Depan >> Berita >> Hukum >>
KASUS DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Vonis Tiga Tahun Penjara Dijatuhkan Terhadap Dokter Bimanesh
Senin, 16 Juli 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 239 kali Print | Komentar
Vonis Tiga Tahun Penjara Dijatuhkan Terhadap Dokter Bimanesh
Bimanesh Sutarjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap dokter Bimanesh Sutarjo. Selain itu, dia diwajibkan membayar denda Rp150 juta subsider 1 bulan kurungan.

Menurut hakim, Bimanesh bersama-sama dengan Fredrich Yunadi telah terbukti menghalangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto yang saat itu masih menjadi tersangka kasus e-KTP.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana merintangi penyidikan KPK secara bersama-sama dalam perkara korupsi," ucap Ketua Majelis Hakim Mahfudin, saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Diterangkan hakim, Bimanesh terbukti melakukan manipulasi data medis Setya Novanto dari riwayat penyakit hipertensi menjadi kecelakaan.

"Terdakwa mengetahui bahwa Setya Novanto sedang menjalani kasus korupsi e-KT dan dicari-cari KPK. Akan tetapi terdakwa tidak memberitahu kepada KPK bahwa terdakwa akan merawatnya. Sehingga pemeriksaan terhadap Setya Novanto jadi terhalangi," ucapnya.

Tak hanya itu, sang dokter pun terbukti dengan sengaja selalu menonaktifkan ponsel pribadinya setiap setelah memeriksa Novanto. Hal itu membuat penyidik kesulitan ketika akan menghubungi dirinya.

"Terdakwa menyetujui untuk mengubah rekam medis Setya Novanto, meski sudah ada yang dokter menentang hal itu. Juga terdakwa membiarkan pasien tidak masuk ke rumah sakit lewat IGD," jelasnya.

Hakim dalam pertimbangannya juga mencantumkan hal yang memberatkan Bimanesh. Perbuatan Bimanesh dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas korupsi. Perbuatan Bimanesh dianggap mencoreng profesi dokter.

"Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, pernah mendapatkan penghargaan di profesi kedokteran, bersikap sopan dan mempunyai tanggungan keluarga," sebutnya.

Adapun perbuatan Bimanesh terbukti telah melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis majelis hakim, Bimanesh lantas berunding dengan tim penasihat hukumnya. Mantan dokter RS Medika Permata Hijau ini menyatakan pikir-pikir.

"Terima kasih yang mulia, kami pikir-pikir," katanya. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 wib
Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Stroberi Berjarum Repotkan Australia
Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 wib
Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu

Waspadai Akun Robot Jelang Pemilu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:46 wib

Riau Pos Terima Dua Penghargaan dari Bawaslu
Sabtu, 22 September 2018 - 12:43 wib

Festival Zhong Qiu Berpusat di Jalan Karet
Sabtu, 22 September 2018 - 09:53 wib

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us