Terkait Benih Jarak, Masih Dalami Keterangan Saksi
Senin, 23 Juli 2018 - 18:00 WIB > Dibaca 412 kali Print | Komentar
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru masih mendalami keterangan para saksi terkait adanya 2 ton benih tanaman jarak ilegal asal China yang diamankan beberapa waktu lalu. Sayangnya beberapa saksi untuk melengkapi keterangan masih belum hadir untuk memenuhi panggilan penyidik.


Bahkan hingga akhir pekan lalu, baru tiga saksi yang menjalani pemeriksaan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru Wilayah Kerja Selatpanjang. Sehingga pekan ini para penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Balai Karantina bakal kembali melaju pemeriksaan lanjutan.


Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi akhir pekan lalu. Menurutnya, meskipun keterangan sejumlah saksi belum didapatkan. Namun pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari pemilik benih.


“Hingga akhir pekan, baru tiga saksi yang sudah memenuhi panggilan. Sehingga saksi lainnya akan kita periksa pekan depan. Sehingga keterangan - keterangan yang dibutuhkan bisa dikumpulkan,” ujarnya.


Di sisi lain dari keterangan yang diperoleh para penyidik, benih tanaman jarak ilegal asal China tersebut akan ditanam di lahan milik kelompok tani di Desa Tanjung Peranap. Bahkan dari 2 ton benih, hampir 1 ton diantaranya diduga sudah ditanam. Sehingga barang bukti yang diamankan hanya 214 karung ukuran 5 kg atau 1,070 ton.


Jika terbukti bersalah, maka pemilik benih ataupun yang terlibat dipastikan melanggar Pasal 31 ayat 1 junto Pasal 5 huruf a, b dan c, Undang-undang Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina.


“Jika terbukti, pemilik bisa diancam kurungan penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp150 juta,” ujar Ferdi.(luk)
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Buka MTQ Kecamatan Tempuling
Rabu, 19 September 2018 - 16:45 wib

Bupati: Kembalikan Kejayaan Pramuka Kampar
Rabu, 19 September 2018 - 16:30 wib

Riau Raih 3 Emas di Kejurnas Hapkido
Rabu, 19 September 2018 - 16:00 wib
BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik
Rabu, 19 September 2018 - 15:48 wib
Fahri: Jubir Jokowi Belum Ada yang Berkelas

Fahri: Jubir Jokowi Belum Ada yang Berkelas
Rabu, 19 September 2018 - 15:46 wib
Caleg Eks Napi  Korupsi Tak  Otomatis Lolos

Caleg Eks Napi Korupsi Tak Otomatis Lolos
Rabu, 19 September 2018 - 15:19 wib

SMA Cendana Pekanbaru Ingin Kembalikan Kejayaan
Rabu, 19 September 2018 - 15:00 wib

Baznas Sosialisasi Zakat Petani Padi di Sungai Mandau
Rabu, 19 September 2018 - 14:45 wib

Beruang Madu Terkena Jeratan Babi
Rabu, 19 September 2018 - 14:30 wib

Habisi Guru karena Enggan Bayar Utang Minuman
Rabu, 19 September 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Kadis Diingatkan Harga Ikan

Rabu, 19 September 2018 - 13:30 WIB

Terperangkap Jeratan Babi, Gajah Liar Dievakuasi

Jumat, 14 September 2018 - 14:51 WIB

Ribuan Bibit Gaharu Siap Ditanam di Desa Tanjung Belit

Rabu, 12 September 2018 - 15:53 WIB

Kejahatan Karhutla Jerat 26 Tersangka

Rabu, 12 September 2018 - 11:30 WIB

Tanam Pohon Jangan Sebatas Pencitraan

Senin, 10 September 2018 - 18:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us