Banyak yang Sakit Akibat Dehidrasi, Dua Meninggal

Internasional | Minggu, 22 Juli 2018 - 13:00 WIB

Banyak yang Sakit Akibat Dehidrasi, Dua Meninggal

MADINAH (RIAUPOS.CO) - Cuaca panas membuat puluhan jamaah calon haji (JXH) jatuh sakit. Hingga kemarin, sebanyak 41 datang berobat ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dr Eka Jusuf menjelaskan, ke-41 orang tersebut langsung ditangani oleh tim medis. Sebanyak 3 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Lalu, 4 orang menjalani rawat inap dan sisanya sudah kembali ke hotel masing-masing.

Mayoritas gangguan kesehatan yang diderita oleh jamaah haji adalah akibat dehidrasi. Karena itu, dia meminta jamaah rajin meminum air zamzam yang bisa didapat dengan mudah di Masjid Nabawi.

“Minimal minum dua liter zamzam setiap hari. Insya Allah tidak akan terserang dehidrasi,’’ jelasnya di Kantor KKHI Madinah.

Dia menjelaskan, ada dua gejala dehidrasi yang bisa dikenali dengan mudah. Pertama, air seni tidak jernih dan berwarna kuning. Kedua, mudah merasa gelisah. Jika dua gejala tersebut muncul, (JCH) harus meminum air sesering mungkin. ‘’Jangan menunggu haus baru minum,’’ jelasnya.

Dia mengigatkan, iklim di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, sekalipun panas, tingkat kelembaban cukup tinggi. ’’Kalau di sini (Arab Saudi, red), cuacanya panas kering. Air di dalam tubuh mudah menguap tanpa kita sadari,’’ jelasnya.

Jumlah pasien yang ditangani KKHI Madinah diperkirakan terus bertambah. Sebab, hingga kemarin sudah lebih dari 26 ribu jamaah haji tiba di Kota Madinah.

Sementara itu, jumlah JCH yang meninggal kembali bertambah. Seorang JCH asal Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Hadia Daeng Saming wafat di Tanah Suci. Perempuan 73 tahun itu mengembuskan nafas terakhir tak lama setelah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Jumat (20/7). 

Hadia adalah salah satu JCH dari Embarkasi Makassar. Dia berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Anaknya, Asmia Hadi Hasan (50) ikut menemani. Mereka bergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Haji Makassar. Rombongan kloter diterbangkan ke Tanah Suci dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA1203.

Andi Marolla, petugas kesehatan yang mendampingi kloter 5 Makassar mengatakan bahwa kondisi Hadia sudah tidak sehat sejak di atas pesawat.

Sekitar tiga jam sebelum pesawat landing, Hadia mengeluh sesak nafas. Berdasar buku kesehatan, dia memang memiliki riwayat penyakit bronkitis. Hadia sempat terlihat sehat setelah pesawat mendarat di Bandara Madinah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi. Namun, saat mengantre proses imigrasi, dia mendadak pingsan saat dipapah Asmia Hadi. Dibantu petugas, Asmia membawa ibunya ke klinik bandara.

Saat itulah Hadia mengalami kondisi henti jantung. Hadia dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.04 waktu Arab Saudi. Hingga kini, sudah dua JCH yang wafat di Madinah. Sebelumnya, JCH asal Jakarta bernama Sukardi juga meninggal dunia saat melaksanakan Salat Asar di Masjid Nabawi.(*/ttg/jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU