PIALA DUNIA 2018
Harry Kane Dihujat karena Raih Sepatu Emas Tanpa "Berkeringat"
Senin, 16 Juli 2018 - 19:15 WIB > Dibaca 480 kali Print | Komentar
Harry Kane Dihujat karena Raih Sepatu Emas Tanpa "Berkeringat"
MOSCOW (RIAUPOS.CO) - Status sebagai top scorer Piala Dunia 2018 berhasil disandang oleh pemain Inggris, Harry Kane. Dengan predikat itu, seharusnya dia bisa menjadi pelipur lara bagi fan timnas Inggris.

Namun, kenyataannya ternyata lain. Sebab, Kane tetap saja dihujat meski enam gol disarangkannya dalam semua laga Inggris. Itu karena dia dianggap kurang berkeringat lantaran tiga dari enam golnya lahir dari titik penalti.

Kemudian, dua gol lainnya lahir lewat defleksi dan satu melalui sundulan. Ironisnya, gol terakhir Kane di Rusia terjadi pada babak 16 besar melawan Kolombia. Itu pun, lagi-lagi tercipta melalui penalti.

Jelas saja, bomber 24 tahun itu scoreless di tiga laga pada fase gugur. Tragisnya, Kane sama sekali tidak menciptakan tendangan ke gawang sejak fase knockout bergulir. Tak heran jika Kane kemudian menjadi sasaran ejekan di media sosial.

Terlebih, dalam sejarah perjalanan Piala Dunia, Kane tercatat sebagai peraih Sepatu Emas yang paling mengecewakan. Dia jauh lebih buruk ketimbang peraih Sepatu Emas di Piala Dunia 1994, Oleg Salenko.

Bomber Rusia itu juga mencetak enam gol pada 1994. Akan tetapi, seperti Kane, tiga gol Salenko tercipta melalui penalti. Bahkan, lima dari enam golnya hanya bersarang ke gawang Kamerun, yang saat itu menjadi tim terlemah di fase grup.

Sementara Kane pun hanya produktif saat menghadapi tim pupuk bawang macam Panama. Ketika itu Kane berhasil mencetak hat-trick.

’’Hilang: Harry Kane. Terakhir dilihat: mencetak penalti melawan Kolombia. Imbalan: Piala Dunia,’’ cuit netizen Lewis Porter melalui akun Twitter-nya @lewisjporter08 seperti dilansir RT.

Adapun sindiran itu merujuk sosok Kane yang seperti tak berkontribusi di tiga laga fase gugur Inggris, yakni perempat final, semifinal, dan perebutan tempat ketiga.

’’Kane memenangkan Sepatu Emas dengan cara yang paling buruk. Tiga penalti, dua defleksi dan satu sundulan,’’ kecam netizen pemilik akun Twitter @Allanpetr.

Namun, walau dihujat, Kane tetap kalem. Dia menilai, timnas Inggris masih punya prospek di turnamen besar lainnya. Terlebih, mayoritas penggawa asuhan Gareth Southgate itu masih berusia muda.

"Saya juga kecewa karena tak bisa menambah pundi-pundi gol,’’ katanya, seperti dilansir Standard.

"Tapi, kami telah membuat langkah besar. Kami perlu meningkatkannya lagi dan saya yakin saatnya akan tiba (menjadi juara)."(io/bas)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Jalan Provinsi Rusak Parah
Rabu, 23 Januari 2019 - 11:00 wib
Ariel, Anak Pengumpul Brondolan Sawit Jadi Pembalap Motorcros
Berawal dari Motor Bekas Hingga Raih Ratusan Piala
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:45 wib

PWI Diperkenalkan Cikal Bakal Berdirinya PT RAPP
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:35 wib

Grasi Susrama Ironis Kemerdekaan Pers
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:28 wib
Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas

Hari Ini, Bupati Sambangi Kandis dan Minas
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:15 wib
Untuk Jembatan Siak IV
Muncul Nama Panglima Ghimbam
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:05 wib
KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos

KPU Libatkan Pemuda hingga Pegiat Medsos
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib

Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23 Januari 2019 - 10:01 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Titus Bonai Pilih Pulang Kampung

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:45 WIB

Polres Meranti Juara Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:00 WIB

Bank Sumsel Babel Lolos Final Four, Langkah Aneka Gas Terhenti
Taekwondo Ditargetkan Emas SEA Games dan PON

Selasa, 22 Januari 2019 - 11:45 WIB

Reuni #10YearsChallenge

Sabtu, 19 Januari 2019 - 11:56 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us