Depan >> Berita >> Hukum >>
BENTUK INTOLERANSI
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Senin, 16 Juli 2018 - 19:45 WIB > Dibaca 1194 kali Print | Komentar
Habib Novel Minta Polri Usut Pengadangan Elite FPI di Kalimantan
Habib Novel Bamukmin. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengadangan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Habib Ja’far Shodiq di di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (14/7/2018), harus diusut polisi.

Permintaan itu datang dari Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. Dia menilai, pengadangan itu merupakan bentuk intoleransi yang tak boleh dibiarkan.

"Aparat harus tegas menindak aksi intoleran itu karena bisa memicu perpecahan apalagi sekarang memasuki tahun politik," ucapnya, seperti dikutip JPNN.com, Senin (16/7/2018).

Menurut Habib Novel, sapaannya, dirinya menyayangkan polisi yang terkesan membiarkan aksi masyarakat penolak kedatangan Ja’far Shodiq di Tarakan. Novel menyebut polisi tak menjalankan tugasnya dalam peristiwa tersebut.

"Kami sesalkan aparat tidak bisa meredam aksi intoleran yang merusak kepancasilaan. Apalagi mereka telah mengganggu ketertiban umum yaitu bandara yang sangat harus dijaga keamanan dan ketertibannya," jelasnya.

Dia menambahkan, ada kesan pembiaran atas aksi penolakan terhadap kunjungan tokoh-tokoh FPI di sejumlah tempat. Penolakan terhadap tokoh FPI bukan hanya kali ini saja, melainkan juga pernah terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ja’far Shodiq sebelumnya berkunjung ke Kaltara dalam rangka menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) FPI di Kota Tarakan, Kaltara, Sabtu (14/7/2018). Akan tetapi, ada massa yang menggelar demontrasi di Bandara Juwata Tarakan.

Menurut koordinator aksi, Markus, aksi penolakan atas kedatangan perwakilan FPI itu didasari rekam jejak organisasi besutan Habib Rizieq Shihab itu yang kerap melakukan sweeping yang sangat meresahkan masyarakat.

“Saya rasa, tidak ada yang melarang suatu ormas jika tujuan ormas itu memang jelas untuk kebaikan. Namun, karena adanya rekam jejak ini, masyarakat menolak masuknya ormas FPI ke Tarakan karena beberapa sikap mereka di berbagai wilayah yang melukai hati pemeluk agama lain,” jelasnya.(tan)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 wib
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Grasi Susrama Ironis Kemerdekaan Pers

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:28 WIB

Pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Tak Bisa Tabrak Aturan
Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Selasa, 22 Januari 2019 - 11:05 WIB

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Dikaji Lagi

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:10 WIB

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan

Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us