Kerahkan 168 Bus, Angkut 18 Kloter ke Makkah

Nasional | Kamis, 26 Juli 2018 - 12:28 WIB

Kerahkan 168 Bus, Angkut 18 Kloter ke Makkah

MADINAH (RIAUPOS.CO) – Hari ini para jamaah calon haji (JCH) dari 18 kloter akan diberangkatkan ke Makkah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengerahkan 168 bus untuk mengangkut para JCH secara bergelombang. Total ada 7.331 JCH yang bergerak menuju Makkah. Gelombang pertama akan diberangkatkan pukul 06.00 waktu setempat. Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ahmad Kartono menyatakan, seluruh JCH harus mengenakan pakaian ihram sebelum naik bus. ’’Niat ihramnya nanti di Bir Ali atau yang juga disebut Dzul Hulaifah,’’ katanya.

Secara keseluruhan, ada 1.400 bus yang dikerahkan untuk mengangkut para JCH dari Madinah ke Makkah. Sebagian bus tampak masih gres. Fasilitas di dalam bus tergolong lengkap. Semua bus dilengkapi peranti global positioning system (GPS) yang bisa dikontrol operator pusat. Bus buatan Cina itu juga memiliki soket listrik di tiap kursi untuk mengisi ulang ponsel. Ada juga lampu baca di atas kursi penumpang.

Bus juga dilengkapi televisi, AC, bagasi bawah, toilet, kulkas, air minum, pengeras suara, alat pemadam kebakaran, kotak P3K, serta alat pemecah kaca. Ada juga dua CCTV di depan dan belakang kabin bus. Menurut Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid, bus yang digunakan tahun ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ’’Sebagian bus adalah model terbaru yang sebenarnya baru akan diperkenalkan ke publik pada 2019, tapi sudah siap digunakan untuk jamaah Indonesia tahun ini,’’ paparnya.

Karena itu, Subhan menjamin keamanan dan kesiapan bus-bus tersebut. Dia melanjutkan, lima jam sebelum keberangkatan, para sopir bus yang semuanya adalah warga Arab Saudi harus mengikuti tes narkoba.

Setelah dinyatakan sehat dan bebas narkoba, para driver diizinkan untuk mengantar rombongan CJH. ’’Pemeriksaan dilakukan tim dari Arab Saudi. Kalau terbukti ada sopir yang pakai narkoba, akan kami kembalikan ke mereka,’’ ujar Subhan.

Di sisi lain suhu panas yang terjadi di Arab Saudi mempengaruhi kesehatan jamaah haji. Hingga Selasa (24/7) ada 124 pasien yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka, penyakit terbanyak yang diderita pasien rawat jalan adalah insfeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sedangkan mereka yang dirawat di KKHI kebanyakan karena dehidrasi dan luka bakar di telapak kaki. ”Adapun rinciannya adalah 41 orang dirawat inap, tujuh orang dirujuk ke RS King Fadh. Selebihnya diperbolehkan pulang,” katanya, kemarin. Sedangkan jemaah haji yang meninggal hingga kemarin mencapai lima orang.

ISPA dipengaruhi oleh debu. Sedangkan dehidrasi dan luka bakar ini akibat suhu yang panasnya bisa mencapai 53 derajat. Ketiga penyakit tersebut sebenarnya telah diantisipasi oleh Kemenkes. Setiap tahun, Kementerian Kesehatan menyiapkan paket berbekalan kesehatan untuk jemaah. Paket terdiri dari dua lembar masker kain, satu kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 sachet oralit, balsem, lima lembar  plester, dan empat lembar tisu basah. Semua barang-barang tersebut diberikan kepada jamaah di masing-masing embarkasi.

Penyakit lainnya yang dijumpai para jamaah haji adalah jantung, hemorroid, diabetes millitus, hipertensi, infeksi bakterial, asma, dan dispepsia syndrome (magh, red). ”Pasien yang dirawat rata- rata berusia di atas 60 tahun dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki,” tutur Eka.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU