga ini belum tersentuh penerangan listrik baik dari PLN maupun BUMD.
 
    
Masyarakat pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan serta PLN dapat segera membangun jaringan listrik. Hal ini disebabkan masyarakat telah sangat lama menjalani kehidupan dengan penerangan mesin diesel yang hidup hanya selama 9 jam yakni pukul 18.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.


Selain menjadi kebutuhan vital untuk penerangan bagi warga, kebutuhan listrik juga sangat dibutuhkan pula dalam mendapatkan informasi dari luar desa. Dengan kondisi ini, maka masyarakat meminta kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat bisa mengabulkan permintaan masyarakat untuk mendapatkan penerangan selama listrik 24 jam.
    

Demikian disampaikan salah satu perwakilan masyarakat delapan desa Joni (40), Ahad (15/7) via selulernya. Dikatakannya, sejak negara ini merdeka warga delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Meranti belum mendapat penerangan listrik.
   

 “Desa kami belum merasakan penerangan listrik PLN dan masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dengan kondisi yang memperhatinkan ini, menandakan masyarakat kami sangat keterbelakangan informasi,’’ sebutnya.
    

Masyarakat yang tidak mendapatkan penerangan listrik 24 jam yang tinggal di Kecamatan Teluk Meranti sebanyak ribuan orang.
    

‘’Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah agar bisa mengabulkan permintaan kami. Karena penerangan listrik 24 jam sangat  kami perlukan. Kami juga berharap kepada Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo, dengarkanlah nasib masyarakat seperti kami, mana program yang didengungkan selalu membangun negeri sampai desa-desa,” ujarnya.
   

Sementara Camat Teluk Meranti Tengku Syafril MAP menambahkan, dirinya membenarkan masyarakat delapan desa belum mendapatkan penerangan listrik selama 24 jam. Di mana masyarakat delapan desa ini, hanya mendapatkan penerangan 9 jam menggunakan PLTD.


Sedangkan delapan desa yang belum tersentuh penerangan tersebut yakni Desa Pangkalan Terap, Desa Kuala Panduk, Desa Petodaan, Desa Teluk Binjai, Desa Pulau Muda, Desa Segamai, Desa Gambut Mutiara, Desa Labuhan Bilik.
   

“Untuk Desa Teluk Binjai baru sebagian desa saja yang ada penerangan, sedangkan tujuh desa lainnya masih belum tersentuh pembangunan jaringan listrik. Sedangkan kita sudah pernah mengajukan penerangan listrik kepada PLN Rayon Pangkalankerinci serta Pemkab Pelalawan, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan sedikit pun ataupun jawaban,’’ ungkapnya.
   

Padahal, jika penerangan listrik di delapan kecamatan ini dialiri listrik, maka Kecamatan Teluk Meranti akan menjadi daerah pusat pariwisata nasional dengan wisata bono yang sudah dikenal sampai di dunia luar.
    

‘’Tapi, jika penerangan listrik ini diabaikan, maka akan semakin mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung di Kecamatan Teluk Meranti yang gelap gulita seperti daerah tak bertuan,” tutupnya.(mng)


(Laporan  M AMIN AMRAN, Teluk Meranti)
KOMENTAR
Berita Update
Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik
Senin, 19 November 2018 - 14:00 wib

Bupati Ajak Putra Terbaik Kampar Bersinergi Bangun Negeri
Senin, 19 November 2018 - 13:50 wib

Abrasi, Jalan Antar Desa Terancam Putus
Senin, 19 November 2018 - 13:45 wib

Dimas Harumkan Nama Bangsa di Belgia
Senin, 19 November 2018 - 13:30 wib
Mobil Tergelincir dan Terguling
Akses Perbatasan Riau-Sumbar Macet Panjang
Senin, 19 November 2018 - 13:24 wib
Jika Banjir Berbahaya, Sekolah Boleh Libur

Jika Banjir Berbahaya, Sekolah Boleh Libur
Senin, 19 November 2018 - 13:00 wib

Gudang Kayu Bangunan Musnah Terbakar
Senin, 19 November 2018 - 12:30 wib
Dittipid Siber Kejar Uang Hasil Peretasan

Dittipid Siber Kejar Uang Hasil Peretasan
Senin, 19 November 2018 - 12:12 wib
Status Tersangka  Harris Anggara Dicabut
Korupsi Pipa Transmisi
Status Tersangka Harris Anggara Dicabut
Senin, 19 November 2018 - 12:00 wib
Penyakit Kulit Mengancam Warga Usai Banjir

Penyakit Kulit Mengancam Warga Usai Banjir
Senin, 19 November 2018 - 11:45 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bupati Ajak Putra Terbaik Kampar Bersinergi Bangun Negeri
Abrasi, Jalan Antar  Desa Terancam Putus

Senin, 19 November 2018 - 13:45 WIB

Dimas Harumkan  Nama Bangsa di Belgia

Senin, 19 November 2018 - 13:30 WIB

Hafidzah Siak Terbaik II Asia Tenggara

Senin, 19 November 2018 - 13:15 WIB

Status Tersangka  Harris Anggara Dicabut

Senin, 19 November 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us