Kurang Not, Trump Meralat Omongan
Kamis, 19 Juli 2018 - 11:01 WIB > Dibaca 411 kali Print | Komentar
WASHINGTON (RIAUPOS.CO) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya meredam kritik yang bertubi-tubi menghampirinya pascapertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Selasa (17/7) dia meralat pernyataannya yang cenderung berpihak pada Rusia. Dia mengaku salah ucap.

Di hadapan media, Trump mengatakan bahwa saat itu ada satu kata yang lupa diucapkan. Yakni, kata not alias bukan. ”Kalimat yang benar seharusnya, ’Saya tidak melihat alasan mengapa Rusia bukan pelakunya,” kilah suami Melania tersebut seperti dilansir Reuters.

Pernyataan itu berbanding terbalik dengan kata-kata yang meluncur dari mulutnya setelah pertemuan tertutup dengan Putin di Hensinki, Finlandia, Senin (16/7). Saat itu, dia jelas membela Putin dengan menegaskan bahwa Rusia tidak terlibat dalam kisruh pemilihan presiden (pilpres) AS 2016.

Kalimat yang kadung terekam media dan tersebar luas ke seluruh dunia itu membuat popularitas Trump turun. Begitu pulang ke negerinya, ayah Ivanka tersebut dihujani kritik dan cibiran. Polling terbaru Reuters/Ipsos menyebutkan bahwa 55 persen pemilih AS yang terdaftar di database tidak setuju dengan Trump. Mereka menganggap hubungan Trump dan Rusia tidak wajar.

Setelah panen kritik dan kecaman, Trump kini berusaha menghapus blunder yang dia buat. Selain meralat kata-katanya, dia menyebut intelijen AS sebagai sumber tepercaya. Dia yakin bahwa Negeri Beruang Merah itu memang ikut campur tangan dalam pilpres AS. Meski demikian, dia yakin campur tangan tersebut tidak memengaruhi hasil pemilu yang akhirnya memenangkan dirinya.

Gedung Putih tampaknya berusaha keras untuk menyelamatkan reputasi tokoh 72 tahun tersebut. Dalam jumpa pers, Trump tampak cermat membaca naskah klarifikasi yang sudah disiapkan. Tapi, bukan Trump namanya jika tak mengacaukan skenario rapi Gedung Putih. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan bahwa peretas pilpres AS 2016 belum tentu Rusia. Sebab, ada pihak lain yang juga berpotensi mengacaukan gawe besar tersebut. ”Orang lain juga bisa jadi pelaku,” ujarnya.

 Terkait klarifikasi Trump, Chuck Schumer menyatakan bahwa apa yang dilakukan sang presiden justru menjadi bukti kelemahannya. Yakni, dia suka asal ngomong dan kemudian dengan mudah meralatnya. Tapi, yang lebih membahayakan, klarifikasi itu membuktikan bahwa Trump kalah oleh Putin. ”Dia takut berkonfrontasi langsung dengan Putin,” tegas Schumer.(sha/c6/hep/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Calon Tuan Rumah  Bawa Kepala Daerah

Calon Tuan Rumah Bawa Kepala Daerah
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:25 wib
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Nelson Tetap Dihukum Setahun Penjara
Hakim Kuatkan Putusan PN Siak
Rabu, 23 Januari 2019 - 17:00 wib
Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan

Per usak Atribut PD Segera Jalani Persidangan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:25 wib
Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan

Hadirkan 15 Saksi, Satu Alat Bukti Dibatalkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 wib
Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi

Berkas Tersangka Ribuan Ekstasi Dilengkapi
Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05 wib
Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai

Curanmor Kembali Beraksi, Resahkan Warga Dumai
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:40 wib
120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak

120 Kasus DBD, Mayoritas Anak-Anak
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:15 wib
Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Penempatan Kerja Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:00 wib

Pembangunan Harus Berjalan Maksimal
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:46 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Australia Tak Ingin Bebas Bersyarat

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:25 WIB

Atletico Belum Tentu Beli Morata

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:25 WIB

Ditawarkan ke Klub Italia

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:15 WIB

Anthony Ginting Belum Terbendung

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:25 WIB

Wozniacki ke Babak Ketiga

Kamis, 17 Januari 2019 - 11:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us